Shakuntala: Akan Meninggalkan Hastinapura, Dushyant Bertemu Bharata & Menjemput Shakuntala (Episode Akhir)


Dushyant mengikatkan ban pinggang pakaiannya sambil membathin, ‘Kau tidak tau Shakuntala, aku sangat merindukan bertemu dirimu. Bagaimana kau telah melalui sekian tahun ini, apa saja yang telah kau alami, aku tidak bisa membayangkannya. Tinggal sebentar lagi Shakuntala, sebentar lagi”. Dushyant menahan nafas rindu, mengambil pedangnya.

Shakuntala episode 102 103 104  06

Ayah dan ibu Dushyant muncul dikamar Dushyant. Permaisuri yang selama ini wajahnya menyimpan kegelisahan terlihat lega, dengan senyum bahagia ia membuka tangannya ke arah putranya, Dushyant langsung memeluknya. Permaisuri kemudian berkata, “Ibu sangat bahagia Dushyant, sungguh. Ibu mennatikan hari ini dengan tidak sabar, cepatlah, pergi jemput Shakuntala”. Dushyant tersenyum. Raja senior pun menambahkan, “Iya nak, ayah juga ingin, agar menantu ayah segera masuk ke dalam istana ini”.

Dushyant tersenyum, “Ayah, ijinkan aku pergi untuk menjemput Shakuntala”. Permaisuri tersenyum senang, Raja juga dan mengangguk, “Pergilah Dushyant, restu ayah bersamamu”. Dushyant kemudian menyentuh kaki ayahnya, memeluknya. Permaisuri tersenyum lega melihat ayah sudah memahami kebahagiaan anaknya. Raja menyemangati Dushyant, “Pergilah nak”. Dushyant tersenyum pada ibunya, melangkah pergi. Permaisuri menatap suaminya, Raja senior merangkulnya sambil menatap punggung Dushyant yang menjauh.

Shakuntala episode 102 103 104  07

Bharata dan teman-temannya sudah sampai dekat gerbang istana. Bharata berkata, “Kita sudah sampai di istana, ayo kita kedalam, *Teman-temannya berdiri terdiam*, Jangan takut, kan ada aku”. Salah satu temannya bicara, “Tapi bagaimana kalau kita di cegat para penjaga”. Bharata meyakinkan, “Kalau Yang Mulia Dushyant adalah ayahku, kenapa para penjaga akan melarang kita masuk, ayo”. Dushyant dan teman-temannya mendekat ke gerbang.

Di depan gerbang, Bharata di cegat penjaga, salah satu penjaga bicara, “Hei, kenapa mau masuk ke dalam begitu saja”. Bharata memberitau, “Kami mau bertemu Yang Mulia Dushyant”. Si penjaga heran, “Mau bertemu Yang Mulia Dushyant? Tapi kanapa”. Bharata berkata, “Tolong biarkan kami masuk”. Si pejaga keukeuh, “Tidak, kalain tidak boleh masuk”.

Bharata berkata heran, “Kenapa aku tidak boleh masuk ke istana, Yang Mulia Dushyant adalah ayahku. Prajurit penjaga menoleh ke temannya, sambil tertawa. Si penjaga bicara sambil menahan senyum, “Oya, Yang Mulia Dushyant adalah ayahmu?! hahahha”. Bharata menatap heran, “Kenapa kalian tertawa, aku kan sudah bilang Yang Mulia Dushyant adalah ayahku”.

Penjaga satunya menyahut, “Ada yang berbohong padamu ya nak, Yang Mulia Dushyant itu, sampai sekarang belum menikah. Ia sedang menjemput calon istrinya. Bagaimana bisa kalau kau ini adalah anaknya”. Bharata heran, “Dia tidak punya anak?”. Teman Bharata langsung bersuara, “Lihat, lihat, Bharata berbohong pada kita”. Bharata menoleh ke teman-temannya. Teman satunya menyahut, “Yang Mulia Dushyant bukan ayahmu”. Semua prajurit penjaga tertawa, teman-temannya juga mentertawakannya, Bharata menatap dengan wajah-wajah yang tertawa itu dengan air mata mengalir di pipi. Ia membalikkan badan, kemudian berlari pergi.

Shakuntala episode 102 103 104  09

Di gubuknya, Shakuntala sedang tercenung mendengar pertanyaan Karan, “Apa yang akan kau katakan kepada Bharata Shakuntala. Dia pasti akan bertanya, kenapa mendadak kita mau pergi dari sini”. Shakuntala berkata jujur, “Sebanarnya itulah yang membuat aku bingung, aku harus bilang apa pada Bharata, alasan apa yang mesti aku berikan padanya. Tapi, aku harus cari alasan, kalau tidak, dia tidak akan mau dari sini”. Karan dan Shakuntala tercenung.

Bharata masuk sambil menangis, Shakuntala berdiri kaget, “Bharata”. Bharata langsung memeluk Shakuntala yang bingung, “Bharata kenapa kau menangis, ada yang memarahimu, katakan, katakan nak, ada apa”, sambil melepaskan pelukan dan memegang pundak Bharata, mengusap air mata Bharata. Karan juga menatap bingung.

Bharata bicara, “Ibu, aku tidak akan bertanya tentang ayahku lagi bu. Aku tidak akan memaksa untuk bertemu dengannya. Aku akan selalu patuh pada ibu, dan akan berhenti menemuinya”. Karan ternganga memperhatikan perubahan sikap Bharata. Shakuntala sampai terharu menatap Bharata, memegang kedua pipi putranya itu, “Sayang, kau tidak akan pergi menemuinya, lagi pula, kita akan meninggalkan tempat ini untuk selamanya”.

Bharata menoleh ke arah Karan. Karan mengisyaratkan iya lewat matanya, “Ibumu benar”. Bharata nurut, “Bu, kapan kita akan pergi”. Shakuntala tersenyum, “Sekarang, tidak lama lagi. Ayo”. Shakuntala dan Karan mengambil masing-masing satu buntelan berisi pakaian dan bekal mereka. Mereka bertiga pun meninggalkan gubuk.

Shakuntala episode 102 103 104  10

Sementara itu, Dushyant sambil menunggangi kuda sudah sampai di hutan. Shakuntala, Bharata dan Karan juga sudah berjalan menyusuri hutan, menjauh dari gubuknya tinggal.

Di istana, permaisuri melakukan pemujaan. Panglima mengerahkan prajurit untuk menyebar mencari Shakuntala. Dushyant terus menyusuri hutan dengan kudanya. Shakuntala, Bharata dan Karan juga berjalan meninggalkan tempat tinggal mereka selama ini.

Hari sudah malam, Karan memutuskan berhenti disatu tempat di dalam hutan, “Sekarang sudah malam, malam ini kita disini dulu, besok bisa kita teruskan perjalanan lagi”. Shakuntala tersenyum setuju. Karan berkata, “Shakuntala, aku mencari kayu bakar dulu”. Bharata langsung bersuara, “Paman Karan, aku juga ikut dengan Paman”. Karan tersenyum. Shakuntala yang menjawab, “Tidak Nak, kau tidak boleh kemana-mana. Kau tetap disini bersama ibu, kau taukan malam hari di hutan, ada macan dan singa”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.