Chanakya menolehkan wajah dengan tatap bertanya. Helena menunjukkan wajah tersenyum. Calata membungkuk hormat, Chanakya hanya melirik Helena saat melewatinya. Helena berdiri lebih di depan berdirinya Chanakya dan Calata. Helena berkata pada Bindusara, “Yang harus kita bicarakan hari ini juga, ini tentang Raja Ujjayani Rajaajiraaj”. Chanakya heran, Justin terkejut. Calata dan Khorasan berpikir.

Raja Bindusara merespon Helena, “Untuk hal ini aku segera kembali. Sebenarnya ada masalah apakah ibu, kenapa sangat mendesak”. Helena menjelaskan sambil tersenyum, “Bukan masalah, tapi ini adalah kabar gembira, ini adalah sebuah kabar, yang bahkan membuatmu bahagia, sama seperti aku yang merasa bahagia”. Justin semakin menunjukkan wajah kesal. Raja Bindusara tersenyum, “Kabar apa itu bu”.

Ashoka episode #50 23

Helena memberitau, “Raja Ujjayani, Rajaajiraaj, telah mengirimkan lamaran keponakannya, yaitu Agnishika, untuk adik kesayanganmu Justin”. Raja Bindusara terpana., Chanakya terkejut. Helena tersenyum menunggu jawaban Bindusara. Chanakya, tanpa kentara, menoleh kearah tempat duduk Justin yang terlihat menahan marah mendengar kabar bahagia dari Helena itu. Calata dan Khorasan sepertinya hanya akan menyetujui.

Helena menjelaskan, “Dan bukan hanya itu, Justin yang selama ini selalu menolak untuk menikah, sekarang, dia telah menerima lamaran itu”. Justin kembali menunjukkan wajah kesal melihat ke arah lain. Chanakya memperhatikan ekspresi yang ditunjukkan Justin itu dengan wajah curiga. Justin sangat gelisah sehingga tidak bisa mengendalikan ekspresinya yang terlihat sangat tidak suka dengan apa yang dibahas sang ibu, Helena. Raja Bindusara masih terdiam dengan wajah berpikir.

Helena bertanya, melihat sikap Bindusara yang seperti itu, “Ada apa, apakah kau tidak bahagia”. Raja Bindusara menjelaskan apa yang dipikirnya, “Aku senang mendengarnya ibu, tapi, keponakan raja itu, artinya, putrinya Saktiraaj, dan Saktiraaj adalah musuh kita ibu, aku sudah membunuhnya di medan peperangan. Jangan-jangan ini adalah cara untuk membalas dendam pada kerajaan kita”. Chanakya menatap, sambil berpikir. Khorasan mengangguk-angguk.

Helena memberitau, “Aku juga cemas memikirkan tentang hal itu. Tapi setelah itu, aku berusaha untuk mencari tau tentang hal ini, dan yang ku temukan bahwa dia tidak mempunyai niat buruk di balik lamaran ini”, sambil tersenyum manis. Calata menambahkan informasi yang mendukung Helena, “Dan anehnya adalah, lamarannya datang dari pihak mereka, jika mereka tidak berniat buruk dalam hal ini, maka tawaran ini, akan sangat menguntungkan bagi kekuatan dan kesatuan Magadh”. Chanakya terkejut dengan kesimpulan Calata.

Khorasan berdiri, ikut memberikan pendapat, “Dan jika Pangeran Justin setuju pernikahan ini, apa masalahnya”. Justin menunjukkan wajah terkejut tak suka. Helena makin tersenyum, semua mendukungnya. Khorasan menambahkan pendapatnya, “Jika masalahnya mencurigai niat Raja Ujjayani, maka Raja Ujjayani juga sudah tau, apa akibat yang akan di dapatkan jika membohongi kita. Bukankah pasukan kita telah lebih kuat dan siap daripada dia”.

Chanakya menanggapi pernyataan Khorasan, “Oya. Saktiraaj adalah musuh dari Magadh, apa kau tidak ingat itu!”. Khorasan terdiam. Chanakya bicara pada Helena, “Dan ibu suri Helena, apakah kau tidak menemukan gadis lain yang memang layak bagi putramu Justin”. Justin semakin menunjukkan wajah cemas dan gelisah.

Ashoka episode #50 22

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Sushima menantang Subahu, temannya sendiri bertanding pedang sambil mengeluarkan kata hinaan. Siyamak datang mencegah, mengingatkan Sushima, “Kakak, apa yang kau lakukan. Hentikan, sebelum Kak Subahu terluka”. Sushima malah mendorong Siyamak. Melihat sikap Sushima itu, Ashoka mengepalkan tangannya dan mengatupkan geraham rapat. Sushima meliriknya, sepertinya itu hanya untuk memancing kemarahan Ashoka.