Ashoka: Sushima Minta Ma’af, Pura-Pura Baik, Mendorong Ashoka ke Jurang


Ashoka serial episode sebelumnya, setelah mengeluarkan semua kemarahan yang dirasa tentang sosok ayah pada Raja Bindusara dan Raja berjanji akan memberikan hukuman pada orang itu kalau nanti bertemu, Ashoka Bindusara semakin akrab. Semua pertanyaan berhenti di satu titik, Dharma istri Raja Bindusara, di ingatkan oleh Chanakya karena Dharma bersikeras ingin ikut ke Pathaliputra. Sushima yang dapat tugas rahasia dari ibunya, untuk mencelakai Ashoka, atas perintah Helena datang menemui ayahnya ke hutan, dan berusaha baik-baik pada Ashoka.

Ashoka episode #48 02

Sinopsis serial Ashoka episode #48, Helena duduk di salah satu ruang menghadapi perhiasan yang terhampar di meja di hadapannya. Tukang perhiasan berpromosi, “Para Raja lain berusaha memperoleh perhiasan ini, mereka ingin membayar berapa saja yang ku minta, tinggal menuju persetujuanku. Tapi aku menyimpan ini untuk keluarga istana Magadh, khususnya untuk anda Yang Mulia. Terimalah perhiasan ini Yang Mulia”, sambil menyodorkan perhiasan yang sudah ditata sedekian rupa diatas nampan ke arah Helena.

Ashoka episode #48 00

Helena tersenyum, pelayan datang mengambil nampan dari tangan si penjual, membawanya ke hadapan Helena. Helena tersenyum saat mengangkat perhiasan dari nampan, “Apakah kau senang”, sambil melihat ke arah Justin yang berdiri tak jauh darinya. Justin yang wajahnya menahan kesal langsung menjawab, “Kalau menantu sudah kau pilih diatas kemauanmu sendiri, lalu untuk apa kau berbasa basi untuk memilih perhiasan ini Mitira”.

Helena menaroh perhiasan yang sudah dipegang tangannya, dengan wajah kesal ia menatap Justin. Justin balas menunjukkan wajah kesal, kemudian bergegas meninggalkan ruangan tersebut. Helena mengangkat tangan pada pelayan, isyarat agar mengembalikan pada si penjual.

Helena melampiaskan rasa kesalnya pada si penjual, “Ini perhiasan yang bagaimana, yang sama sekali tidak dapat menarik perhatian putraku. Pergi! Bawakan perhiasan yang membuat putraku melupakan segalanya setelah dia melihatnya”. Sipenjual memberi sikap hormat, berdiri, meninggalkan ruangan tersebut.

Helena bergumam sendiri, “Sebelum Justin melakukan sebuah kebodohan, merusak seluruh rencanaku, aku harus menikahkannya”.

Ashoka episode #48 04

Di hutan, Raja Bindusara yang membaca surat yang dibawa Sushima, bergumam sendiri juga, “Menyangkut masalah Raja Ujjayani Rajaajiraaj? Masalah penting apa saja yang ingin dibicarakan oleh ibuku. Jika, aku diminta untuk segera pulang, *angguk-angguk*, Haaahh, dengan keadaan yang seperti ini, aku harus segera berangkat. Tapi bagaimana Ashoka akan siap ikut ke Pathaliputra secepat ini”. Raja Bindusara berpikir dengan mengernyitkan alis.

Sushima menyeret tangan Ashoka dari pinggir sumur ke hadapan Raja Bindusara. Raja yang sedang menatap surat ditangannya sambil berpikir, melihat Sushima, ia langsung menggulung kembali surat itu. Begitu sampai dihadapannya, ia bertanya, “Sushima, kenapa kau menyeret Ashoka dengan cara seperti itu nak!”.

Sushima menatap tajam Raja Bindusara, “Karena aku ingin menghabisi segalanya ayah”. Ashoka mengernyitkan wajahnya yang tak bersemangat melihat sikap Sushima. Raja Bindusara heran dengan ucapan Sushima, “Maksudmu?”. Sushima menjelaskan sambil melihat Ashoka disampingnya, “Maksudku adalah aku ingin mencabut dari akar segala permusuhan irihatiku dengan Ashoka. Ayah pasti berfikir, aku ini seorang pangeran, kenapa aku harus iri padanya. Tapi iri hati inilah yang membuatku berprilaku buruk padamu Ashoka”. Ashoka tetap menunjukkan wajah tak bersemangat.

Ashoka episode #48 03

Raja Bindusara memperhatikan Sushima yang terlihat sangat rendah hati dengan ucapannya, “Ayah telah memberikan penghormatan dan penghargaan begitu besar pada aku, hingga aku tidak tahan melihat semua ini. Ashoka, kau mungkin tidak tau betapa sulitnya menjadi putra seorang penguasa. Pertama mereka begitu sibuk dengan tugas-tugas kerajaan dan ditambah lagi, dengan adanya keluarga besaar, lalu kau datang. Ayah menerimamu sebagai seorang sahabatnya. Aku hanya merasa, kenapa, ayah tidak meluangkan waktunya untukku saja, apa perlunya memberikan kepentingan anak sederhana sepertimu. Padahal aku selalu siap meluangkan waktuku untuk bersama dengan ayahku, aku inginkan itu, karena itulah aku iri padamu Ashoka. Aku selalu mencari sebuah kesempatan untuk bisa menghinamu, menyakiti perasaanmu, tapi ternyata aku salah. Aku tidak mengerti, bahwa orang yang sangat disayangi oleh ayahku itu, aku juga harus menghormatinya. Karena dengan menghina kau itu berarti aku juga menghina ayahku sendiri. Dan itu membuatnya sangat sedih”, sambil melihat Raja Bindusara yang tak menyangka Sushima sudah bersikap bijak.

Ashoka hanya menatap Sushima dengan tatap sedih dengan ekspresi datar. Sushima merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada, “Karena itulah Ashoka, hari ini, aku ingin minta ma’af padamu. Tolong ma’afkan aku Ashoka”. Ashoka membuka mulutnya, menarika nafas , ekspresi yang bisa diartikan ‘o, dari tadi, ternyata ujung dari sikap Sushima yang tak biasa itu, ini toh’.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Sushima Minta Ma’af, Pura-Pura Baik, Mendorong Ashoka ke Jurang

  1. Ping-balik: Ashoka: Raja Bindusara Menyelamatkan Ashoka Dari Jurang, Membujuk Agar Ikut ke Pathaliputra | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s