Ashoka: Bindusara Semakin Akrab. Semua Pertanyaan Berhenti di Satu Titik, Dharma Istri Raja


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, diskusi Ashoka dan Raja Bindusara yang awalnya mempertanyakan keputusan Raja memecat seorang panglimanya hanya berdasarkan keterangan sepihak Mir Khorasan, merembet ke soal ayah. Ashoka membenci kata ayah, Bindusara meminta ma’af, Dharma kaget, Helena melihat kebodohan Justin dengan mencintai Noor, ia tidak terima dan berniat mengakhiri hidup, Justin mencegahnya.

Ashoka episode #47 00

Sinopsis serial Ashoka episode #47, Chanakya bertanya pada Dharma yang masih menangis selamat dari kejaran Khorasan, “Kenapa kau lari melihat Mir Khorasan, dia tidak mengenalmu”. Dharma memberitau, “Mir Khorasanlah orangnya yang empat belas tahun lalu membunuh ayahku, yang berusaha membunuhku dengan mengatakan dia disuruh oleh Yang Mulia. Dia orangnya. Walaupun dia tau bahwa aku sedang hamil, tapi dia sama sekali tidak merasa kasihan sedikitpun kepadaku. Dia tetap menyiksaku”.

Ashoka episode #47 01

Dharma membayangkan kejadian empat belas tahun lalu yang dialaminya. Dari atas kudanya, Khorasan memberi komando pada anak buahnya, ‘bakar saja gubuknya!’, sambil menangis, “Dia tidak mengasihaniku”.

Chanakya terkejut mendengar pengakuan Dharma, begitu juga dengan Radhagupt dan Isvarni. Chanakya menyimpulkan, “Ini berarti, Mir Khorasan telah berusaha membunuhmu sebelum ini. Mungkin juga serangan yang terjadi pada malam itu, dialah yang telah mengaturnya”. Dharma terbelalak kaget mendengar kemungkinan yang disampaikan Chanakya.

Chanakya terus menganalisa kejadian yang dialami Dharma, “Dan karena itu, untuk membunuhmu, sekarang dia mengikutimu Dewi. Kau tidak aman lagi disini Dewi. Tidaklah aman!”. Dharma kaget, matanya terbelalak, nafasnya mendadak terasa sesak.

Ashoka episode #47 02

Chanakya memberitau, “Jika Mir Khorasan mencurigaimu ada disini, sambil mencari, aku sangat yakin dia bisa datang kesini”. Chanakya berpikir, “Kalau begitu, aku harus mencarikan tempat yang aman bagimu. Dimana ada orang-orang kepercayaanku yang bisa menjagamu”.

Chanakya menoleh ke Radhagupt, “Kita harus berusaha mencari tempat paling aman bagi Dewi Dharma. Kita juga harus memikirkan, siapa yang akan melindungi dia, siapa yang mengawasinya dan di desa mana”. Dharma yang merespon ucapan Chanakya, “Pathaliputra”. Chanakya menoleh kaget ke arah Dharma, begitu juga dengan Radhagupt dan Isvarni.

Dharma menatap tajam Chanakya yang bengong. Chanakya perlu meyakinkan dirinya, “Dewi, kau yang mengatakan ini?”. Dharma meyakinkan, “Iya, Acharya. Aku ingi ikut ke Pathaliputra”. Chanakya kebingungan memikirkan jalan keluarnya, Dharma menunggu keputusan Chanakya.

Ashoka episode #47 03

Di hutan bagian lain, Sushima bertanya pada prajurit yang memandu perjalannyan, “Ada apa, kenapa berhenti disini”. Si prajurit memberitau alsannya, “Pangeran, kuda-kuda ini perlu istirahat dulu”. Sushima berkata, “Tidak boleh berhenti. Kita tidak boleh berhenti sampai kita sampai pada tujuan kita. au mengerti!”. Si prajurti mengangguk.

Sushima membathin, ‘Ashoka tidak tau apa yang akan kulakukan padanya’. Sushima tersenyum sendiri, kemudian memberi aba-aba pada rombongannya dengan wajah serius, “Ayo kita jalan!”. Rombongan Sushima pun meneruskan perjalanan.

Ashoka episode #47 05

Ashoka membelah kayu diluar halaman pondoknya dengan kampak. Ia seperti meluapkan amarahnya. Raja Bindusara keluar pondok menemui Ashoka, bicara, “Tidak adil kau melampiaskan amarahmu padaku atas perbuatan ayahmu”. Ashoka menoleh sesaat, sambil terus mengkampak kayu-kayu bakar dihadapannya. Raja Bindusara memperhatikan Ashoka yang tak meresponnya.

Raja Bindusara bicara lagi, “Ma’afkan aku Ashoka, aku tidak bermaksud untuk berpihak pada pria yang telah menyakitimu dan juga ibumu itu”. Ashoka mendengus sebentar, kemudian mengayunkan kampak ditangannya. Raja Bindusara terus bicara, “Maka seandainya saja aku tau, siapa orangnya, akan menghukum dia seberat-beratnya”. Ashoka menghentikan kegiatannya mengkampak kayu, menatap ke depan dengan tatap an tajam seperti tatapan singa miliknya, menoleh ke Raja Bindusara, berdiri tegak untuk melihat keyakinan atas ucapan sang raja.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Bindusara Semakin Akrab. Semua Pertanyaan Berhenti di Satu Titik, Dharma Istri Raja

  1. Ping-balik: Ashoka: Sushima Minta Ma’af, Pura-Pura Baik, Mendorong Ashoka ke Jurang | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s