Ashoka: Melihat Jasad Yang Diduga Ibunya dan Jatuh Pingsan, Raja Bindusara Membopongnya


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Helena senang semua berjalan sesuai rencana. Chanakya bertekad menyampaikan sendiri kabar duka ‘kematian’ Dewi Dharma pada Ashoka. Tapi, Ashoka yakin semua baik-baik, tidak percaya ibunya sudah meninggal. Ashoka mencari ibunya di setiap sudut Pathaliputra, bahkan dia sampai salah peluk seorang wanita yang berpakaian dan menggunakan selendang seperti ibunya.

Ashoka episode #33 00

Sinopsis serial Ashoka episode #33, Raja Bindusara di iringi Mir Khorasan dan rombongan lain yang membawa jenazah Shubadrangi tiba di gerbang istana Pathaliputra, disambut tabuhan gendang. Chanakya, Calata, Helena, berdiri menunggu di teras istana. Semua pelayan istana ikut bergabung menyambut kedatangan jenazah Shubadrangi.

Jenazah di turunkan, tandunya diusung oleh empat orang prajurit menuju panggung penghormatan. Penghormatan diberikan layaknya kerabat kerajaan yang meninggal, diiringi tabuhan gendang dengan irama duka. Raja Bindusara menunjukkan wajah berduka, Chanakya di dampingi Radhagupt menunjukkan wajah menahan kesedihan yang dalam, tapi tetap tegar, Calata juga menunjukkan rasa sedih.

Ashoka episode #33 01

Semua menatap jenazah Shubadrangi yang tertutup kain putih dan bendera lambang kerajaan dengan wajah tertunduk, baik Bindusara, Chanakya, Calata, begitupun dengan Helena, Justin dan Khorasan.

Rakyat ikut melihat dari gerbang istana. Pelayan yang ikut menyaksikan, berkomentar, “Ketika wabah itu menyebar, wanita itulah yang membantu kita”. Seorang penduduk laki-laki bersuara, “Bukan hanya itu, dialah yang menyelamatkan nyawa Yang Mulia “. Percakapan itu tentu saja di dengar Raja Bindusara dan Chanakya. Wanita lain ikut berkomentar, “Kenapa Tuhan segera memanggil pulang orang yang baik hati itu”. Chanakya semakin menunjukkan wajah sedih.

Helena dan Justin, mulai menahan senyum mendengar berbagai komentar tersebut.

Ashoka yang terus mencari ibunya, sampai juga di gerbang istana, dimana ibunya sedang diberikan penghormatan dengan memberikan kesempatan pada rakyat untuk menyaksikan dari jarak tertentu.

Ashoka celingak-celinguk di antara kerumunan orang. Ia penasaran ingin melihat jasad yang tertutup dibalik kain tersebut. Tapi angin yang sepertinya seakan mau membuka penutup kain tersebut, tidak sanggup membukanya. Ashoka sudah berjinjit untuk bisa melihat, tapi tak bisa, terhalang kerumunan orang-orang.

Ashoka episode #33 03

Karena tidak berhasil melihat jenazah yang tertutup kain tersebut, Ashoka melirik tembok gerbang, ia pun memanjat, melongok dari situ, tetap tak terlihat jelas, kain penutup seakan mau terbuka oleh tiupan angin, tapi ternyata tidak.

Salah satu lelaki yang ada di gerombolan di gerbang, bicara pada orang disebelahnya, “Aku dengar dia sudah diserang binatang buas, wajahnya tidak bisa dikenali lagi, tidak ada yang meyelamatkan dia”. Ashoka yang nangkring di tembok, mendengar pembicaraan dua lelaki itu dengan menahan geram.

Lelaki satunya menyahut, “Sungguh menyedihkan mengalami kematian seperti ini, ketika menghembuskan nafas terakhir tidak ada keluarga yang ada di dekatnya”. Ashoka mengusap hidungnya, mengepalkan telapak tangan, melompat turun, menerobos kerumunan, mendekat ke dekat dua lelaki yang tadi bicara, menarik selempang salah satu laki-laki yang bicara tadi, mengguncangkannya, “Ibuku masih hidup, kau dengar! Ibuku masih hidup”. Lelaki tersebut melihat ke Ashoka dengan tatap heran. Ashoka melepaskan tangannya dengan sedikit mendorong tubuh lelaki itu. Lelaki itu terlihat semakin bingung.

Ashoka episode #33 05

Ashoka dengan kesal, keluar dari kerumunan tersebut. Tiba-tiba langkahnya terhenti, seperti ingat sesuatu. Ashoka kembali membalikkan badan, menerobos kerumunan orang-orang di gerbang, kali ini dengan hampir berlari menyeruak kerumunan tersebut.

Kedua tangannya ditahan pengawal yang berjaga di kiri dan kanan. Ashoka meronta melepaskan tangannya dari pegangan dua prajurit, Bindusara melihatnya, Chanakya juga melihat. Ashoka terus berusaha melepaskan tangannya dari pegangan prajurit. Helena menahan senyum melihat kemunculan Ashoka, begitu juga dengan Justin. Sementara Calata dan Khorasan terlihat bingung dengan sikap Ashoka.

Ashoka bersuara, “Lepaskan aku! Lepaskan aku!”. Bindusara agak kaget melihat reaksi Ashoka. Chanakya memperhatikan tanpa bisa berbuat banyak. Ashoka terus meronta, “Lepaskan aku!”. Raja Bindusara menggerakkan tangannya, memberi isyarat pada prajurit, “Lepaskan anak itu sekarang”. Chanakya melirik ke arah Bindusara dengan wajah tegang. Helena makin tersenyum.

Ashoka episode #33 06

Ashoka menggerakkan tangannya dengan menahan kesal, menarik nafas dalam, menatap tajam ke jenasah yang tertutup kain. Perlahan, Ashoka melangkahkan kaki, Chanakya memperhatikan dengan cemas.

Ashoka seakan ingin terbang, bergerak cepat menuju jenasah yang dikira orang-orang adalah mayat ibunya, menaiki anak tangga menuju panggung tempat mayat dibaringkan. Raja Bindusara memperhatikan, begitu juga dengan Chanakya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Melihat Jasad Yang Diduga Ibunya dan Jatuh Pingsan, Raja Bindusara Membopongnya

  1. Ping-balik: Ashoka: Raja Bindusara Mempertanyakan Chanakya Merahasiakan Jatidiri Shubadrangi Dan Ashoka | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s