Raja Bindusara ikut bicara, “Ma’afkan dia Ashoka. Tolong ma’afkanlah dia”. Sushima yang berdiri diantara Raja Bindusara dan Ashoka dengan tangan masih tetap terkatup di depan dada, membathin, ‘Aku tidak menegrti maksud ayah. Dia anak yang sederhana, tapi harus mema’afkan calon penguasa Magadh seperti aku’, sambil mengatur nafas dan ekspresi wajah agar tak ketahuan kalau semuanya pura-pura.

Ashoka episode #48 05

Ashoka menurunkan tangan Sushima, sambil matanya melihat Bindusara, “Aku pasti akan ma’afkan, kalau aku memang memiliki perasaan marah padanya. tapi di dalam hati ini, tidak ada rasa kesal pada Pangeran Sushima”. Sushima langusung memeluknya, “Terima kasih banyak Ashoka. Kepolosanmu, pemikiranmu. Inilah yang membedakan kau dari orang lain”. Ashoka hanya tersenyum, begitu juga dengan Raja Bindusara yang berdiri melihat.

Sushima melepaskan pelukannya, memegang kedua pundak Ashoka, “Kau sangat baik hati dan juga bijaksana”. Sushima membalikkan badan ke arah Raja Bindusara, “Ayo Ayah, hari ini, aku, kau dan Ashoka, akan pergi jalan-jalan. Jalan-jalan di hutan ini bersama-sama pasti menyenangkan”, menunjukkan wajah sangat antusias.

Raja Bindusara merespon, “Tidak bisa Sushima, karena ayah dan Mir Khorasan ada sesuatu yang penting dilakukan. Kalian berdua saja pergi”. Sushima menahan senyum, sesuai rencananya, ia memberi sikap hormat, “Baiklah Ayah”, kemudian langsung melangkah. Ashoka tetap berdiri menatap Raja Bindusara. Langkah Sushima terhenti dengan wajah mengernyit, kenapa Ashoka tidak langsung mengikutinya.

Raja Bindusara bertanya pada Ashoka yang terlihat masih gelisah, “Ada apa shoka”. Ashoka hanya menjawab, “Tidak apa-apa. Aku mohon diri”, sambil mengatupkan kedua tangan di depan dada. Raja Bindusara mengangkat tangan kanannya, “Semoga kau bahagia”. Ashoka melangkah menyusul Sushima. Setelah sampai di dekat Sushima, Sushima langsung merangkul bahu Ashoka, mengajak jalan. Raja Bindusara menatap dua anak muda yang dikiranya sudah mulai akur itu dengan wajah tersenyum bahagia.

Ashoka episode #48 09

Di istana, di area latihan olah tubuh, Pangeran Siyamak sedang mencoba berdiri di sebelah kaki dengan tangan terangakat keatas sambil memegang pedang, wajahnya menahan tangis, karena ia sangat susah melakukan hal tersebut, berdirinya miring-miring, hampir terjatuh, maka dia menurunkan kakinya lagi. Tak jauh darinya, permaisuri berdiri mengawasi dengan wajah serius.

Siyamak terus mencoba dengan wajah makin meringis, ia tak bisa lama-lama berdiri dengan kondisi sebelah kaki dan tangan terangkat begitu. Ibunya, Noor, bersuara, “Siyamak, sampai kau menghitung sampai seratus tanpa menjatuhkan pedang, aku tidak akan kemana-mana, aku akan tetap disini”. Siyamak meringis menatap ibunya, menurunkan tangannya yang pegal. Noor tetap memaksa, “Ayo, mulai hitung!”.

Siyamak mulai mengangkat tangan dan kakinya, “Satu, dua, tiga, *Justin yang kebetulan lewat, mendengar dan melihat itu*, empat. Bu, aku kesakitan, aku tidak kuat lagi”. Noor tak mau tau, “Tidak Siyamak! Aku tidak mendengar penolakan dari putraku sendiri! Kau harus berusaha terus, hari ini aku tidak akan kasihan padamu. Sampai kapan kau harus menjadi anak kecil terus!”. Justin tak tahan melihat dan mendengar itu, melangkah mendekat.

Ashoka episode #48 10

Siyamak mulai melakukan permintaan ibunya, “Satu, dua, tiga, empat”, kakinya turun lagi karena badannya oleng. Justin yang sudah masuk area latihan langsung bicara, “Noor, apa yang kau lakukan”. Noor menjawab, “Aku mengajari dia untuk bisa menahan rasa sakit, supaya dia, tidak pernah kalah dari Sushima”.

Justin merespon, “Kalau soal Sushima tidak tau, tapi kau pasti membuatnya kalah dengan menghukum dia. Kau tau sendirikan dia masih anak-anak”. Noor melihat Justin dengan marah, “Sampai kapan dia menjadi anak kecil Justin! Suatu hari dia harus menjadi dewasa”. Justin melihat ke pelayan, “Bawa dia ke kamar”. Pelayan menuntun Siyamak keluar area latihan.

Justin kemudian bicara pada Noor, “Gara-gara Sushima dan Charumitra, apa yang sedang terjadi padamu! Kenapa?”. Noor melangkah agak ke depan, “Kau tidak punya hak apapun untuk menanyakan hal ini padaku Justin”. Justin jadi menundukkan wajahnya. Noor membalikkan badan dengan gerak cepat, menatap Justin, “Aku dengar! Ibu suri membeli intan berlian, sejauh yang aku tau, dia tidak membutuhkan semua itu. Lalu untuk apa dia melakukannya”.

Justin yang wajahnya terlihat sangat gelisah, menjawab dengan nada kesal, “Apa yang dilakukan Mitira bagaimana aku bisa memberikan jawabannya”. Noor menatap tajam Justin dengan menahan marah. Justin melirik pelayan dan prajurit penjaga, kemudian menatap Helena, berkata dengan nada pelan, “Nanti aku akan menemuimu”, kemudian beranjak dari situ. Noor menatap punggung Justin dengan tatap curiga, bergumam, “Ada sesuatu yang kau rahasiakan dariku!”.

Ashoka episode #48 11

Di hutan, Sushima dan Ashoka yang sedang berjalan-jalan, saling bercerita. Ashoka bersikap sebagai pemandu, “Kau tau Pangeran Sushima, walaupun daun mint, tapi ini jalan yang pasti untuk menghindar dari neraka”. Sushima ingin tau, “Bagaimana?”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :