Serial Ashoka

Ashoka: Alasan Chanakya Merahasiakan Keberadaan Dharma & Ashoka, Raja Bindusara Memilih Permaisuri Yang Dicintai


Kisah serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka sedang membaca mantra Maha Mritunjaya di tepi sungai, diserang Sushima. Ashoka tau iblis itu Sushima, dalam keadilan semua sama, menjelaskan pada Calata, Raja Bindusara bingung memilih permaisuri istimewa. Helena mengusulkan untuk memilih Permaisuri Subrasi, Chanakya mengingatkan Yang Mulia untuk bertindak sebagai penguasa, bukan sebagai suami, rakyat akan menyimpulkan salah. Sushima ketakutan tanda di dadanya di ketahui Ashoka, Charumitra menghilangkannya dan menyuruh Sushima untuk menyingkir ke gubuk di pinggir hutan. Sushima siap berangkat, menaiki kudanya, saat Ashoka muncul.

Ashoka episode #19 (14B) 00

Sinopsis serial Ashoka episode #19 (14B), Ashoka dengan wajah geram melihat sikap sombong Sushima yang juga balas menatap tajam, melangkah mendekati kuda si Pangeran. Sushima mengayunkan cambuknya ke arah Ashoka, Ashoka merunduk, tak kena. Sushima menjalankan kudanya,meninggalkan kandang.

Ashoka menjatuhkan pantatnya di sebelah Balgovind yang memeluk lutut ketakutan. Ashoka bicara, “Si iblis itu mau kemana”. Balgovind langsung ketakutan, “iblis? iblis?”. Ashoka langsung memegang temannya itu, menenangkan, “Hei nanti dulu, jangan takut begitu, maksudku pangeran yang sombong itu, dia itu sama seperti iblis, dia pergi kemana”. Balgovind menaroh telunjuknya dibibir, “Sssttt, nanti ada yang dengar kau bilang begitu pada pangeran”.

Ashoka episode #19 (14B) 03

Ashoka mengangkat tunjuknya, “Yang merasa takut itu, adalah yang melakukan dosa”. Balgovind berkata, “Bagaimana aku menjelaskannya”. Ashoka berkata, “Jangan berusaha untuk itu, kemana dia”. Blagovind menjelaskan, “Kata pangeran dia kehutan untuk berburu, belati, anak panah, busur dan juga kunci-kunci. Itu kunci-kunci gubuk Yang Mulia yang ada di hutan. Aku heran, malam begini mau berburu, dan itupun sendirian, ada apa ya?”.

Wajah Ashoka sedih, ia merebahkan punggungnya ke tumpukan jerami di belakangnya. Balgovind heran, “Kau kenapa?”. Ashoka mengatakan tidak apa-apa. Balgovind memperjelas pertanyaannya, “Maksudku kau mau pergi dari sinikan? Jadi atau tidak?”. Ashoka menegakkan posisi duduknya, “tabib istana bukanlah seorang iblis”. Balgovind heran, “Apa?”.

Ashoka menjelaskan, “Aku sudah mengatakan pada Yang Mulia, selama aku belum membawa iblis yang sebenarnya kehadapan beliau, aku juga tidak berhak atas 50 keping emas itu, yang menyebabkan Yang Mulia membebaskan diriku”. Balgovind heran dengan sikap Ashoka, “Kau mengatakan itu pada Yang Mulia?”. Ashoka mengiyakan. Balgovind menyimpulkan, “Itu berarti kau hampir bebas tapi kau sia-siakan, memang kau tidak takut pada iblis, apa perlunya kau bicara jujur?”.

Ashoka episode #19 (14B) 04

Ashoka berkata pada Balgovind, “Meski aku tau kebenarannya dan aku tetap diam, aku bisa saja bebas, tapi rasa penyesalan menjadi pengecut sepanjang hidup, bagaimana aku bisa bebas dari itu teman. Aku bukan takut pada iblis itu! *tunjuk simbol topeng di dinding yang masih ada*, Tetapi pada iblis yang sanggup menyusup dalam diri kita sebagai dosa dan juga pembohong. Kenapa kau melihat ku begitu. Kalau kau ditempatku, kau pasti akan melakukan hal yang sama”.

Balgovind yang menatap Ashoka dengan tatap tak mengerti, bicara, “Kalau aku tau iblis itu masih hidup, aku akan melakukan apa saja agar bisa melarikan diri dari sini. Bagaimana kalau dia ingin balas dendam, dia pasti akan menangkapku duluan, ini semua karena aku”. Ashoka meyakinkan, “Kau tidak perlu takut temanku, selama ada aku, tidak akan kubiarkan terjadi apapun”, sambil memegang pundak Balgovind.

Ashoka berdiri, melangkah menjauh. Balgovind tetap duduk, membathin, ‘kau berkata benar Ashoka, selama ada kau tidak akan terjadi apapun padaku, karena kaulah pintu kebebasanku, dan sekali aku bebas, aku akan pergi jauh dari sini, dimana tidak ada rasa takut pada iblis’.

Di kamar, Permaisuri Charumitra mengusap lembut seprai tempat tidurnya sambil duduk tersneyum.

Di kamar yang lain, Permaisuri Noor, sedang di depan kaca riasnya, dipasangkan perhiasan oleh pelayannya, kalung, cincin, gelang kaki. Noor mengagumi ke elokan wajahnya sendiri.

Ashoka episode #19 (14B) 06

Di ruang lain, raja meminum ramuan buatan Dharma, dengan wajah mengernyit karena pahit. Ia menaroh kembali gelas ke nampan yang dipegang Dharma, yang berdiri di sampingnya, agak dibelakang, tanpa memperhatikan wajah wajah wanita yang merawatnya itu.

Dharma mau membalikkan badannya saat Raja Bindusara bicara, “Aneh sekali, hari ini, entah kenapa, aku ingin lama disini”. Mendengar itu, Dharma terpana di balik selendangnya, tapi tetap bersikap menjaga hati dan janjinya pada Chanakya, bahwa dia hanya seorang pelayan Raja, sampai batas waktu yang belum mereka ketahui, demi Ashoka dan Magadh.

Dharma merespon, “Yang Mulia, aku rasa Yang Mulia harus menjalankan tradisi Yang Mulia”. Raja Bindusara dengan wajah gundah berkata, “Kalau hati tidak menyertai, maka tradisi hanya jadi formalitas belaka”. Dharma mengingatkan, “Bukan formalitas, tapi kewajiban, sebagai seorang suami dalam menjalankan kewajibannya, tidak ada yang lebih penting dari itu”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Alasan Chanakya Merahasiakan Keberadaan Dharma & Ashoka, Raja Bindusara Memilih Permaisuri Yang Dicintai”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.