Ashoka masih bicara sambil menahan tangis, “Dan hari ini, aku akan mulai perjalanan hidupku yang paling penting. Perjalanan yang begitu penting itupun, tanpa restu dari ibuku. Jika kau mau aku bersahabat dengan mu, dimanapun ibuku, mintakan restunya untukku. Setidaknya kau bisa melakukan hal itu untukku kan”. Dharma menahan nafas mendengar dan memperhatikan Ashoka dari tempat dia bersembunyi.

Ashoka episode #50 13

Ashoka melangkah lebih dekat ke altar, bersimpuh, mengatupkan kedua tangan di depan dada, bersujud. Melihat itu, tangan Dharma seakan mau memberi restu diatas kepala Ashoka, tapi itu tak mungkin. Dharma bemaksud bergegas meninggalkan kuil, karena Ashoka sudah melakukan ritual terakhir, tapi selendangnya nyangkut di sela-sela tiang, tempat dia berdiri.

Dharma menarik selendangnya. Seakan Dewa membantu menjawab doa Ashoka tentang memintakan restu dari ibunya, angin dari kibasan selendang Dharma seakan menjadi penyebab bunga kuning persembahan diatas kepala patung jatuh menimpa kepala Ashoka yang sedang bersujud.

Dharma terpana melihat hal itu, Ashoka mengangkat kepalanya, tersenyum menatap patung Dewa, mengambil bunga yang jatuh tadi, menaroh di kedua telapak tangannya, posisi berlutut. Dharma masih berdiri memperhatikan dengan haru, tangannya dari jauh seakan mau mengusap kepala Ashoka. Ashoka menempelkan bunga ke masing-masing mata, jidat, terakhir mengatupkan kedua tangan di depan dada, berdiri, mundur sedikit, membalikkan badan. Dharma langsung merapatkan tubuhnya ke tembok agar tak terlihat.

Ashoka episode #50 15

Ashoka melangkah ke gerbang samping dia datang, saat itu Chanakya masuk dari pintu tersebut, mereka sama-sama berdiri berhadapan. Chanakya tersenyum menatap Ashoka. Dharma mengawasi dari tempatnya berdiri, dibalik tembok gerbang utama kuil. Ashoka menatap Chanakya dengan tatap marah.

Chanakya dengan tersenyum, bicara, “Aku merasa senang sekali nak, kau telah kembali ke Pathaliputra”. Ashoka menjawab dengan wajah marah, “Aku tidak tau sebabnya, kenapa, kau membawaku ke Pathaliputra ini”. Chanakya tetap tersenyum menatap Ashoka. Dharma ternganga melihat kemarahan terpendam Ashoka pada Chanakya.

Ashoka dengan nada berat melanjutkan ucapannya, “Tetapi yang aku tau pasti, jika aku kembali ke tempat ini! Itu adalah untuk menghormati ibuku dan tanah air ku!”. Dharma tersenyum lega marah dalam diri Ashoka diniatkan ke hal yang baik. Chanakya tetap tersenyum merespon, “Tujuanku sebenarnya juga itu nak”.

Ashoka episode #50 14

Ashoka mana percaya, ia justru meradang, “Apapun yang menjadi tujuanmu, tetapi aku yang membayar mahal harganya! Dan itu juga dibayar mahal oleh ibuku! Sebenarnya, aku sama sekali tidak ingin mengetahui, apa tujuanmu. Tidak, aku tidak bisa mema’afkan dirimu, dan aku juga tidak akan melupakan apa yang terjadi. Tapi aku, menerima penderitaanku, dengan menyadari kenyataan ini”. Chanakya menatap Ashoka dan mendengar semuanya dengan tenang. Dharma juga memperhatikan Ashoka yang jauh lebih tenang dan matang.

Ashoka masih bicara pada Chanakya, “Sekarang aku sudah siap untuk melihat masa depanku”. Ashoka yang menahan marah pada Chanakya, tetap mengangkat tangannya, merapatkan telapaknya di depan dada, “Karena itulah, aku memohon padamu, agar kau, jangan pernah ikut campur dalam kehidupanku. Karena apapun yang kulakukan dalam hidup ini, akan ku lakukan atas kemauanku sendiri. Aku akan memilih jalanku sendiri!”, sambil mengangkat telunjuk dan menatap Chanakya tajam. Dharma memperhatikannya.

Chanakya tersenyum menatap Ashoka, menganggukkan kepalanya, tanpa kata-kata lagi, karena dia melihat kesungguhan dimata Ashoka. Ashoka kemudian beranjak meninggalkan Chanakya. Dharma mengangkat tangan seakan mau memanggil, menenangkan Ashoka agar jangan marah. tetapi tentu itu tak mungkin, beresiko bagi mereka berdua dan tentu juga Raja Bindusara.

Ashoka episode #50 18

Di pusat kota, di ruang pertemuan, Calata sedang menyampaikan laporan kejadin pada Raja Bindusara yang baru kembali, “Melihat luka tangan Laksmi, tadinya aku merasa curiga, jangan-jangan dia telah dibunuh”. Terbayang Charumitra yang mendorong Laksmi dari jendela. Raja Bindusara, Khorasan, Justin mendengar dengan serius.

Calata meneruskan, “Tapi, untuk dibunuh, tentunya harus punya tujuan tertentu, dan aku tidak ada menemukan bukti kesana. Setelah penyelidikan, aku perkirakan kalau kakinya terpeleset, dan dia meninggal karena jatuh dari tempat yang tinggi”.

Raja Bindusara mengangguk, ia minta pendapat Chanakya, “Apa tanggapanmu Acharya”. Calata terkejut, ternyata Raja Bindusara minta pendapat Chanakya. Chanakya pun memberi jawaban, “Yang Mulia, aku tidak diberitau tentang kecelakaan ini, dan aku tidak tau apa-apa. Dan aku, juga tidak melihat jasad dari Laksmi, aku juga tidak melihat tempat kecelakaan yang terjadi pada diri Laksmi. Karena itulah, aku, tidak bisa mengatakan apapun tentang masalah ini”. Calat melirik-lirik ga jelas pada Chanakya, karena dia sudah termakan hasutan Charumitra, dan memikirkan jabatan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :