Ashoka menarik tali busurnya, panah melesat jau dari sasaran. Raja Bindusara mengangguk-angguk memperhatikan. Ashoka mengambil anak panah lagi, memasang ke tali busur, mengarahkan ke sasaran, menarik tali busur, melepaskannya, panah tetap jauh dari sasaran.

Ashoka episode #47 13

Melihat itu, Ashoka buka suara, “Aku sudah bilang pada anda, aku tidak mau ke Pathaliputra, dan aku tidak mau masuk ke sekolah bangsawan. Dan aku mengangkat busur ini, karena anda menantangku untuk membidik sasaran itu”, kemudian mengambil satu anak panah lagi.

Raja Bindusara merespon Ashoka, “Dan aku ingin melihat, anak panah yang kau lesatkan, jatuh disasaran sebelah mana”. Ashoka menarik tali busur lagi, melepas anak panah, dan jatuhnya tidak jauh-jauh dari panah sebelumnya yang sudah dilepaskannya.

Ashoka makin penasaran, kenapa dia tidak bisa juga. Raja Bindusara mengangguk-angguk. Ashoka bingung, “Aku tidak mengerti, dimana letak kesalahanku”. Raja Bindusara tersenyum, bangkit dari duduknya, melangkah ke belakang Ashoka.

Ashoka episode #47 14

Raja Bindusara mengambil sebuah anak panah, menuntun tangan Ashoka menaroh anak panah dibusur, memberi aba-aba, sambil memegang busur dan melakukannya bersama, “Tarik talinya, pusatkan perhatian, diam, dan jangan pikirkan apapun, saat ini hanya ada, dirimu dan sasaran di depanmu itu. Kalau kau sudah yakin fokus pada sasaran, lepaskan talinya, Sekaraanng, lepaskan”.

Anak panah melesat ke jerami terikat, masih diluar daun yang ditempelkan, tapi Raja Bindusara mengapresiasi, “Bagus sekali, kau lihatkan, tidak ada gunanya berputus asa”. Ashoka juga tersenyum melihat anak panah yang dilepasnya ada kemajuan.

Ashoka episode #47 16

Raja Bindusara memberi semangat, “Lakukan setiap pekerjaan ada caranya Ashoka, Dan kalau latihannya bertambah, pengalaman juga bertambah nantinya. Dan orang itu menjadi mahir dalam setiap pekerjaan”. Ashoka menunjukkan wajah setuju dengan ucapan Yang Mulia Bindusara. Raja Bindusara mengambil satu anak panah lagi, “Sekarang kau sendiri yang membidik anak panahnya”, sambil memberikan ke tangan Ashoka.

Ashoka episode #47 17

Raja Bindusara tetap berdiri dibelakang Ashoka, tapi tidak menuntun setiap gerakan lagi, hanya memberi aba-aba, “Bidik sasarannya, tarik talinya, pusatkan perhatian, sekaraang, lepaskan talinya”.

Ashoka melepaskan anak panah dari busur yang dipeganganya, anak panah melesat menuju sasaran, menancap di daun urutan kedua. Raja Bindusara memberikan penilaian, “Bagus sekali, hebat sekali”, sambil tersenyum bangga. Ashoka juga menunjukkan sikap bangga atas hasil yang dicapainya. Gaya yang mereka tunjukkan terhadap sikap bangga, semakin terlihat mempunyai kemiripan saat berdiri bersisian begitu.

Ashoka episode #47 19

Di hutan, Chanakya yang diberi kesempatan berpikir oleh Dewi Dharma bicara pada Radhagupt, “Entah bagaimana aku mengajak Dewi Dharma ke Pathaliputra”. Radhagupt menyampaikan apa yang dipikirnya, “Pertanyaan itulah yang menggangguku dari tadi Acharya. Bagaimana jika Mir Khorasan mengenali Dewi Dharma, dan bagaimana jika Yang Mulia Bindusara dan Ashoka juga mengenali ibunya”.

Chanakya merespon Radhagupt, “Pertanyaan itu juga yang menghantui aku. Kali ini akan sulit bagiku menyembunyikan Dewi Dharma. Dan aku sama sekali tidak punya pilihan untuk menjaga keamanannya”. Radhagupt dan Chanakya termangu berpikir.
Chanakya melihat ke arah Dewi Dharma yang memegang kendi untuk seorang pelayan wanita yang sedang minum. Chanakya mengagguk sedikit melihat pemandangan itu.

Ashoka episode #47 20

Di depan pondok, Ashoka sedang menyiram halaman dengan air dengan menggunakan wadah kecil yang ditutup telapak tangan, disentakkan dengan sedikit ayunan, hingga air muncrat seperti air hujan jatuh ke tanah. Ashoka melakukannya dengan wajah gembira.

Raja Bindusara yang baru muncul heran dengan sikap Ashoka itu, ia berdiri di depan pagar, “Apa yang sedang kau lakukan Ashoka”. Ashoka yang mau mengambil air lagi ke tong kayu besar, terpeleset dikit, ia cepat berpegangan pada pinggir tong kayu, Raja Bindusara spontan menunjukkan rasa khawatir, “Hati-hati”. Ashoka menoleh. Raja Bindusara bertanya, “Apa tujuanmu”.

Ashoka mengisi gerabah kecil ditangannya lagi, menjelaskan, “Agar anda tidak merasa kepanasan disini”. Raja Bindusara terharu. Ashoka meneruskan pekerjaannya menyiram-nyiram halaman, “Ibu juga suka menyiram air untuk mengurangi udara yang panas. Lalu bau tanah yang unik itu, benar-benar sangat menyenangkan Yang Mulia, karena itulah aku menyiramnya dengan air, supaya anda merasa tenang disini”, sambil tersenyum lebar. Raja Bindusara berdiri terharu melihat perhatian Ashoka yang tulus, ada perasaan tenang yang menjalarinya, ia tercenung. Ashoka melanjutkan pekerjaannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :