Serial Ashoka

Ashoka: Membenci Kata Ayah, Bindusara Meminta Ma’af, Dharma Kaget, Helena Melihat ‘Kebodohan’ Justin


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka mengenalkan tanaman dan buah yang bisa dimanfaatkan bagi tubuh, yang di dapat dihutan kepada Yang Mulia Bindusara. Mereka kemudian makan bersama, Ashoka mengenang makanan lezat buatan ibu bersama Raja Bindusara, Chanakya mengajak Dharma melihat Ashoka ke pondoknya. Chanakya menyerahkan keputusan pada Dewi Dharma, yang ingin memberitau Bindusara bahwa dia masih hidup dan Ashoka adalah putranya. Masalahnya, Ashoka sangat membenci kata ayah, karena Dharma tidak pernah mau bercerita tentang ayahnya, walau Ashoka bertanya. Walau Dharma sudah di depan pintu pondoknya, ia belum masuk, ia hanya mengintip dari celah-celah pintu melihat dan mendengar kebersamaan Ashoka dan Bindusara.

Ashoka episode #46 00

Sinposis serial Ashoka episode #46, Ashoka melihat bayangan ibunya di pintu dan memanggil, “Ibu”. Raja Bindusara yang juga menoleh ke arah pintu bergumam, “Ini tidak mungkin”. Diluar pondok, Dharma yang mendengar derap langkah kuda yang mendekat, menoleh, dari jauh ia melihat Khorasan dan satu panglima lagi diatas kuda yang lain, serta dikawal masing-masing satu prajurit, sedang menuju ke pondoknya. Mata Dharma terbelalak, aroma bahaya seperti empat belas tahun lalu ia rasakan. Dahrma langsung menyampirkan selendangnya ke kepala, beranjak bersembunyi dibalik tumpukan ilalang kering yang ada di halaman rumahnya itu.

Ashoka episode #46 01

Raja Bindusara yang juga melihat bayangan di pintu, bergegas keluar pondok diikuti Ashoka, mereka melihat ke sekeliling halaman, kosong, tak ada sesiapa. Dari balik tumpukan tinggi ilalang kering yang dibelakang Ashoka, Dharma mengintip Ashoka dan Bindusara yang merasakan kehadirannya, dan sedang mencarinya, sayangnya mereka antara setengah yakin, hingga tak melihat ke balik tumpukan ilalang kering yang terikat.

Saat Dharma mengawasi keduanya, Bindusara yang wajahnya mengernyit juga langsung menoleh ke arah Dharma bersembunyi, tapi dengan cepat, Dharma menarik wajahnya agar tak terlihat. Bindusara dan Ashoka masih berdiri di dekat pagar sambil memperhatikan sekeliling, tapi tidak ke belakang mereka, bagian samping pondok. Dharma mengangkat tangan seperti ingin meraih Ashoka ke pelukannya.

Ashoka episode #46 02

Karena tidak melihat sesiapa, Ashoka menoleh ke Bindusara yang juga menoleh ke arahnya, mereka sama-sama tak bersuara, mungkin yang mereka lihat sebelumnya itu hanya efek dari pembicaraan mereka. Bindusara pun melangkah masuk ke pondok diikuti Ashoka yang kemudian menutup kembali pintu pondok.

Dharma mengintip lagi, Kuda Khorasan dan seorang panglima lain sampai di halaman, diluar pagar. Mereka turun dan memasuki halaman pondok, dipintu pagar, Khorasan bicara pada Akhramat, “Hari ini kau akan percaya, bahwa Yang Mulia tidak bisa menolak permintaanku”. Akhramat menjawab, “Kalau Yang Mulia menanyakan alasannya kalau kau ingin menjatuhiku hukuman, apa yang akan kau lakukan”. Khorasan mengangkat dagunya dengan sikap sombong, “Lihat saja sendiri”. Kemudian melangkah masuk ke dalam pondok diikuti Akhramat.

Ashoka episode #46 04

Di dalam pondok, Raja Bindusara duduk di atas bale-bale, dianggap seperti singgasananya, sementara Khorasan, Akhramat, juga Ashoka, berdiri dihadapannya, mereka seperti sedang melakukan sidang kecil.

Khorasan mulai bicara, “Aku tidak memerlukan wakilku yang telah berani melanggar perintahku”. Raja Bindusara memperhatikan keduanya. Ashoka juga ikut memperhatikan dua orang yang sedang berperkara tersebut.

Akhramat bersuara, “Yang Mulia, memang benar aku telah melanggar perintahnya, tapi yang pasti, aku juga punya alasannya”. Khorasan langsung memperlihatkan kekuasannya, “Setiap panglima punya hak agar dia bekerja dengan caranya sendiri”. Khorasan melihat ke arah Bindusara, “dan aku juga punya hak yang demi keamanan anda, aku bisa melakukan apa saja”. Bindusara tercenung, Ashoka menatap Khorasan dengan wajah mengernyit.

Khorasan menambahkan ucapannya dengan mengingatkan apa yang telah diperbuatnya, “Setelah bekerja jujur sekian tahun, jika ada orang yang mencurigaiku, lalu, maka aku tidak butuh orang seperti itu dalam pasukanku”. Akhramat heran dengan ucapan Khorasan, ia berusaha menjelaskan masalah yang sebenarnya, “Yang Mulia, aku hanya,,”. Tapi sayang, Raja Bindusara tak memberinya kesempatan bicara, “Apa yang kau lakukan, secara aturan, apa yang kau lakukan ini adalah melawan”. Akhramat terkejut mendengar ucapan Raja yang tak hanya mendengar sepihak, tanpa mendengar alasannya. Khorasan melirik Akhramat dengan senyum penuh kemenangan.

Ashoka episode #46 05

Raja Bindusara mengingatkan Akhramat, “Dan dengan mempertanyakan niat Mir Khorasan, kau tidak memberikan contoh yang baik pada prajurit yang lain dan itu aku tidak suka”. Akhramat tertunduk, jadi tak berniat untuk menjelaskan duduk persoalannya lagi. Ashoka hanya mendengar, ini permasalahan intern Raja dan anak buahnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Membenci Kata Ayah, Bindusara Meminta Ma’af, Dharma Kaget, Helena Melihat ‘Kebodohan’ Justin”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.