Ashoka: Hampir Kalah Dalam Pertandingan Perang Buta, Dharma Berhasil Lolos


Serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka yang masuk tahap kedua pertandingan memperebutkan pedang Chandragupta Maurya, terkejut dengan ujian yang harus dihadapi. Ashoka punya tekad kemenangan demi tanah air dan harga diri, persiapan untuk perang buta dilakukan Ashoka dengan berlatih keras. Tapi, Ashoka masih susah mengendalikan kemarahan dalam dirinya sendiri, terhadap penghinaan yang terus menerus diterima dari sesama siswa dan beberapa guru. Akramak memberitau Ashoka agar fokus. Ashoka malah marah, karena semua panita pertandingan hanya membiarkan kecurangan yang dilakukan Sushima. Sementara itu, Dharma dikejar oleh prajurit Khorasan, Chanakya yang mendapatkan laporannya berpikir bisa celaka kalau terlambat menyelamatkan Dewi Dharma dari Khorasan.

Ashoka #68 episode 58 00

Sinopsis serial Ashoka #68 (episode 58), Dharma berlari di lorong istana dengan menutup kepalanya dengan selendang hitam. Dharma ngumpet dibelakang tiang istana, memperhatikan prajurit yang mengejarnya, yang seperti punya indra penciuman juga berhenti tak jauh dari tiang dia menyembunyikan diri.

Dharma berpikir, melihat ke pergelangan kakinya, dengan hati-hati, Dhrma melepas gelang kakinya. Prajurit yang berhenti mendengarkan setiap suara dengan konesentrasi. Dharma melempar gelang kaki yang barusan di lepasnya, prajurit menoleh ke arah suara, bergegas mendekat, memungut gelang yang menimbulkan suara. Dharma memanfaatkan kesibukan prajurit itu untuk lari dari balik tiang.

Prajurit yang memimpin pengejaran sambil melihat gelang ditangannya bersuara, “Entah kemana larinya. Cari di tempat berbeda, jangan sampai lolos! Ayo”. Pasukan pun berpencar.

Ashoka #68 episode 58 02

Dharma memasuki area para permaisuri, ia sambil berlari, berjalan, menoleh ke belakang, di ujung lorong ada prajurit yang sedang menyisir tempat itu, Dharma ngumpet di balik pintu besar. Setelah dirasa aman, sambil celingak celinguk, Dharma melangkah keluar dari persembunyiannya, ia dikagetkan oleh suara seorang anak, “Kau tidak akan selamat!”. Dharma terkejut, matany terbelalak, ia mundur kembali ke belakang pintu.

Dharma mendengar kelanjutan ucapan pemilik suara yang tadi di dengar, “Ma’afkan aku Pangeran Dhrupad”. Dharma kembali melongok, memastikan pemilik suara yang membuatnya kaget. Ternyata, di dalam ruangan di depannya, Pangeran Dhrupad sedang bermain sendiri, ia bicara, “Orang yang menggunakan ilmu guna-guna di Magadh tidak bisa dima’afkan, harus dijatuhi hukuman mati! Haaaap”, Dhrupad menancapkan pedang ditangannya ke bantal guling dihadapannya, kapuk berterbangan.

Di belakang Dharma terdengar suara, Dharma masuk ke ruangan di depannya, menutup pintu sedikit, dua prajurit muncul di lorong tersebut. Dharma melongok ke tempat Dhrupad sedang bermain pedang, ia mengayunkan pedang ditangannya dengan sangat cepat. Terdengar suara dilorong, Dharma melongok lagi keluar, ada dua prajurit yang sedang mencari disitu.

Dibalik tiang dibelakang Dharma, Kasturi yang dapat tugas dari Chanakya mengawasi Dharma, mengintip lorong itu. Ia melihat Dharma sedang berdiri di belakang pintu membelakanginya, Kasturi membathin, ‘Itu kan kamar permaisuri Subrasi, kalau ada yang curiga disini, dia akan tertangkap, dia juga tidak bisa keluar dari sini, apa yang harus kulakukan”. Prajurit masih berdiri mendengarkan setiap suara diruangan dan lorong sekitar situ. Dharma mengernyitkan wajahnya.

Dhrupad yang bermain pedang sudah di tempat tidur mengayunkan pedang, ia berdiri bak seorang kesatria sejati, “Seperti kak Sushima, aku juga sudah belajar mengatasi semua rintangan. Seperti pedang Siyamak, pedangku juga sudah membunuh lebih dari setengah musuh yang ada disini”. Dharma terkejut lagi mendengar ucapan pangeran yang masih bocah tersebut, ia menoleh ke belakang, melihat Kasturi yang sedang berlindung di balik tiang, yang memberi isyarat lewat gelengan kepalanya. Dharma mengangguk, memperhatikan dua prajurit yang masih mengawasi.

Ashoka #68 episode 58 03

Dharma yang mengintip apa yang dilakukan dua prajurit menyembunyikan seluruh tubuhnya di belakang pintu, begitu juga dengan Kasturi, menyembunyikan diri dibelakang tiang, prajurit tau aja kalau ada yang mengawasi, mereka berbalik.

Dharma memilih masuk ke dalam ruangan yang pintunya dia masuki, dia terkejut, pangeran Dhrupad sudah berdiri diatas almari, mengayunkan pedangnya. Dharma khawatir, tak bisa bersuara, hanya menggerakkan tangan seperti memberi isyarat agar Dhrupad hati-hati. Dhrupad yang asyik dengan permainannya tak menyadarinya, ia terus bicara, “Sekarang aku melakukan perang buta!”.

Dhrupad memejamkan matanya, Dharma ternganga melihat apa yang dilakukan pangeran bocah itu. Dhrupad melompat dari almari dengan mata terpejam. Spontan, Dharma berlari mengejar Dhrupad yang sudah dapat dipastikan terjun bebas dari almari, selendang hitam penutup kepala Dharma terlepas, pedang ditangan Dhrupad terlepas. Dharma berhasil menangkap tubuh Dhrupad, pedang yang tadi dipegang Dhrupad terlempar melewati kepala Dharma. Dua prajurit di lorong mendengar suara pedang yang terjatuh. Mereka berdua bergegas masuk ke dalam. Dhrupad membuka matanya, menatap Dharma.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Hampir Kalah Dalam Pertandingan Perang Buta, Dharma Berhasil Lolos

  1. Ping-balik: Ashoka: Mengendalikan Amarah Adalah Sumber Kekuatan dan Kesabaran & Sasaran Pasti Tercapai (Berhasil Di Perang Buta) | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s