Shakuntala: Akan Meninggalkan Hastinapura, Dushyant Bertemu Bharata & Menjemput Shakuntala (Episode Akhir)


Shakuntala mengusap air mata di pipinya, “aku tau, semua ini terjadi gara-gara kutukan dari Rishi Dhurvasa, dia mengatakan padaku, kalau aku memberikan benda pemberian darimu, maka kau akan mengingat semuanya. Tapi cincin yang kau berikan padaku juga hilang”. Shakuntala terisak lagi. Dushyant jadi mengerti, “Karena melihat cincin itu, aku jadi teringat kembali”, Shakuntala terpana. Dushyant mengeluarkan cincin yang disimpannya dipinggang, memasangkan kembali ke jari Shakuntala.

Shakuntala episode 102 103 104  33

Shakuntala menatap Dushyant. Dushyant berkata, “Sekarang takkan ku biarkan kau dan Bharata berpisah dariku. Aku akan memberikan kebahagian padamu dan Bharata, hingga kau bisa melupakan masalalu”. Dushyant membuka kedua tangannya. Shakuntala menghambur kepelukan Dushyant. Mereka berpelukan erat.

Dushyant melepaskan pelukannya, menghapus air mata di pipi Shakuntala, “Ayo Shakuntala, sekarang semua orang, sedang menunggumu di istana”, mau melangkah. Shakuntala tetap berdiri, “Tidak Dushyant, aku tidak mau ke istana. Aku dan ayahku, telah di usir secara kasar dari istana. Ayahmu sendirilah yang sudah menghina aku dan ayahku. Biarkan saja, aku tidak mau menginjakkan kaki di istana lagi”, sambil menahan kekecewaan atas semua penghinaan yang masih terasa.

Dushyant memberitau, “Tapi ayahku lah yang sudah memintaku mengajakmu ke istana, *Shakuntala terpana, tatap Dushyant*, Shakuntala, ayah dan ibuku sudah tidak sabar menantikan kedatanganmu”. Shakuntala menggeleng tak percaya, “Tapi”. Dushyant berkata, “Lupakan yang sudah berlalu Shakuntala, mungkin yang terjadi adalah suatu takdir kita. Atas semua yang telah terjadi, aku meminta ma’af padamu, mewakili seluruh keluargaku, tolong ma’afkanlah”.

Dushyant pegang kedua bahu Shakuntala, “Ayo Shakuntala, ayah dan ibuku sudah menunggu menanti kepulangan Permaisuri dan Pangeran cilik”. Shakuntala terharu melihat lelai yang sangat disayanginya itu, “Dushyant”, kembali ke pelukannya. Bunga-bunga berjatuhan di kepala mereka, memberikan restu atas berkumpulnya mereka kembali.

Shakuntala episode 102 103 104  34

Di atas pohon yang sudah tumbang, Dushyant menggenggam tangan Shakuntala, “Sekarang kau merasa bahagia?”. Shakuntala mengangguk sambil menatap Dushyant. Dushyant ingin lebih pasti, “Kalau kau bahagia, lalu kenapa kau menangis”, sambil usap air mata di pipi Shakuntala. Shakuntala mengusap juga air matanya, tersenyum, “Ini adalah air mata bahagia. Aku tidak menyangka dalam kehidupan ini, aku masih bisa mendapatkan kebahagiaan lagi”.

Dushyant menunjukkan wajah menyesal, “Ya, Shakuntala, sekarang hanya akan ada kebahagiaan dalam hidupmu. Setelah sekian tahun pergi, kau kembali dalam hidupku, rasanya aku telah mendapatkan segalanya. Dan aku tidak memerlukan apapun lagi, *Shakuntala tersenyum*, Aku bisa mengerti, kau pasti mengalami banyak kesulitan membesarkan Bharata seorang diri, tapi semua itu sudah cukup, semua penderitaan yang kau alami sudah cukup. Sekarang tidak lagi kubiarkan kau dan Bharata terpisah, tidak akan, ini adalah janjiku “. Shakuntala hanya mampu berkata, “Dushyant”.

Dushyant sambil menggenggam tangan Shakuntala, slaing tatap, berpelukan erat kembali, seakan takkan terpisah lagi. Melepaskan pelukan, saling tatap, kemudian melangkah beriringan.

Shakuntala episode 102 103 104  37

Bharata yang duduk menunggu bercerita, “Paman tau tidak, ayahku juga mengajariku bermain pedang”. Karan merespon dengan semangat, “Hebat. Dalam sehari kau bisa belajar banyak hal”. Bharata tersenyum. Karan menarik nafas dalam, menengadah, “Dewa, terima kasih banyak. Shakuntala telah mengalami banyak penderitaan, semoga kini, dia bisa mendapatkan kebahagiaan”. Bharata Bertanya, “Paman Karan, mana ayah dan ibu”. Karan menenangkan, “Sebentar lagi mereka akan kembali”

Dushyant dan Shakuntala muncul. Karan dan Bharata berdiri. Bharata berdiri merangkul keduanya, Dushyant mengusap kepalanya. Bharata bertanya, “Sekarang kita semua akan tinggal bersama kan ayah”. Dushyant mengangguk, “Iya, nak. Kita akan segera pergi ke istana. Semua sedang menunggu kita disana”. Karan tersenyum.

Shakuntala episode 102 103 104  38

Dushyant menoleh ke arah Karan, “Karan, aku tidak tau, bagaimana aku harus mengucapkan terima kasih padamu, semua yang telah kau lakukan, aku mungkin, tidak akan pernah bisa membalasnya”.

Karan menjawab, “Shakuntala adalah sahabatku, aku hanya melakukan kewajiban sebagai seorang teman. Dan sekarang aku merasa sangat senang bisa melihat kalian berdua bersama lagi, *Dushyant Shakuntala saling lirik*, Aku hanya minta padamu, berilah Shakuntala kebahagiaan, supaya dia bisa melupakan penderitaannya selama ini”. Dushyant tersenyum, menoleh ke arah Shakuntala.

Dusyant melangkah mendekat, memegang pundak Karan, “Tentu saja, aku akan membahagiakannya”. Shakuntala tertunduk mendengarnya. Karan kemudian berkata, “Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu”. Dushyant merespon, “Kenapa buru-buru Karan, tinggallah dulu di istana selama beberapa hari, setelah itu, baru, kau boleh kembali ke ashram”. Shakuntala yang sempat panik, lega mendengar penawaran Dushyant pada Karan. Bharata ikut bersuara, “Iya Paman Karan, pasti akan seru kalau paman ikut. Ayo paman”. Karan menjawab, “Apakah selama ini, paman pernah menolak keinginanmu. Perintahmu, akan ku patuhi pangeran”. Dushyant tersenyum. Bharata terpana mendengar panggilan barunya itu. Shakuntala memegang lengan Bharata, tersneyum.

Shakuntala episode 102 103 104  42

Shakuntala turun dari tandu yang membawanya ke istana. Ia disambut dengan taburan bunga. Karan melangkah paling belakanga, Shakuntala bersisian dengan Dushyant, Bharata di depan, melangkah di karpet biru sambil ditaburi bunga. Rishi Kanva sudah berdiri disamping Raja senior, keduanya menunggu dengan mata berkaca-kaca. Permaisuri menunggu dengan senyum bahagia.

Permaisuri melakukan ritual puja, menempelkan tanda merah di jidat Dushyant, jidat Shakuntala dan jidat Bharata. Memutarkan nampan pemujaan di depan anak, menantu dan cucunya. Shakuntala menyentuh kaki permaisuri. Raja senior berkata pada Shakuntala, “kami, menyambutmu di rumah ini”. Shakuntala tersenyum. Kemudian bergegas memeluk Rishi Kanva.

Shakuntala episode 102 103 104  43

Selanjutnya, Dushyant dan Shakuntala barengan menyentuh kaki ayah dan ibunya. Setelah itu Bharata dicium jidatnya oleh Raja senior. Bharata memeluk kakeknya itu, kemudian memeluk neneknya.

Setelah itu, Dushyant, Shakuntala, dan Bharata, duduk di singgasana kerajaan. Narasi pengantar cerita, bila di dunia ada kisah tentang cinta sejati, maka cinta dan pengorbanan Shakuntala akan selalu dikenang umat manusia. Perjalanan sebagai putri Rishi, hingga menjadi Permaisuri Hastinapura penuh dengan duri. Tapi berkata cintanya dia melalui semua penderitaan itu. Shakuntala sudah menunjukkan pada dunia bahwa yang namanya cinta sejati, pasti akan menang.

Shakuntala episode 102 103 104  44

Dushyant duduk sebagai Raja, di sebelah kirinya, duduk dengan anggun dan bersahaya Permaisuri Shakuntala, sementara di sebelah kanan Raja Dushyant, duduk Pangeran Bharata.

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.