Ashoka: Mengenang Makanan Lezat Buatan Ibu Bersama Raja Bindusara, Chanakya Mengajak Dharma Melihat Ashoka


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Permaisuri Charumitra marah pada pelayan yang tidak menemukan boneka guna-guna miliknya, yang rencananya mau tuduhkan pada Permaisuri Subrasi. Ternyata, boneka itu ditemukan ibu suri Helena dan menggunakannya untuk menekan Charumitra agar nurut pada apa maunya. Charumitra tidak punya pilihan, karena Helena memegang bukti kelemahan Charumitra. Chanakya bertemu Dharma, masih hidup, saat ia mengejar wanita yang dikira Nirjara yang telah berkhianat. Ternyata yang terbunuh dan dikremasi Raja Bindusara yang dikira jasad Shubadrangi atau Dewi Dharma adalah jasad Nirjara. Dharma minta diantarkan menemui Ashoka.

Ashoka episode #45 00

Sinopsis serial Ashoka episode #45, Di istana, di salah satu ruangan, Helena mencari tanggal baik bersama seorang pendeta, “Bukan tanggal yang begitu jauh Tuan, aku minta tanggal yang dekat. Aku ingin, jika Yang Mulia pulang, aku ingin mengumumkan pernikahan Pangeran dan Putri Agnishikha. Ikatan ini akan sangat baik demi Magadh”.

Justin yang baru muncul di ruangan itu terkejut, “Mitira”, dengan wajah tanpa senyum. Helena berdiri, senyumnya hilang, “Justin”. Justin mencari tau, “Apa yang terjadi Mitira?”. Helena menjawab dengan senyum, “Kau datang tepat waktu, ada kabar yang sangat gembira, Raja Ujjayani telah menerima lamaranmu untuk menikahkan keponakannya dengan dirimu”. Ded! Justin serasa disambar petir, menatap tajam Helena, “Siapa yang mengirim lamaran ini padanya”. Helena menjawab, “Aku. Aku adalah ibumu, aku punya hak untuk itu”.

Ashoka episode #45 01

Justin menahan marah, “Tapi sebelum mengambil keputusan penting tentang hidupku, kau malah menganggap tidak penting untuk memberitau aku!”. Helena gelagapan, mengangkat tangan, meminta yang ada diruangan tersebut untuk keluar, “Pergilah”. Semua pelayan dan juga pendeta meninggalkan ruangan.

Helena bicara pada Justin, “Kau jangan bicara seperti orang bodoh. Apakah kau tau, betapa pentingnya hubungan ini bagi kita semua”. Justin menunjukkan wajah kesal, “Huhh, aku sama sekali tidak menyangka, untuk mencari dukungan ini, kau tega sekali menjualku”. Helena marah, “Justin! Jika aku merasa, aku telah menjual dirimu, maka kaupun bukan menjual diriku sekali, tapi kau melakukan sering kali! Untukmu! Untuk masa depanmu! Bukan demi diriku, tapi mengantarmu menjadi seorang pewaris hal ini sangat penting!”.

Justin menatap ibunya dengan ekspresi marah. Helena meredakan marahnya dengan cepat, menarik nafas, “Bukan hanya aku, kakekmu juga mempunyai pendapat yang sama. Apa masalahnya jika kau menikah, katakan!”. Justin memberitau, “Masalahnya adalah, aku tidak mencintai dia”. Helena mengernyitkan wajahnya, “Apa kau mencintai orang lain?”.

Ashoka episode #45 02

Justin terpana. Helena terkejut melihat ekspresi yang ditunjukkan putranya itu, ia tau anaknya menyimpan sesuatu, “Siapa dia Justin?”. Pandangan Justin tak berani menatap ibunya. Helena bertanya sekali lagi dengan nada tegas, “Justin!”. Yang ditanya terlihat gelagapan, “Tidak Mitira, aku, tidak mencintai siap-siapa! Tapi maksudku, menikah tanpa cinta itu, itu hal yang tidak baik Mitira”.

Helena yang memperhatikan ekspresi Justin tak semudah itu percaya, ia berkata, “Kau menikahinya hanya untuk memenuhi tujuanku saja! Kau cinta atau tidak, itu tidak penting untukku! Sekali kenyataan itu menjadi milikmu, aku tidak bisa memilih gadis sembarangan sebagai permaisurimu. Kita tidak pernah mencapai tujuan kita sampai sedekat ini dengar itu baik-baik Justin. Satu kesalahan saja, kau bisa menghancurkan segalanya, segalanya! Dan ini, tidak akan bisa ku terima”. Justin menatap ibunya tak percaya. Helena menatap dengan tatapan penuh keyakinan.

Helena memberi saran, “Jika ada seseorang, inilah kesempatannya, buang dia sebagai duri di penghalang jalanmu! Ingat itu baik-baik!”. Justin terbelalak. Helena bicara lagi, “Sebenarnya aku tidak mau ikut campur dalam kehidupanmu! Jangan membuat aku tidak punya pilihan, jangan lakukan itu Justin”, sambil menggertakkan geraham dan wajah mengandung ancaman, kemudian bergegas pergi. Justin yang tercenung, menahan amarah, kecewa, hanya bisa menatap ke arah ibunya pergi.

Ashoka episode #45 04

Di pinggir danau, Chanakya dan rombongannya yang sudah bersiap mengantar Dharma untuk bertemu Ashoka, mendengar kegelisahan Dharma, “Pembawa kabar itu tidak mengatakan siapa yang menyuruh dia. Aku tidak tau siapa para pembunuh itu, mereka semua menutup wajah mereka”.

Chanakya menenangkan, “Siapapun mereka, pasti bisa kami cari. Dan sebaiknya, kau duduk saja”, sambil mempersilahkan dengan gerakan tangan agar Dharma naik ke kereta. Dharma dan adik Nirjara pun naik ke kereta. Rdhagupt dan Chanakya naik kuda. Beberapa prajurit yang mengawal mereka jalan kaki.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan