Dharma dari tempatnya berdiri di tengah kerumunan, tersenyum melihat kedatangan Raja Bindusara yang melambaikan tangan ke arakyat di pinggir jalan, juga Ashoka yang duduk gagah dipunggung kuda yang ditunggangi sendiri, di belakang kuda Bindusara, sejajar dengan kuda yang ditunggangi Sushima. Dharma tak bisa menahan senyum haru dibalik selendanganya. Chanakya tersenyum melihat Ashoka dan Raja Bindusara dengan wajah segar.

Ashoka episode #50 05

Charumitra terpana menyaksikan rombongan Raja Bindusara yang baru datang tersebut, melihat Ashoka yang begitu bahagia menunggangi kuda di samping Sushima. Charumitra bergumam, ditengah hingar bingar rakyat yang mengelukan Raja, “Bagaimana aku harus mengatasi kegagalan Sushima, ibu suri tidak akan mema’afkanku. Karena Ashoka pulang, dia kembali kemari dalam keadaan hidup”.

Di tempatnya berdiri menunggu kedatangan Bindusara, Helena bergumam juga, “Tidak, aku tidak pernah berencana akan mema’afkannya. Hari ini dengan kepulangan Bindusara, keturunan Maurya dipastikan akan binasa. Dan telah tiba saatnya Justin menikah”.

Justin yang tegang di tempatnya menyambut kedatangan Bindusara, juga bergumam dengan wajah semakin cemas, “Aku telah banyak membuang-buang waktu. Dan aku belum menceritakan sejujurnya pada Noor. Dia akan merasa sangat terguncang ketika dia tau, bahwa bukan hanya kehidupan ku tapi kehidupannya juga akan berubah”.

Noor di tempatnya berdiri menyambut Bindusara, bergumam seakan menyambung ucapan Justin, “Dari pada perubahan, yang penting adalah menegtahui alasannya. Sushima bersama Ashoka, itupun terlihat senang”. Noor menarik nafas kesal, melirik ke arah berdirinya Charumitra, “Ada sesuatu yang dilakukan Charumitra, ada yang tidak beres disini”.

Ashoka episode #50 08

Permaisuri Subrasi di tempatnya menyambut Bindusara, tersenyum bahagia menatap Bindusara dan rombongannya, “Semuanya berjalan dengan baik, semua ini berkat karunia Dewa. Dia kelihatan, sangat gembira setelah pergi untuk berlibur”. Raja Bindusara sudah sampai dihalaman istana, tersenyum pada semua yang berdiri di sekitarnya. Subrasi tertunduk sendiri dengan bahagia menyaksikan hal itu, “Semoga, Yang Mulia selalu tersenyum seperti hari ini”. Raja Bindusara tersenyum diatas kudanya yang sudah berhenti, Dharma menatapnya.

Chanakya yang menyaksikan rombongan Bindusara di tempatnya berdiri menyambut juga bergumam, “Setiap kali mereka berusaha untuk membinasakan Ashoka, Ashoka semakin menjadi kuat dan bangkit kembali”. Dharma seperti mendengar gumaman Chanakya, ia tersenyum menatap Ashoka.

Anak perempuan yang di tolong Ashoka, yang juga menyaksikan kedatangan rombongan, bersuara dengan nada riang, “Kak Ashoka telah kembali!”. Ashoka tersenyum menoleh ke arah gadis kecil. Raja Bindusara yang mendengar itu, semakin tersenyum senang, semua kerinduan mereka yang mencintai Ashoka seperti ikut memberikan rasa bahagia padanya. Sementara Helena, Charumitra, Noor, yang mendengar sambutan spontan untuk Ashoka tersebut, menunjukkan wajah kurang senang. Ashoka tersenyum senang di atas kudanya melihat sambutan rakyat yang luar biasa pada Yang Mulia Bindusara.

Ashoka episode #50 09

Dharma melangkah memasuki sebuah kuil, membunyikan lonceng, melangkah mendekat ke hadapan patung Dewanya, berlutut di depan altar doa, curhat pada Dewa, “Apapun yang hilang dalam hidupku, aku menerimanya sebagai kehendak darimu Dewa. Dengan menganggap bahwa perbuatanmu pasti penting bagi perjalanan hidupku. Sekarang sudah timbul pada situasi seperti ini, aku menerima, sebagai kehendak darimu, dengan tujuan bahwa pengorbananku ini, akan membawa Ashoka lebih dekat pada ayahnya”. Dharma merapatkan kedua telapak tangan di depan dada, berdiri, kemudian berbalik, melangkah menuju arahnya datang.

Tiba-tiba, terdengar suara Ashoka memanggil, “Ibu”. Dharma tertegun, langkahnya terhenti, ia menoleh ke belakang, melihat Ashoka yang muncul dari sisi lain kuil, tapi matanya menatap patung Dewa, bukan Dharma.
Ashoka sambil menatap patung Dewa dihadapannya bicara, “Ibu, aku tau, dimanapun ibu, ibu pasti akan senang melihatku. Bahwa aku sedang belajar hidupa tanpamu dengan segala kenanganmu dan juga dengan tersenyum”. Dharma yang masih berdiri tertegun, langsung tersadar, ia tidak boleh terlihat oleh Ashoka, Dharma pun bersembunyi dibalik tembok.

Ashoka episode #50 10

Ashoka terus bicara sambil berdiri dihadapan patung Dewa, “Aku juga tau, kalau aku marah pada Dewa, maka ibu akan bersedih. Karena itulah hari ini aku datang untuk bersahabat dengannya”. Dharma tersenyum haru mendengar semua ucapan Ashoka itu, yang aku mulai tanpa minta restu pada ibuku”. Dharma mendengarkan tanpa suara semua curhatan Ashoka pada Dewa.

Ashoka merapatkan kedua telapak tangan di depan dada, ” Ya Dewa, aku mohon ma’af padamu. Kau telah merampas, satu-satunya penopang hidupku yang paling penting, karena itulah aku marah, dan aku akan tetap marah, aku butuh waktu supaya bisa tenang kembali. Entah kau akan mengerti atau tidak. Tapi ketika aku di hutan, tidak ada satupun hari dalam hidupku yang aku mulai tanpa minta restu pada ibu”. Dharma menahan nafas memperhatikan putra yang begitu dekat, tapi hanya bisa dilihat, tidak bisa dipeluk.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :