Raja Bindusara minta penjelasan Calata, “Maha Amartya, apa kau sama sekali tidak memberitaukan hal ini pada Acharya”. Calata mencoba memberi alasan, “Sebenarnya aku,,”. Raja Bindusara langsung memotong ucapan tersebut, “Sebelumnya aku sudah katakan selagi aku tidak ada, kau bermusyawarah hanya dengan Acharya”. Justin, Khorasan melirik Calata dan Chanakya yang berdiri di tengah ruang pertemuan.

Ashoka episode #50 17

Chanakya memperhatikan Calata yang berdiri di sebelahnya. Calata menjelaskan kenapa dia tak memberitau Chanakya, “Aku menganggap tidak perlu membahas hal ini, karena hanya kematian seorang pelayan”. Chanakya langsung bicara dengan nada tinggi, “Maha Amartya, dengar baik-baik pertanyaannya, bukanlah siapa yang mati, tapi siapa yang ebrani membunuh pelayan istana. Bagaimana, siapa orangnya. Dan Kenapa dia membunuh”. Calata tak bisa menjawab pertanyaan Chanakya.

Chanakya melihat ke singgasana Raja Bindusara, “Yang Mulia, pasti ad seorang pembunuh. Pertanyaannya, siapa dia”. Calata menarik nafas berat, melirik Chanakya dengan tatap kurang suka yang mulai menyeruak. Chanakya mengingatkan, “Seperti Dewi Shubadrangi dibunuh dan diusahakan agar tampak seperti sebuah kecelakaan”. Raja Bindusara berpikir. Justin menunjukkan sikap gelisah. Khorasan yang memang tak pernah akur, menatap Chanakya tajam yang masih menjelaskan, “Sama seperti ini, musuh, ingin membuat pembunuhan ini sebagai sebuah kecelakaan Yang Mulia, dan memang kelihatannya begitu”. Raja Bindusara berpikir, Justin waspada.

Chanakya menoleh ke Calata, “Maha Amartya, mata-mata anda harus siaga”, sambil menunjuk Calata, “Keamanan di istana seharusnya diperketat! Aku heran sekali, kenapa anda sampai gagal melakukan hal ini”. Calata tersinggung, “Anda telah meragukan kemampuanku Acharya”. Chanakya menjelaskan maksudnya, “Aku bukannya meragukan, tapi aku merasa heran saja. Seorang pelayan, secara rahasia, telah dibunuh di istana, dan kau mengatakan bahwa itu sebuah kecelakaan?!”. Calata tak bisa membantah pernyataan Chanakya yang setengahnya juga diyakininya di awal melihat jasad Laksmi.

Khorasan berdiri dari duduknya, buka suara, “Ada apa Acharya, sepertinya belakangan ini, anda sering memihak pada orang awam”. Justin lengsung tersenyum setuju mendengar ucapan Khorasan. Calata melirik Chanakya merasa Chanakya akan terdiam. Chanakya menunjuk Khorasan, “Karena adanya orang awamlah, maka kedudukanmu memiliki arti! Karena ada rakyat jelata, maka ada kami juga, mencemaskan rakyatnya adalah tugas dari wakil-wakil rakyat, kau mengerti!”. Khorasan kehilangan kata-kata. Justin tak jadi melanjutkan senyumnya.

Raja Bindusara mengambil alih, “Maha Amartya, keluarga pelayan harus dijaga dengan baik di istana ini. Jadi apapun yang mereka butuhkan, sebaiknya dipenuhi”. Chanakya menatap Calata dengan wajah menahan kesal, apa yang sudah dibangunnya bakal hancur oleh orang-orang yang hanya memikirkan jabatan. Calata akhirnya mengangguk, menyetujui usulan Raja Bindusara dengan membungkuk, “Baik Yang Mulia”.

Raja Bindusara bertanya, “Ada masalah apalagi yang harus dibahas sekarang”. Calata memberitau, “Begini Yang Mulia, setelah Panglima Ugsena Akhraman di pecat, *Chanakya berpikir*, Maka kedudukannya harus segera diisi oleh orang lain”. Raja Bindusara memerintahkan, “Siapkanlah nama calonnya dan siapa yang layak menggantikan kedudukannya, cepat beritaukan aku siapa dia. Aku ingin segera mengetahuinya”. Calata kembali menundukkan badannya, “Baik Yang Mulia”.

Chanakya membathin, “Panglima Ugsena Akhramat telah di pecat. Kenapa?”.

Ashoka episode #50 20

Di kamarnya, Cahrumitra kaget mendengar cerita Sushima, “Apa?”. Sushima menjelaskan, “Iya ibu, aku berkata benar, dan aku lihat sendiri, tanpa menghiraukan nyawanya, ayah, meloncat hanya untuk menolong Ashoka ibu. Ashoka tidak ingin datang ke Pathaliputra, tapi ayah malah memaksa dia untuk melayani Magadh. Ada apa dalam diri Ashoka itu. Aku bersumpah ibu, aku akan membunuh Ashoka!”, dengan wajah geram.

Charumitra melotot menatap putranya itu, “Sushima! Aku sudah punya satu masalah besar. Saat ini jangan lakukan kebodohan yang bisa menambah kesulitanmu”. Sushima berteriak, “Apa yang harus ku lakukan dengan amarah ini!”. Charumitra menyarankan, “Gunakanlah amarah ini untuk merugikan musuh, bukan diri sendiri. Kalau Ashoka curiga, kau yang menjatuhkan dia. Dia pasti akan balas dendam padamu, dan dia akan berusaha agar kau bisa mencelakai dia, supaya, supaya dia bisa merendahkanmu di hadapan ayahmu dengan bisa memperlihatkan bahwa dia menjalin persahabatan, tapi kau, kau mengkhianati dia. Jangan beri kesempatan itu padanya. Semua ini demi kebikanmu. Kau jangan bertindak bodoh”. Sushima jadi berpikir mendengar nasehat ibunya.

Ashoka episode #50 21

Di ruang pertemuan, Raja memberitau, “Masalah yang lainnya, akan kita bahas besok”. Terdengar suara Helena, “Tidak! Ada satu masalah lagi Yang Mulia”. Chanakya menoleh ke arah pintu, begitu juga dengan Khorasan dan Justin. Helena masuk dengan gaya tirani anggunnya, diikuti dua pelayan. Raja Bindusara memperhatikan. Chanakya memperhatikan ekspresi Helena yang terlihat senang. Justi mulai tegang, terpaksa berdiri dengan wajah besengut, memberi salam pada ibunya yang jadi ibu suri.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :