Shakuntala: Akan Meninggalkan Hastinapura, Dushyant Bertemu Bharata & Menjemput Shakuntala (Episode Akhir)


Prajurit membawakan nampan berisi makanan. Dushyant menerimanya, mengajak Bharata duduk dimeja kecil di depan tenda. Mereka duduk berhadapan. Dushyant berkata, “Sekarang, makanlah dulu, kau belum makan sejak pagikan”. Bharata menggeleng, “Tidak, aku tidak lapar”. Dushyant mencoba membujuk, “kalau ibumu sampai tau kau tidak makan sejak pagi, dia tidak akan senangkan, apa kau ingin ibumu bersedih”. Bharata menggeleng, “Tidak”. Dushyant menyuruh, “Kalau begitu, ayo, makanlah”.

Shakuntala episode 102 103 104  27

Bharata mengambil sepotong apel, menyodorkan ke arah mulut Dushyant, “Paman juga makan ya”. Dushyant mengusap pipi Bharata, “tidak, kau saja, aku tidak lapar”.

Bharata mengingatkan, “Paman juga belum makan sejak pagi, *Dushyant agak tercenung*, kalau paman tidak mau makan, aku juga tidak mau makan”. Dushyant berkata, “Sebenarnya, aku juga lapar, baiklah, kita makan bersama ya”. Dushyant mengambil sepotong apel juga, menyuapkan ke mulut Bharata, Bharata menyuapkan apel ke mulut Dushyant. Mereka saling menyuapkan makanan.

Dushyant tersenyum, Bharata tersenyum. Dushyant bertanya dengan wajah serius, “Bharata, siapa yang mengajarimu hal-hal yang baik ini”. Bharata memberitau, “Ibuku. Kata ibuku, kita harus menghormati orang tua, kita harus patuh pada mereka”. Dushyant tersenyum, menyentuh pipi Bharata lagi, “Itu bagus sekali, apa lagi yang diajarkan oleh ibumu”.

Bharata memberitau, “Ibu ku juga memberitau tentang tanaman, hewan dan burung, *Dushyant mulai tercenung*, katanya, kita harus menyayangi hewan dan burung-burung. Kita harus melindungi mereka, dan kita tidak boleh memetik buah atau bunga, kita juga tidak boleh merusak tanaman”.

Dushyant semakin tercenung dan berpikir, kemudian ingin tau lebih banyak lagi, “lalu”. Bharata bercerita lagi, “Dan ibuku juga mengatakan, kita harus selalu sayang pada orang lain, karena cinta pasti akan menang”. Wajah Dushyant mengernyit, semua ucapan Bharata itu, hanya satu orang yang dia kenal mempunyai prinsip seperti itu, “Bharata, siapa nama ibumu”. Bharata memberitau dengan nada bangga, “nama ibuku adalah Shakuntala”. Deg! Dushyant terpana, terkejut, bergumam, “Shakuntala???”.

Shakuntala episode 102 103 104  28

Dushyant mengusap kepala Bharata, memeluk Bharata dengan erat. Shakuntala muncul di area markas Dushyant. Dushyant berbisik pada Bharata, “Bharata, aku adalah ayahmu, Dushyant”. Mata Bharata langsung berbinar. Shakuntala yang melihat Dushyant memeluk Bharata berkaca-kaca dengan kaget.

Dushyant melepaskan pelukannya. Bharata dengan nada semangat bertanya untuk meyakinkan dirinya, “Apakah Paman Yang Mulia Dushyant?”. Dushyant meyakinkankan, “Iya nak. Aku lah Raja Dushyant, aku adalah ayahmu, kau adalah putraku”. Shakuntala yang terpana dengan mata berkaca, masih terpanaa di tempatnya. Dushyant kembali memeluk Bharata menangis haru. Bharata senang, ia memanggil ayah di pundak Dushyant. Shakuntala menangis haru.

Dushyant menatap Bharata dengan mata berkaca, “Aku sudah lama berusaha mencari ibumu, tapi aku belum bisa menemukannya”. Bharata menatap mata Dushyant, ingat ucapan penjaga gerbang istana padanya, ‘Yang Mulia Dushyant sampai sekarang belum menikah, ia sedang menjemput calon istrinya’. Bharata lalu bertanya, “Ayah mau mengajak aku dan ibu ke istana?”.

Dushyant menatap Bharata, “Iya nak, aku datang untuk mengajak ibumu dan dirimu ke istana. Sekarang, putraku yang pemberani akan tinggal bersamaku di istana, *Shakuntala menangis ditempatnya berdiri*, Sekarang, aku hanya tinggal menemukan ibumu saja”. Bharata berkata, “Ibu pasti akan senang melihat ayah”. Dushyant tertunduk, menoleh ke belakang, melihat Shakuntala berdiri tak jauh dari mereka. Bharata ikut berdiri. Dushyant menatap Shakuntala yang terlihat capek. Shakuntala menatap Dushyant dengan mata berkaca-kaca.

Shakuntala episode 102 103 104  30

Dushyant melangkah mendekati Shakuntala. Mereka saling tatap. Shakuntala menundukkan wajahnya. Dushyant berkata, “Ma’afkan aku Shakuntala, aku tidak melakukan ini dengan sengaja”. Shakuntala mendongakkan kepalanya. Bharata datang memeluk Shakuntala, yang langsung diusap kepalanya oleh Shakuntala. Karan baru muncul, dan melihat mereka sudah berkumpul.

Bharata melepaskan pelukannya, “Lihatkan bu, aku sudah berhasil mencari ayah. Sekarang kita semua akan tinggal bersama, ya kan bu”. Dushyant menatap Shakuntala sambil menahan tangis, Shakuntala juga menatap Dushyant dengan tatapan menahan tangis juga. Karan memegang Bharata, agar tak menganggu orang tuanya dulu.

Shakuntala episode 102 103 104  32

Shakuntala melangkah menjauh. Dushyant menyusul, melihat Shakuntala yang terisak. Dushyant mendekat, “Karena diriku, kau pasti telah sangat menderita. Kau telah mengalami banyak hal, apapun itu meskipun aku meminta ma’af berkali-kali, rasanya masih kurang, *Shakuntala makin terisak*, Tapi, kalau kau bisa mema’afkan aku, Shakuntala, dalam setiap nafasku disitu ada dirimu. Aku memang bisa hidup tanpa dirimu, tapi percayalah, hidup itu bagaikan di neraka”.

Shakuntala membalikkan badannya, menatap Dushyant, “Bagaimana bisa kau melupakan aku, apa kau tidak ingat aku sama sekali. Bagaimana bisa kau melupakan aku”, terisak. Dushyant tertunduk, “Ma’afkan aku Shakuntala, tapi percayalah, aku tidak sengaja melakukannya”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.