Ashoka: Helena Tau Ibu Ashoka, Sambutan Hari Pertama Sekolah, Shubadrangi ‘Dibunuh’ Binatang Buas?


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Rakhshaas yang sudah jadi tamu agung ‘tawanan’ dipergunakan Chanakya mengingatkan Helena, Ashoka melanggar janji demi melindungi ibunya. Chanakya terpaksa menyuruh prajurit untuk ‘menyerang’ Dharma dan Ashoka, demi memperlihatkan pada Dharma, bahwa ilmu bela diri itu perlu dikuasai Ashoka. Setelah penyerangan yang mereka alami, prinsip anti kekerasan yang selama ini dipegangnya dipertanyakan Ashoka. Ashoka menawarkan pada ibunya, pulang ke hutan atau dia masuk sekolah bangsawan. Perdebatan Ashoka dan Dharma ini di lihat dan di dengar oleh Balgovind, yang mengira Ashoka bukanlah teman yang setia.

Ashoka episode #30 00

Sinopsis serial Ashoka episode #30, Balgovind yang sangat ingin sekali bebas dari perbudakan kandang kuda, sudah berdiri di depan ibu suri Helena. Helena ingin meyakinkan lagi, “Apa kau berkata jujur?”. Balgovind mengangguk, “Yang selama ini mengobati Yang Mulia dialah ibunya Ashoka, dan atas permintaannyalah Ashoka menolak masuk sekolah”.

Helena yang mendengar sampai ternganga, tak menduganya sama sekali, ia terbayang saat memergoki Ashoka celingak celinguk dan sempat ia tawarka sekantong keping uang lebih dari lima puluh keping yang ditolak Ashoka waktu itu, ‘apa yang kau lakukan disini’, saat itu Ashoka beralasan, ‘aku datang untuk menemui tabib itu, dia pernah mengatakan padaku agar aku tidak memakan makanan yang manis, karena itulah aku datang untuk minta ijin padanya’. Helena tersenyum membayangkan hal tersebut dan mendengar informasi dari Balgovind.

Helena yang sedang tersenyum diingatkan Balgovind, “Akankah ibu suri akan bicara dengan ibunya Ashoka, apakah sekarang aku akan dibebaskan ibu suri”. Helena mengiyakan lewat anggukan juga dengan gerakan mata, “Mulai sekarang kau bebas”, dengan wajah penuh senyum.

Ashoka episode #30 02

Shubadrangi berjalan dilorong sambil setengah berpikir, “Karena aku, hari ini Ashoka berjalan pada jalan kekerasan, dia tidak mau mendengarkan ucapan ku. Sepertinya hanya Yang Mulia yang bisa mencegah Ashoka pergi ke sekolah bangsawan”, langsung berjalan bergegas.

Shubadrangi memasuki ruangan Raja Bindusara, disana, dihadapan raja, sudah berdiri Ashoka. Begitu melihat kemunculan Shubadrangi, Raja Bindusara langsung bicara dengan wajah penuh senyum, “Kau lihat, Ashoka memutuskan untuk masuk ke sekolah bangsawan”. Shubadrangi yang awalnya mau bicara agar Raja mencegah Ashoka, akhirnya hanya bisa mendengar ucapan Bindusara, “Perjalanan untuk menjadi seorang panglima perang bagi Magadh sudah dimulai bagi anak ini”, dengan nada dan wajah sangat senang.

Ashoka yang berdiri antara Shubadrangi dan Bindusara, menoleh ke arah ibunya. Shubadrangi bicara, “Kalau aku menilai dari sudut pandangku, aku hanya bisa menyembuhkan luka tapi bukan melukai orang”. Ashoka menelan ludah mendengar pendapat ibunya itu. Raja Bindusara memberikan pendapatnya, “Dan Ashoka mengangkat senjata akan memberikan keamanan bagi banyak orang, tidak akan ada yang melukai orang-orang”. Ashoka jadi menoleh ke ibunya, lalu menoleh ke Yang Mulia Raja Bindusara.

Shubadrangi menyampaikan prinsipnya, “Tapi untuk memberikan rasa aman, dia tetap harus menyerang. Luka adalah luka, mau yang terluka itu kerabat atau bukan, tapi darah pasti akan mengalir”. Ashoka ikut bersuara, “Kenapa ibu menganggap, bila aku belajar ilmu bela diri, aku akan berubah menjadi kejam, dan akan mulai membunuh orang-orang yang tidak bersalah”.

Raja Bindusara membela Ashoka, Ashoka berkata benar, siapa yang menyukai kekerasan. Tapi kalau dihadapan kita pilihannya cuma itu, apa yang bisa kita lakukan”. Shubadrangi belum menyerah, “Cara kekerasan itu jalan yang sangat mudah. Orang yang menempuh cara kekerasan selalu merasa bahwa dirinya memiliki kekuatan. Tapi orang yang kuat adalah orang yang sanggup mema’afkan orang lain, *Bindusara tertunduk, Ashoka menarik nafas dalam*, Mampu menyelamatkan orang lain dan bukan mengambil nyawa orang lain”.

Ashoka episode #30 03

Raja Bindusara tetap memberi pengertian, “Tapi ketikan musuh sedang menyerang, jalan kekersn harus digunakan, bukan untuk diri sendiri tapi demi keamanan rakyat. Raja tidak bisa menempuh jalan anti kekerasan, karena dengan jalan anti kekerasan dia tidak akan bisa mengalahkan musuh”. Shubadrangi tetap menyampaikan pendapatnya, “Apa kau mengira bahwa Ashoka akan membuktikan, bahwa kebenaran perikemanusiaan adah anti kekerasan”.

Raja Bindusara tersenyum tipis sambil tertunduk mendengar pendapat Shubadrangi. Ashoka bicara, “Aku yakinkan pada kalian berdua, bahwa ilmu perang yang akan ku pelajari, lalu dengan kekuatan yang akan aku dapatkan, ajaran yang aku raih tidak akan ku salah gunakan. Aku akan selalu menyadari sampai sejauh mana tanggung jawabku, harapan apapun yang kalian miliki pada diriku dengan menghormatinya, aku akan berusaha untuk melaksanakan segala kewajibanku”.

Raja Bindusara tersenyum mendengar ucapan Ashoka, “Ashoka, mulai besok kau akan mengikuti pendidikanmu di sekolah para bangsawan”. Ashoka tersenyum menatap Raja Bindusara. Shubadrangi melirik dari balik selendangnya. Perlahan, Ashoka menoleh ke arah ibunya berdiri dengan tatap sedih, minta dimengerti. Shubadrangi memalingkan pandangannya ke arah lain. Ashoka seperti berdiri diantara ayah dan ibunya yang saling berpeda cara pandang, ayah mendukung dan sesuai dengan apa yang diinginkannya, sementara ibu tidak mendukung, tapi menyerahkan keputusan ditangannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Helena Tau Ibu Ashoka, Sambutan Hari Pertama Sekolah, Shubadrangi ‘Dibunuh’ Binatang Buas?

  1. Ping-balik: Ashoka: Kemenangan Pertama di Sekolah, Bindusara Berduka, Chanakya Menangis Melihat Bukti ‘Kematian’ Dharma | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s