Ashoka #65 episode 55 27

Wajah Tripha Acharya berusaha menyangkal yang di dengarnya. Sushima meneruskan ucapannya, “Dia juga sudah menjelaskan bahwa dia bukan ingin membunuh aku. Tapi akulah yang marah lalu menyerang Ashoka”. Ashoka baru menarik nafas lega, setidaknya apa yang diucapkannya sebelumnya memang benar adanya. Teman-teman Sushima yang sebelumnya terlanjur ikut berbohong nampak sangat terkejut.

Sushima masih bicara, “Apapun yang Ashoka lakukan, hanya untuk menyelamatkan dirinya”. Tripha Acharya bersuara, “Jika kau mengatakan hal ini karena tekanan atau takut pada seseorang, makaa”. Sushima langsung menjawab, “Tidak Tripha Acharya, aku bukan mengatakan ini karena tekanan atau takut pada siapapun. Apa yang kukatakan ini benar. Aku menerima kesalahanku”. Akramak menggerakkan kepalanya, ia sudah duga kalau Sushima berbohong. Tripha acharya wajahnya langsung berubah, maksud hati mau menjilat, eh ga kesampaian.

Chanakya tetap menunggu, Siyamak sudah tersenyum lebar. Sushima bicara lagi, “Aku mengakui kalau ini adalah kesalahanku”. Ashoka menatap Sushima yang berdiri di depannya itu dengan tatap tak percaya. Akramak melirik Sushima dari tempatnya berdiri. Tripha Acharya matanya bergerak cepat, menahan malu sudah omong besar menjelekkan Ashoka. Sushima menundukkan pandangannya.

Ashoka #65 episode 55 26

Kepala sekolah bicara, “Sushima, ku harap kau mengetahui, jika berbohong pada guru-gurumu dan karena bermain siasat dengan sesama siswa, kau bisa dijatuhi hukuman”. Sushima menjawab, “Ya guru yang terhormat, aku siap menerima hukuman apa saja yang mungkin akan ku terima nanti”. Ashoka terlihat berusaha membuka matanya agak besar mendengar ucapan Sushima. Tripha Acharya membelalakkan matanya. Teman Sushima yang sebelumnya memanggil guru, mengadukan Ashoka yang bukan-bukan, saling lihat dengan wajah bertanya-tanya, begitu juga dengan Subahu dan Indrajit. Siyamak tersenyum maik lebar. Chanakya menatap tak percaya. Akramak geleng-geleng melihat tingkah pangeran Magadh tersebut.

Kepala sekolah bicara lagi, “Bagus! Kau akan mendapatkan hukuman! Dan aku, akan membatalkan keputusan, dikeluarkannya Ashoka dari sekolah ini. Itu, keputusanku”. Tripha Acharya terbelalak kaget. Siyamak tersenyum lebar. Sushima memberikan sikap hormat. Chanakya hanya menatap para guru. Akramak membuang nafas lega, kemudian melihat ke arah Ashoka, ingin tau ekspresi yang ditunjukkan murid yang diyakininya punya potensi dan komitmen tinggi itu.

Ashoka #65 episode 55 28

Ashoka yang dari tadi terlihat mmenjaga agar matanya tetap terbuka, tak sanggup lagi, tapi ia berusaha mengerjapkan matanya. Akramak memperhatikan, perlahan, mata Ashoka makin menutup, tubuhnya oleng, jatuh ke tanah.

Kepala sekolah terkejut. Tripha Acharya terbelalak kaget. Sushima menoleh ke belakang, melihat Ashoka yang sudah tergelatak ditanah. Siyamak memperhatikan temannya yang pingsan. Akramak langsung berlari ke tempat Ashoka jatuh, mengangkatnya. Chanakya mengawasi dari tempatnya berdiri. Sushima memperhatikan dengan wajah berfikir.

Dharma dan Kasturi baru muncul di sekitar sekolah, mereka melongok memperhatikan. Dharma bicara, “Aku selalu mengajarkan padanya jalan menuju kebenaran, kalau dia sampai dikeluarkan dari sekolah karena masalah ini. Dia tidak akan percaya lagi pada kejujuran”. Kasturi menggerakkan kepala tanda memaklumi. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara Siyamak, “Ashoka! *Dharma dan Kasturi merapat ke dinding*, Semuanya sudah membaik. Kak Sushima juga sudah menerima kesalahannya. Kebenaran sudah menang, *Dharma melongok lagi*, Bangun Ashoka!”.

Ashoka #65 episode 55 29

Dharma terkejut saat melihat Ashoka ditandu, begitu juga dengan Kasturi. Pantas saja dari tadi Siyamak hanya bicara sendiri. Dada Dharma turun naik melihat kondisi Ashoka, ia langsung mau menghampiri, “Ashoka”. Kasturi sigap memegang lengannya, menariknya, “Kau telah berjanji padaku, kalau kau tidak akan mendekati Ashoka”.

Dharma setengah menangis menjawab, “Kau lihatkan, dia dalam keadaan pingsan, dia mengalami luka-luka secara jasmani dan mental. Dalam keadaan ini, aku hanya ingin melihat keadaan dia dari dekat, tolong bantu aku, kalau terjadi sesuatu pada Ashoka, aku tidak akan pernah bisa mema’afkan diriku untuk selama-lamanya”, sambil mengangkat ujung selendang dengan kedua tangan, sebagai tanda mengemis kemurahan hati Kasturi. Kasturi menatap Dharma dengan wajah cemas sekaligus tak tega. Dharma menangis.

Kasturi berpikir, memegang tangan Dharma, “Aku akan mempertemukanmu dengannya”, sambil tersenyum mengangguk. Dharma yang menangis putus asa, memperlihatkan wajah penuh harap.

Ashoka #65 episode 55 30

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Dharma dan Kasturi di depan kamar perawatan Ashoka. Dharma memberitau Kasturi kalau ia ingin sekali masuk. Kasturi menenangkan, ia pasti akan membantu. Raja Bindusara melangkah mendekat, Dharma terbelalak dibalik selendangnya. Ashoka yang sudah siuman, kembali diancam Sushima, “Kau sudah seringkali jatuh dan bangun kembali, kau jadi kesatria hebat dimata semua orang, tapi aku tidak menginginkan hal seperti itu. Aku tidak mau kau pergi dengan memberi citra tentang dirimu”. Ahankara yang ikut Sushima pun bicara, “kau pasti sudah siap untuk permainannyakan, karena sesungguhnya, permainannya baru dimulai”. Ashoka mengernyitkan wajah melihat dua orang itu.