Dharma mulai bernafas lega. Siyamak tersenyum lebar. Sushima bangkit lagi, membersihkan lumpur di lengannya. Ahankara memperhatikan dengan senyum tipis di wajah. Sushima mendekat ke Ashoka, melepaskan bogemnya ke wajah Ashoka. Ashoka terhuyung. Ahankara tersenyum, Dharma cemas. Rupanya Ashoka hanya mengikuti ayunan tamparan Sushima, kemudian menegakkan badannya lagi. Sushima menatap geram.

Ashoka tak mau main-main lagi, ia berteriak, “ia”, sambil membuka tangannya lebar, seperti menarik energi bumi yang ada disekitarnya, kemudian memukulkannya ke tubuh Sushima. Sushima berteriak menahan gempuran kekuatan lewat kedua tangan Ashoka. Dharma terkejut, doanya terjawab. Siyamak bicara heran pada anak yang ada disebelahnya, “Bagaimana Ashoka bisa punya kekuatan sebesar ini”. Ashoka berdiri tersenyum menatap Sushima. Subahu terlihat cemas, “Ashoka bukan pria biasa, dia tidak mungkin bisa dengan mudah dikalahkan”. Indrajit yang mendengar kecemasan Subahu lebih serius memperhatikan pertandingan.

Ashoka #65 episode 55 16

Ashoka bicara pada Sushima dengan mengatupkan gerahamnya, “Ada apa pangeran. Kalau kau sudah lelah, terima saja kekalahanmu”. Dharma terkejut, Siyamak juga. Ahankara tersenyum. Rupanya Sushima memukul wajah Ashoka lagi, hingga berdiri seperti terhuyung.

Ashoka yang berdiri seperti orang terhuyung itu menunjukkan wajah geram, mengangkat tubuh Sushima yang masih meremehkan kemampuan Ashoka dengan cara curang. Ashoka melemparkan tubuh Sushima dengan sekuat tenaga. Sushima terlambung ke atas, jatuh dilumpur dengan kuat. Ashoka berdiri menatapnya. Dharma dan Kasturi terlihat lega menyaksikan dari tempatnya berdiri.

Ahankara menarik nafas melihat Sushima terkapar di lumpur. Siyamak tersenyum lebar. Indrajit memperhatikan Sushima yang berusaha menggerakkan kakinya. Ashoka berdiri tegak, siap menunggu. Siyamak sebagi saksi pertandingan mulai menghitung, “Satu!, Dua!”. Sushima menggerakkan tangannya. Subahu saling lirik dengan teman-temannya. Ahankara menatap seakan memberi ke kuatan. Indrajit menatap cemas.

Ashoka #65 episode 55 18

Siyamak melanjutkan hitungannya, “Tiga!”. Sushima menggerakkan mulutnya. Ashoka berdiri memperhatikan dengan sikap waspada. Dharma menunjukkan kelegaan. Siyamak terus dengan hitungan selanjutnya, “Empat!”. Sushima menggerakkan tangan kiri. Hitungan Siyamak lanjut, “Lima!”. Ahankara menatap Sushima. Sushima mencoba mengangkat kepalanya, hanya sampai situ aja.

Hitungan Siyamak lanjut, “Enam!”. Ashoka masih menunggu dengan tatap tajam dan sikap waspada memperhatikan Sushima. Siyamak meneruskan menghitung, “Tujuh!”, Sushima menggerakkan kaki kanan. Dharma menunggu dengan perasan mulai lega. Siyamak terus menghitung dengan semangat, “Delapan!”, Ahankara, Subahu dan teman Sushima yang lain menatap pangeran pimpinan mereka. Sushima sekali lagi mengangkat kepala, tapi badannya yang lain tak mau diajak bangun.

Siyamak terus dengan hitungannya, “Sembilan!”. Siyamak membuka tangannya dengan lebar dan wajah senyum, “Daaan Sepuluuuhh!”, kepala Sushima jatuh lagi kedalam lumpur. Ashoka baru mengalihkan pandangannya dari Sushima, melihat ke arah lain. Siyamak berteriak riang, “Ashoka yang menaanng!”. Dharma dan Kasturi saling tersenyum lega, di temapat mereka menyaksikan perjuangan Ashoka.

Ashoka #65 episode 55 20

Setelah istirahat cukup lama, Sushima duduk. Ashoka menengadah seperti mengucap syukur. Dengan nafas terengah, Sushima perlahan berdiri, menatap Ashoka. Ashoka menunggu, apalagi yang akan dilakukan Sushima. Ahankara dan teman Sushima yang lain memperhatikan. Siyamak bersuara, “Kakak, sesuai janjimu, sekarang kau harus menerima kenyataan ini! Kau harus mengakuinya! Ashoka menyerangmu saat kau menyerang dia! Ashoka tidak bersalah kak! Dia, hanya membela dirinya!”. Dharma mendengar semuanya.

Sushima menggelengkan kepalanya, “Tidak! Sekarang aku akan mengatakan, Ashoka telah menghajarku. Karena aku telah mengatakan hal yang sebenarnya pada semua orang. Yang tadinya dia akan diusir dari sekolah ini, tapi setelah ini harus keluar dari Pathaliputra”. Ahankara menundukkan pandangannya mendengar ucapan Sushima. Ashoka dan Siyamak terkejut, ternyata Sushima memang tak bisa dipercaya. Dharma memperhatikan dari tempatnya berdiri. Sushima tertawa.

Siyamak bersuara, “Kakak! kalau memang begitu, aku akan ceritakan semuanya dengan jujur pada ayahanda”. Ashoka langsung mengangkat tangannya ke arah Siyamak, “Jangan Pangeran!”. Ashoka menatap geram Sushima, “Ini adalah pertarunganku, untuk setiap kecil aku tidak mau”. Siyamak nyahut ucapan Ashoka, “Hal kecil?! Kau akan dikeluarkan dari sekolah! Kau juga sudah di fitnah! Apa itu hal kecil”.

Ashoka bicara tenang, “Ibuku bilang, pada akhirnya, kejujuran pasti akan menang”. Dharma mendengar Ashoka dengan haru. Siyamak jadi tak bisa bersikeras membela Ashoka. Ahankara dan teman-teman bangsawan Sushima sebenarnya bisa mendengar kebenaran dalam ucapan Ashoka.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :