Ashoka episode #47 06

Raja Bindusara mengangguk meyakinkan, “Ya, Ashoka”. Ashoka melepaskan pegangan tangannya pada tangkai kampak. Raja Bindusara mendekat ke hadapan Ashoka, menyodorkan tangannya, “Inilah janjiku”.

Ashoka menatap lama Raja Bindusara, mengangkat tangannya, membalas menggenggam tangan Bindusara, tanda dia menerima janji yang diberikan. Raja Bindusara menarik Ashoka kedalam pelukannya. Ashoka menengadah menatap Raja Bindusara, mereka saling melihat kedalam mata masing-masing, saling mengerti. Raja Bindusara merasa lega Ashoka sudah tersenyum lagi. Mereka semakin akrab secara emosional.

Ashoka episode #47 07

Di dalam hutan, dimana rombongan Chanakya sedang beristirahat menyusun recana selanjutnya. Chanakya mendekati Dharma yang berdiri di bawah sebatang pohon sedang menyendiri, “Dewi, kau tau benar, saat ini Pathaliputra adalah tempat yang sangat tidak aman untukmu”.

Dharma menatap Chanakya,”Kau tau Acharya, bagiku maut adalah bukan yang datang pada malam itu dalam bentuk sebuah siasat, karena setelah malam itu, aku mati setiap hari dengan berpikir, apa yang dialami Ashoka tanpa diriku. Melewati beberapa hari tanpa melihat Ashoka, itu kehidupan yang lebih buruk daripada maut”.

Dharma melihat ke arah lain, “Aku tidak mau hidup seperti itu lagi, meskipun hidupku singkat, tapi aku ingin hidupku bahagia, dengan melihat suamiku dan juga Ashoka hidup bersama”. Chanakya mencoba melunakkan keinginan Dharma, “Dewi, aku berjanji padamu, aku akan memberikan kabar tentang mereka berdua setiap saat”. Dharma menatap Chanakya, “Aku tidak mau kabar Acharya, aku ingin putraku, aku ingin melihat dia, aku ingin melindungi dia”.

Chanakya menjelaskan dengan sabar, “Masalahnya bukan hanya keamananmu Dewi, bagaimana dengan keamanan Ashoka”. Dharma bersikeras dengan kemauannya, “Jika aku tidak kembali, apakah musuh-musuh Ashoka akan diam? Apakah Ashoka juga akan aman?”. Chanakya memberitau, “Dewi, untuk setiap hal ada satu saat yang tepat”.

Ashoka episode #47 09

Dharma melangkah menjauh beberapa langkah dari Chanakya, merespon, “Apa yang baik Acharya, putraku akan menjalani hidup yang penuh penderitaan bahwa ibunya sudah tiada, apakah itu baik? Apakah itu bukan penganiayaan bagi putraku? Apakah itu bukan penyiksaan?”.

Chanakya melangkah mendekat ke samping Dharma, “Cobalah kau pikir Dewi, jika kau bertemu dengan Ashoka, Ashoka pasti akan bertanya bagaimana kau bisa hidup, lalu apa yang akan kau katakan. Dia akan bertanya juga, jasad wanita yang ditemukan, siapakah wanita itu, lalu apa yang bisa kau jawab. Dia juga akan bertanya, dijasad wanita itu, kenapa ada perhiasanmu dan pakaianmu juga, apa yang akan kau jawab Dewi. Apa kau bisa menjawabnya? Anggap saja kau jawab bahwa wanita itu ditempatkan untuk menjagamu. Ashoka pasti akan bertanya kenapa. Apa pentingnya hal itu”. Dharma terdiam mendengar penjelasan Chanakya.

Ashoka episode #47 11

Chanakya menyimpulkan ucapannya, “Dewi, semua tanya jawab tentang hal ini, akan berhenti disatu tempat Dewi, bahwa kau adalah istrinya Yang Mulia Bindusara”. Dharma menatap Chanakya, baru ngeh juga. Chanakya menambahkan, “Akibat munculnya kebenaran ini adalah pemberontakan! Sasaran dari ibu suri Helena, Permaisuri Charumitra, Permaisuri Noor, Sushima, dan Mir Khorasan adalah Yang Mulia Bindusara dan Ashoka. Dan aku tidak ingin Ashoka jauh darimu Dewi, atau kau jauh dari Ashoka”.

Chanakya melepaskan pegangan tongkatnya, menyandarkan ke bahunya, merapatkan kedua telapak tangan di depan dada, “Aku mohon padamu Dewi, berilah aku, satu kesempatan lagi. Untuk berpikir bagaimana aku utarakan kebenaran ini pada Ashoka, dan bagaimana mengendalikan situasi ini. Dan karena itulah aku ingin kau tinggal di tempat yang aman Dewi”.

Dharma tetap dengan keputusannya, “Aku tetap akan pergi ke Pathaliputra, itu sudah pasti. Walau aku tidak bisa memberitau kenyataan bahwa aku masih hidup, walau aku tidak bisa bicara dengannya, walau aku tidak bisa menghapus air matanya, tidak bisa memeluknya, tapi aku bisa melihat dia setiap hari. Seberapa lamapun aku hidup, aku ingin melihat Ashoka tumbuh besar dibawah pengawasan ayahnya dan kasih sayang ayahnya. Sekarang keputusan ada ditanganmu, kau akan ajak aku ke Pathaliputra, atau aku akan pergi sendiri”. Dharma melangkah menjauh meninggalkan Chanakya untuk berpikir. Chanakya terpana melihat ibu yang sama susahnya untuk ditundukkan dengan anaknya.

Ashoka episode #47 12

Di pondok, Ashoka mengangkat busur ke arah ikatan jerami kering yang sudah diberi target berupa daun dan bulatan kepala dipuncaknya, sambil diawasi oleh Raja Bindusara yang duduk tak jauh dari tempatnya membidik.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :