Shakuntala: Akan Meninggalkan Hastinapura, Dushyant Bertemu Bharata & Menjemput Shakuntala (Episode Akhir)


Karan merespon Shakuntala, “Kau menakuti aku, aku kan takut pada singa”, pura-pura melototkan matanya. Bharata tersenyum, “Jangan takut Paman Karan, aku akan menjagamu”. Shakuntala tersenyum pada Karan. Karan menggerakkan kepalanya. Bharata menoleh ke Shakuntala, “Ibu, aku ikut Paman Karan ya”. Shakuntala memegang bahu Bharata, “Baiklah, tapi kau selalu disamping Paman Karan, jangan jauh darinya”. Bharata menggerekakan kepalanya tanda mengerti. Karan dan Bharata melangkah menyusuri hutan mencari kayu bakar.

Walau sudah malam, Dushyant masih menyusuri hutan dengan kudanya. Ia berhenti sesaat, menoleh ke satu arah. Shakuntala sedang melihat bawaannya, tiba-tiba tertegun, ia merasakan kehadiran Dushyant. Dushyant diatas punggung kuda juga merasakan hal yang sama, kontak bathin antara mereka mulai jalan kembali. Shakuntala sampai berdiri, menoleh ke kiri, kanan dan sekelilingnya. Dushyant melanjutkan pencariannya lagi.

Shakuntala episode 102 103 104  12

Karan dan Bharata mulai mengumpulkan ranting-ranting, sambil memperhatikan sekeliling. Karan mengingatkan, “Bharata kau tetap disini, jangan jauh-jauh, disini gelap sekali”. Bharata menjawab, “Tapi Paman Karan, aku tidak takut pada kegelapan”. Karan tersenyum, “Paman juga tidak takut, tapi kau tetap disamping Paman”. Karan melanjutkan mencari kayu bakar. Bharata memperhatikan sekelilingnya, seperti ada yang menarik perhatiannya.

Dushyant menghentikan kudanya, melompat turun. Di bagian lain hutan, Karan sibuk mengumpulkan ranting-ranting, Bharata melangkah memperhatikan sekelilingnya. Karan sambil menunduk mengumpulkan ranting bicara, “Bharata, kalau singanya benar-benar muncul, kau takkan memanggil Paman kan”. Bharata sudah melangkah jauh dari Karan.

Karena Bharata tak merespon ucapannya, Karan menoleh ke belakang, kaget, tak ada Bharata di dekatnya.

Shakuntala episode 102 103 104  14

Di tempatnya, Dushyant juga menolah kaget, melihat ada singa tak jauh di belakangnya. Dushyant mencabut pedangnya, memperhatikan singa tersebut. Bharata terus berjalan memperhatikan sekelilingnya. Karan berlari panik mencari Bharata, sambil memanggil nama Bharata.

Dushyant, bersiap menghadapi singa di depannya. Bharata memperhatikan singa yang tak jauh darinya. Dushyant, juga bersiap menghadapi singa yang melihatkan taring padanya. Di bagian hutan yang lain, Karan terus memanggil Bharata.

Sementara itu, Bharata menunjukkan senyum pada singa yang dilihatnya. Dushyant mengendap sambil matanya terus mengawasi singa yang menunjukkan taring padanya. Bharata muncul, berdiri di depan Dushyant, menatap singa tajam. Dushyant kaget. Karan terus mencari dan memanggil Bharata.

Singa menunjukkan taringnya. Bharata bicara, “Kau mau apa. Kau pikir, kalau kau mengaum, aku akan takut, *Dushyant bengong*, Dengar ya, aku tidak takut padamu. Katakan kau mau melakukan apa”, sambil melangkah mendekat ke singa. Dushyant cemas, “Dengar nak, jangan dekati dia, dia bisa menerkammu”. Bharata menoleh ke Dushyant, “Tidak, dia tidak akan melakukan apa-apa”. Singa seperti mendengar Bharata.

Bharata mengangkat tangannya, menghadapkan telapaknya pada singa di depannya, menggerakkannya. Dushyant bengong melihat sikap anak laki-laki di depannya. Si singa juga tak segarang tadi. Si anak bicara, “Pergilah, jangan berusaha menakuti ku lagi. Pergilah”. Si singa mundur teratur, nurut sama perintah Bharata.

Shakuntala episode 102 103 104  16

Dushyant yang bengong melihat sikap anak lelaki di depannya, menoleh ke singa yang sudah kabur dari situ. Dushyant melangkah mendekati anak laki-laki itu, berkata, “Aku tidak pernah melihat anak pemberani seperti dirimu ini. Kau menyuruhnya, dan dia langsung pergi, bagaimana kau melakukan hal itu”. Bharata menjawab, “Itu mudah sekali, singa, macan, kera, beruang, semua mengerti bahasa kita, dan juga takut pada kita. Karena itulah mereka menurut padaku”.

Dushyant tersenyum, “Kau telah menyelamatkan nyawaku, aku berhutang budi padamu, untuk seumur hidupku. Ngomong-ngomong, malam-malam begini, apa yang kau lakukan disini, kau datang bersama siapa”. Bharata melihat sekeliling, “Aku datang bersama pamanku, entah kemana paman, aku sampai jalan sampai sejauh ini”.

Shakuntala episode 102 103 104  18

Dushyant tersenyum, memasukkan pedang ke sarungnya, memegang pundak Bharata, “Jangan khawatir, prajuritku memiliki markas disekitar sini, sambil menunggu pamanmu datang, kita istirahat disana”. Bharata sempat ragu, “Tapi,,”. Dushyant meyakinkannya, “Jangan khawatir, para prajuritku akan membantu mencari pamanmu, setuju”, sambil tersenyum. Bharata mengangguk, sambil menatap Dushyant. Mereka melangkah.

Tak berapa lama, Dushyant yang membawa Bharata dengan kudanya, sampai di markas perkemahannya, melompat turun dari kudanya, menggendong Bharata turun dari kuda. Kemudian sambil menggenggam tangan si bocah, Dushyant berkata, “Kau istirahatlah dulu, kau pasti lelah berjalan-jalan di tengah hutan”. Dushyant memerintahkan prajuritnya, “Siapkan tempat tidur untuknya”. Si prajurit mengajak Bharata masuk ke dalam tenda.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.