Ashoka: Marah ‘Ibunya’ Dianggap Batu, Bindusara Menyadarkan-Rancana Helena Untuk Keturunan Maurya


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Raja Bindusara yang bertemu lagi dengan Ashoka dihutan, ketika Ashoka terjatuh dari pohon saat memetik buah dan ditangkap Raja Bindusara, mereka bahagia bisa saling bertemu kembali. Ashoka mempertemukan Raja Bindusara dengan ‘ibunya’, Helena melakukan perjalanan ke kuil yang dekat wilayah Ujjayani saat Bindusara tak berada di tempat. Itu hanya perjalanan mengelabui, karena ia dan ayahnya Nicator mengadakan janji pertemuan dengan Rajaajiraaj. Ashoka ternyata mempertemukan Raja Bindusara dengan patung batu yang diberi selendang ibunya.

Ashoka episode #42 00

Sinopsis serial Ashoka episode #42, Mir Khorasan mencoba menyadarkan Ashoka yang sepertinya tidak bisa membedakan realita dan khayalannya tentang keberadaan ibunya, tapi menggunakan bahasa yang kasar, “Kau sudah gila anak kecil! Ini bukan ibumu, ini sebongkah batu!”. Tangan Ashoka langsung terkepal, wajahnya penuh kemarahan menatap Mir Khorasan. Raja Bindusara dan Panglima satunya lagi melihat kemarahan itu.

Ashoka menegaskan pada Mir Khorasan, “Anda bilang apa!”. Khorasan menjawab, “Inilah kenyataannya, ibumu sudah meninggal, kau jadi gila karena kematian ibumu, hingga sebongkah batu kau anggap ibumu!”.

Ashoka memegang kedua lengan Mir Khorasan, mengguncangnya, “Bagaimana kau berani mengatakan ibuku sebagai batu!”, dengan kemarahan yang amat sangat. Panglima satunya yang berdiri disebelah Khorasan melepaskan tangan Ashoka dan Raja Bindusara menarik Ashoka dari Khorasan, “Ashoka”. Ashoka kembali memegang pakaian Khorasan dengan kasar dan wajah marah, “Tetapi dia telah menghina ibuku Yang Mulia!”. Khorasan menatap Ashoka tajam, dia yang menaruh curiga pada rencana Chanakya, memang kurang suka pada Ashoka.

Ashoka episode #42 03

Panglima satunya mendorong tubuh Ashoka agar menjauh dari Khorasan, “Ashoka, sadarlah!”. Ashoka menunjuk Khorasan, “Dialah yang harus sadar! Kenapa, apa dia tidak bisa melihat ibuku! Semuanya mengatakan dia sudah meninggal, tapi sekarang ketika aku sudah mencarinya dan sudah membuktikan kalau dia masih hidup! Tapi dia, masih saja tidak percaya padaku, tidak mau menerimanya”. Panglima menatap Ashoka dengan tatap kasihan. Tapi Khorasan menatap Ashoka dengan wajah mengernyit tak suka.

Ashoka menatap Khorasan tajam, “Dan ditambah lagi ibuku disebut sebagai batu! Suruh dia keluar! Kalau tidak, maka aku akan!”, Ashoka mendekati Khorasan lagi dengan dada membusung, tangan terkepal, geraham mengatup, siap melakukan apa saja demi menjaga kehormatan ibunya. Panglima satunya menahan tubuh Ashoka dengan tangannya. Bindusara juga menahan bahu Ashoka di sisi lainnya, “Ashoka! Ashoka”. Ashoka mau mundur karena mendengar suara Yang Mulia Bindusara, tapi wajahnya tetap penuh kemarahan pada Khorasan.

Raja Bindusara yang melihat kondisi Ashoka seperti itu mengambil tindakan, “Mir, kau keluarlah dari sini”. Khorasan kaget, tak terima Raja Bindusara malah memihak Ashoka, “Apa yang anda katakan, demi anak ini, anda menyuruh aku keluar?! Padahal anda mengetahui apa yang benar”. Raja Bindusara yang terus menatap ke arah Ashoka, mengangkat tangan, berkata tegas, “Anggap ini sebagai perintahku!”. Khorasan menatap Bindusara tak percaya. Bindusara balas menatapnya, meminta mengerti.

Ashoka episode #42 04

Ashoka menunjukkan wajah sangat benci dan penuh amarah. Khorasan menatap Ashoka juga dengan marah, kemudian melangkah keluar diikuti panglima satunya. Melihat ditatap seperti itu, Ashoka malah menyusul kepintu sambil bersuara dengan marah dan menunjuk, “Kau jangan pernah berani-berani datang kesini lagi!”. Khorasan yang sudah berada diluar pondok, berdiri tertegun mendengarnya, bocah cilik berani memperlakukannya sebagai panglima yang punya pasukan dan senjata canggih.

Raja Bindusara mendekat ke Ashoka yang marah, “Prilaku seperti apa itu Ashoka, begitu caramu bersikap pada orang yang lebih tua?!”. Ashoka menoleh ke Raja Bindusara dengan tatap penuh kemarahan. di luar pondok, Khorasan memberi isyarat dengan dagunya pada panglima yang berdiri di sebelahnya agar menjauh. Si panglima pun melangkah menjauh dari pondok, sementara Khorasan tetap berdiri dipagar pondok Ashoka.

Ashoka membela diri atas sikap yang ditunjukkannya, “Dia mengatakan bahwa ibuku itu batu, apakah aku harus terima?”. Raja Bindusara berkata, “Ya, kau harus terima! Yang dikatakannya itu benar!”. Ashoka terpana. Khorasan diluar pondok, dadanya makin sesak menahan kesal karena di remehkan.

Ashoka episode #42 05

Raja Bindusara berbicara dengan nada tegas pada Ashoka, “Karena kau sudah menganggap batu ini sebagai ibumu! Kau sangat salah beranggapan ibumu masih hidup Ashoka!”, menunjuk Ashoka dengan wajah marah juga. Ashoka menatap Raja Bindusara dengan tatap marah dan kecewa.

Raja Bindusara berusaha terus meyakinkan Ashoka dengan ucapan tegas, “Apa pernah kau bertanya pada batu ini dan batu ini memberi jawaban dari pertanyaanmu itu?! Apa dia mengatakan sesuatu?! Tidak Ashoka, batu tidak bisa berbicara”, sambil menatap mata Ashoka.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Marah ‘Ibunya’ Dianggap Batu, Bindusara Menyadarkan-Rancana Helena Untuk Keturunan Maurya

  1. Ping-balik: Ashoka: Raja Bindusara Cukup Menjadi Sahabat, Bukan Ayah- Charumitra Menyembunyikan Boneka Guna-Guna | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s