Ashoka: Tekad Kemenangan Demi Tanah Air dan Harga Diri, Persiapan Untuk Perang Buta


Serial Ashoka episode sebelumnya, melihat Ashoka yang jatuh pingsan, Dharma memohon pada Kasturi agar dia bisa melihat Ashoka dari dekat. Begitu melihat Ashoka mengaduh perih saat diolesi salap oleh tabib, Dharma semakin tak tega, akhirnya Kasturi membantu lagi, Ashoka diobati Dharma & hampir tertangkap basah Bindusara, Sushima menerima hukuman ternyata dengan maksud tertentu. Ia tak ingin Ashoka dianggap sebagai kesatria sejati dimata orang-orang. Untuk itu, dia bersama Ahankara mengancam Ashoka yang masih di ruang perawatan.

Ashoka #67 episode 57 00

Sinopsis serial Ashoka #67 (episode 57), murid-murid sekolah bangsawan peserta pertandingan perebutan pedang Chandragupta Maurya sedang berkumpul melihat papan pengumuman hasil lomba tahap pertama. Subahu membacakan hasilnya, “Diurutan pertama pangeran Sushima yang perkasa dengan mengumpulkan sepuluh koin emas telah berada di nomer satu”. Murid lain bertepuk tangan, Sushima tersenyum menganggukkan kepala.

Ashoka #67 episode 57 01

Subahu melihat ke papan hasil pertandingan, melihat ke Siyamak berdiri, “Kakaknya adalah seorang kesatria, dia sangat perkasa, dengan mengikuti jejaknya, adiknya yaitu Pangeran Siyamak, berhasil meraih sepuluh koin emas”. Siyamak mendengarkan dengan wajah kurang begitu suka, karena Sushima curang.

Indrajit gantian berkomentar, “Inilah kehebatan kawan kami Sushima, yang memberi kesempatan yang sama pada peserta yang lainnya”. Siyamak menahan geram menatap Sushima yang sudah menyuruh kawan-kawannya untuk ikut mendukung kecurangannya. Sushima hanya tersenyum cuek melihat Siyamak yang seperti itu.

Subahu kembali bicara, “Dan selain itu Vasunandhan dan Maha mani, meski sering jatuh bangun, tapi, mereka berhasil”. Sushima bertepuk tangan dan mengangguk pada dua temannya yang disebutkan namanya itu. Vasunandhan tersenyum sumbang. Indrajit bicara, “Kalian harus menghormati Sushima, karena ada campur tangan Sushima dalam kemenangan mereka”. Siyamak yang tau kecurangan Sushima pada Vasunandan semakin menunjukkan wajah tak bangga pada kakaknya itu. Vasunandhan sendiri menundukkan wajah berpikir mendegar komentar Indrajit, bukannya Sushima yang telah mencuranginya pada saat menuju tahap ketiga.

Sushima bersuara, bermaksud menonjolkan dirinya, “Melihat nama orang lain disamping namaku, aku senang sekali melihat hal itu. Coba saja lihat nama yang terakhir ini”. Indrajit memperhatikan papan pengumuman, nama Ashoka dengan dua koin emas diurutan terakhir. Indrajit tersenyum mengejek. Sushima juga melakukan hal yang sama. Siyamak semakin geram melihat sikap Sushima.

Ashoka #67 episode 57 02

Sushima ternyata masih ingin menyampaikan hinaannya pada Ashoka, “Sudah ada diurutan terakhir, tapi dengan sombong, dia merasa dia sudah menang, hakhak”. Tawa Sushima terhenti saat mendengar suara Ashoka, “Meski ada diurutan pertama kau iri pada orang diurutan terakhir?!”. Subahu dan Indrajit kaget. Semua anak menoleh ke arah yang empunya suara.

Ashoka melangkah dengan langkah percaya diri melewati murid-murid yang kali ini hanya menatapnya, tak menertawakan lagi, menuju ke hadapan Sushima berdiri. Ashoka berdiri di hadapan Sushima, menatapnya tajam. Sushima bersikap waspada, karena tanpa bersikap curang, dia bisa dibikin malu oleh Ashoka. Siyamak memperhatikan teman dan kakaknya itu saling tatap. Indrajit tak berani berkomentar sembarangan lagi melihat Ashoka, begitu juga dengan Subahu, mereka hanya memperhatikan.

Ashoka yang wajahnya masih pucat setelah perawatan dari pingsan, bicara dengan tenang, “Ini pertanda kemenangan atau perasaan tidak aman. Kalau ini perasaan tidak aman, memang perasaan itu harus ada, karena selama pertandingan ini masih belum selesai, kalah atau menang, masih belum bisa ditentukan”. Siyamak menunjukkan wajah tersenyum melihat Sushima yang tak bisa bertingkah. Murid lain saling tatap. Subahu memperhatikan ekspresi Sushima, begitu juga Indrajit, tapi mereka semua diam.

Ashoka #67 episode 57 04

Ashoka menatap tajam Sushima yang memperhatikan dengan wajah sok tenang. Ashoka tetap menatapnya dengan tatap ‘aku ada’. Ashoka kemudian membalikkan badannya, melangkah tenang meninggalkan tempat itu. Sushima memangku kedua tangannya, terpana tanpa suara melihat Ashoka yang menjauh. Murid lain pun hanya diam memperhatikan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Tekad Kemenangan Demi Tanah Air dan Harga Diri, Persiapan Untuk Perang Buta

  1. Ping-balik: Ashoka: Hampir Kalah Dalam Pertandingan Perang Buta, Dharma Berhasil Lolos | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s