Ashoka: Raja Bindusara Cukup Menjadi Sahabat, Bukan Ayah- Charumitra Menyembunyikan Boneka Guna-Guna


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Mir Khorasan mengatakan Ashoka jadi gila karena kematian ibunya hingga menganggap batu sebagai ibunya. Ashoka marah, ibunya dianggap batu, Bindusara menyadarkan, rencana Helena untuk keturunan Maurya disampaikannya ke Raja Ujjayani, ia berniat menghabisi semua keturunan Maurya kecuali Justin yang akan duduk di tahta kerajaan. Ashoka akhirnya menangis di dada Bindusara setelah mengucapkan semua kekeceweaan yang dirasakannya.

Ashoka episode #43 00

Sinopsis serial Ashoka episode #43, Ashoka yang kelelahan karena marah-marah dan mengeluarkan semua emosi yang selama ini ditahan, akhirnya tertidur. Raja Bindusara menungguinya dengan duduk dipinggir tempat tidur sambil mengusap kepala dan wajah Ashoka. Raja Bindusara menatap dengan sedih wajah Ashoka yang terlihat letih.

Ashoka episode #43 01

Ashoka ternyata belum tenang juga dalam tidurnya, ia langsung tersentak kaget, terduduk, “Siapa!”. Raja Bindusara terkejut menatap Ashoka yang menderita secara emosional. Ashoka yang terbangun terduduk, terpana dengan nafas tersengal. Raja Bindusara memintanya untuk istirahat kembali, “Tidurlah nak”.

Ashoka yang sedih menjawab, “Setelah bangun dari tidur, tidak ada harapan untuk mimpi itu jadi kenyataan Yang Mulia”. Raja Bindusara menunjukkan wajah bersimpati, “Kau tau Ashoka, “Aku tidak pernah melihat ibumu. Aku tidak mendapat kesempatan untuk lebih mengenal dia, aku juga tidak punya kenangan terhadap dirinya. Tapi kau punya kenangan itu, dan kenangan itu tidak akan bisa dirampas oleh siapapun”. Ashoka hanya diam mendengar.

Raja Bindusara bicara untuk lebih menenangkan Ashoka, “Kau juga tau, apa yang diharapkan oleh ibumu darimu, karena impian apapun yang dimilikinya. Jadi kalau kau bisa memenuhi apa yang menjadi impiannya, berarti dia tetap hidup untukmu. Itu yang harus kau ingat, dengan perbuatanmu dan dengan pemikiranmu”. Ashoka tetap menatap kosong dan tertunduk, tak bersemangat.

Raja Bindusara terus memasukkan pemikiran positif, “Lain kali jangan mengatakan kalau kau seorang diri. Aku akan selalu bersamamu, dan akulah yang bertanggung jawab membesarkan dan mengasuhmu sekarang. Aku akan menjagamu seperti seorang ayah untukmu”. Ashoka yang dari tadi diam mendengar, mengangkat satu tangannya, sebagai tanda menolak, “Tidak Yang Mulia. Di dalam hatiku, aku hanya punya kebencian bagi ayah”. Raja Bindusara terkejut mendengar kejujuran Ashoka yang satu ini.

Ashoka episode #43 03

Ashoka merapatkan kedua tangannya di depan dada, “Karena itu aku mohon pada anda, anda cukup menjadi sahabatku, bukan ayahku”. Raja Bindusara terpana, tak bisa berkata-kata.

Ashoka yang masih menyimpan kemarahan, menyingkirkan selimut dan tun dari tempat tidur, pergi keluar pondoknya. Raja Bindusara yang masih terpana mendengar beban yang disimpan Ashoka selama ini dalam hatinya terhadap sosok ayah, hanya bisa menatap punggung Ashoka.

Di istana, Permaisuri Charumitra yang menutup mulut dengan selendangnya memasuki sebuah ruangan dengan pelayannya yang langsung menutup pintu. Charumitra berkata, “Kau yang melindungiku, dengan memberitau kabar ini, akan segera mendapatkan imbalannya”. Pelayan menjawab, “Terima kasih permaisuri, meski aku sudah menjadi pelayan permaisuri Noor, tapi aku tetap setia pada anda”. Mereka sibuk mencari tempat yang dirasa cocok.

Charumitra terkesan terburu-buru, “Aku harus menyembunyikan ini, dimana, suatu tempat, supaya tidak bisa ditemukan orang”, dengan wajah tegang sambil memegang boneka hitam kecil yang selama ini digunakannya sebagai perantara untuk menyakiti permaisuri Noor.

Ashoka episode #43 05

Di luar ruangan, dua orang pelayan saling berpapasan. Pelayan yang lebih muda menyapa, “Hei, Bibi Laksmi, bukankah hari ini kau akan bertemu untuk pernikahan putrimu, belum berangkat juga”.

Bibi Laksmi menjawab, “Nanti sore, aku mau berangkat, tapi sebelum aku pergi, aku pikir, aku mau membuatkan ladu untuk Dhrupad. Sejak awal, permaisuri terlihat sangat tenang, dia tidak pernah meminta apapun dariku. Dan disini semua orang hanya memperhatikan Pangeran Sushima dan Pangeran Siyamak tidak ada yang memperhatikan Pangeran Dhrupad. Baiklah, aku pergi dulu, aku buru-buru”. Laksmi pun melanjutkan langkahnya membuka pintu ruangan yang tadi dimasuki Charumitra.

Laksmi mau menutup rapat pintu, saat dia mendengar ada yang terjatuh, ia pun memperhatikan, pelayan Charumitra yang tadi terjatuh dari bangku tempatnya berpijak naik lagi untuk bisa menggapai rak yang tinggi. Charumitra yang berdiri dibawah, menyodorkan boneka kecil hitam ditangannya untuk disembunyikan.

Laksmi yang memperhatikan apa yang diperbuat dua orang itu, terkejut melihat boneka yang teracung itu, ia langsung bersuara, “Bukankah itu boneka untuk guna-guna?”. Charumitra terbelalak kaget, ia membalikkan badan. Laksmi makin kaget lagi melihat siapa yang memegang boneka guna-guna tersebut, “Permaisuri?”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Raja Bindusara Cukup Menjadi Sahabat, Bukan Ayah- Charumitra Menyembunyikan Boneka Guna-Guna

  1. Ping-balik: Ashoka: Helena Memegang Bukti Kelemahan Charumitra, Chanakya Bertemu Dharma, Masih Hidup | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s