Ashoka: Raja Bindusara Memikirkan dan Mencemaskan Sahabat Lama (Ashoka)


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka yang tak percaya ibunya sudah meninggal dan sangat marah dengan sikap-sikap orang yang menganggap ibunya sudah meninggal dengan menatap kasihan padanya, membuat Ashoka meninggalkan Pathaliputra, Raja Bindusara merasa kehilangan dan tak berdaya dengan meninggalnya Shubadrangi dan kepergian Ashoka. Statusnya sebagai penguasa membuat langkahnya tak bisa leluasa mengikuti kata hati.

Ashoka episode #39 02

Sinopsis serial Ashoka episode #39, Sushima mencoba mendekati ayahnya Raja Bindusara dengan memamerkan kemampuannya memanah. Sushima memanah setangkai bunga yang masih menggelantung di pohon. Ia berhasil memanah pas ditangkainya, bunga jatuh melewati deretan anak panah yang tersusun rapi milik Yang Mulia Bindusara. Permaisuri Charumitra tersenyum bangga melihat putranya unjuk kemampuan yang membuat Raja Bindusara terlihat sangat senang.

Bunga yang dipanah Sushima jatuh tepat dikaki ayahnya, Bindusara, yang ditinggikan dengan alas meja kecil tempat kaki para penguasa menapak saat duduk. Charumitra tersenyum melihat keberhasilan Sushima yang juga tersenyum berdiri tak jauh di hadapan ayahnya. Raja Bindusara yang duduk dengan gaya santai tersenyum menatap Sushima.

Ashoka episode #39 01

Sushima langsung memberikan sikap, ingin membuat ayahnya terkesan. Sushima merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada, “Hari ini aku ingin menyampaikan sujud pada ayah, dari putramu ini”. Raja Bindusara merespon dengan wajah bangga, “Bagus sekali nak”, kemudian membuka kedua tangannya sebagai isyarat agar Sushima mendekat. Charumitra tersenyum senang melihat dari tempatnya berdiri.

Sushima menyerahkan busurnya ke prajurit yang berjaga, melangkah naik ke tempat Raja Bindusara yang juga berdiri dari duduknya, memeluk Sushima sambil menepuk-nepuk punggungnya. Sushima tersenyum bangga di dalam pelukan ayahnya. Permaisuri Charumitra tersenyum puas.

Raja Bindusara tersenyum bangga, melepaskan pelukannya, kembali duduk di bangku panjang kebesarnny. Sushima berdiri mundur selangkah, kemudian mulai mempromosikan dirinya, “Aku sudah mahir dalam menggunakan senjata, dan sekarang, aku hanya menunggu kesempatan ayah untuk bisa mengendalikan pasukan Magadh. Membuat ayah bangga, kakek, dan juga seluruh keturunan Maurya, aku akan melakukan itu”. Raja Bindusara tersenyum mendengarnya, begitu juga Charumitra di tempatnya menyaksikan.

Sushima menambahkan ucapannya agar lebih meyakinkan, “Dan seluruh dunia ada di telapak kakiku, dan namaku akan dielu-elukan di seluruh dunia”. Sushima bicara dengan tersenyum penuh kebanggaan.

Ashoka episode #39 04

Terdengar suara, “Untuk menang dalam peperangan, tidak perlu mengalahkan semua orang!”. Raja Bindusar tersenyum kagum mendengar kalimat yang baru di dengarnya. Sushima menoleh ke belakang, ingin tau siapa yang sudah merusak kesempatannya menonjolkan diri di hadapan ayahnya Yang Mulia Bindusara.

Siyamak muncul dengan langkah mantap. Wajah Charumitra yang sebelumnya tersenyum, kembali ke wajahnya yang penuh kecemasan dan ketegangan. Wajah Sushima memperlihatkan wajah menahan geram.

Siyamak sudah sampai di dekat Sushima berdiri. Raja Bindusara menunjukkan wajah ingin tau kelanjutan ucapan Siyamak. Siyamak menatap Sushima, “Kemenangan yang benar adalah yang diraih tanpa angkat senjata”. Sushima menahan geram melihat adik tirinya itu. Siyamak memberi sikap hormat pada Raja Bindusara, “Salam Ayahanda”. Raja Bindusara tersenyum, menganggukkan kepala sebagai balas salam.

Permaisuri Charumitra menarik nafas berat melihat pemandangan itu, membathin kesal, ‘Kenapa Siyamak datang kemari? Pasti dia disuruh oleh Noor. Dia bisa melakukan apa saja untuk mencapai singgasana”.

Sushima turun dari panggung area tempat bangku Raja Bindusara berada. Berdiri di tanah, dihadapan Siyamak. Sushima berkata pada Siyamak, “Jadi kau menganggap kemenangan dapat diraih tanpa angkat senjata?”. Siyamak menjawab lugas, “Jika kita punya niat memenangkan hati, bukan kerajaan kenapa tidak”. Raja Bindusara tersenyum sambil memagang dagunya menatap ke arah Pangeran Siyamak.

Ashoka episode #39 05

Sushima tak mau prinsip yang diyakininya kalah, “Apa yang kau katakan adikku. Ini memang enak di dengar dan diucapkan, tapi itu jauh dari kenyataan. Walau ingin memenangkan hati atau kerajaan, tidak akan berhasil tanpa mendapatkannya. Dan untuk memenangkannya, kita harus menggunakan kekuatan kita. Orang akan menundukkan kepala dihadapan Dewa karena mereka mengakui Dewa punya kekuatan, kekuatan yang cukup besar. Ingat baik-baik, selama orang tidak punya rasa takut terhadapmu, maka orang itu pasti, karena tidak mengetahui kekuatanmu yang sebenarnya, dia tidak akan menundukkan kepalanya kepadamu”. Bindusara mendengarkan adu prinsip antara dua pangeran yang tejadi dihadapannya itu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Raja Bindusara Memikirkan dan Mencemaskan Sahabat Lama (Ashoka)

  1. Ping-balik: Ashoka: Bermimpi Bertemu Ibunya, Helena Membuat Rencana Baru Untuk Menguasai Magadh | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s