Shakuntala: Akan Meninggalkan Hastinapura, Dushyant Bertemu Bharata & Menjemput Shakuntala (Episode Akhir)


Serial Shakuntala episode sebelumnya, Bharata yang diam-diam ingin menemui ayahnya Raja Dushyant, membuat Shakuntala sedih dan mendiamkannya. Bharata minta ma’af, Dushyant melihat cincin tanda mata yang hilang, mulai mencari ‘cintanya’, Shakuntala, karena sudah ingat semuanya. Pencarian ia mulai dari ashram, ternyata Shakuntala sudah meninggalkan Rishi Kanva dan ashram sejak bertahun lalu, sejak kabut menyelimuti ingatannya tentang semua kenangan tentang Shakuntala. Dushyant mulai melanjutkan pencaria dari kuil Shiwa.

Shakuntala episode 102 103 104  00

Sinopsis serial Shakuntala episode 102 – 104 (episode akhir), Dushyant yang setelah memungut bunga dari kalung Shakuntala yang jatuh, berdiri melihat sekitar, menyebutkan nama Shakuntala, kemudian bergegas turun tangga.

Di pelataran kuil, di bawah pohon, Dushyant berdiri sejenak sambil melihat ke sekitar dan bergumam dengan wajah gelisah, “Aku tau Shakuntala ada disekitar sini. Dimanapun kau berada, aku akan bisa menemukanmu”.

Bharata sedang memilih bunga-bunga yang jatuh saat ia melihat tiga temannya sedang berdiri memperhatikan mainan yang dibawa salah satu temannya. Bharata melangkah mendekati teman-temannya, dan bertanya, “Mainan itu bagus sekali kau dapat darimana”. Si teman yang punya mainan memberitau, “Mainan ini dibelikan ayahku dari pekan raya, baguskan”. Teman yang berdiri di sebelah yang punya mainan langsung nyahut, “Bagus, aku juga akan minta ayah membeli mainan yang sama”.

Shakuntala episode 102 103 104  02

Teman yang punya mainan melihat ke Bharata, “Bharata, kau juga mau mainan yang seperti ini. Aku akan suruh ayahku membelikannya”. Bharata menolak, “Tidak, aku tidak perlu dibelikan, ayahku juga bisa membelikan mainan untukku yang banyak seperti ini, karena dia adalah Raja Hastinapura”. Teman yang berdiri disebelah yang punya mainan berkomentar, “Selama ini kami belum pernah melihat ayahmu”.

Teman yang punya mainan juga memberi komentar, “Aku tidak pernah mendengar kebohongan yang seperti ini, masa Raja Hastinapura adalah ayahmu”. Teman-teman Bharata jadi mentertawakannya. Bharata berusaha meyakinkan, “Itu benar, aku bisa mempertemukan kalian dengan ayahku. Ayo, kita ke istana, kalian nanti akan tau kalau aku bohong atau jujur”. Teman yang punya mainan tertarik, “Sekarang?”. Bharata mengiyakan. Si teman setuju, “Kalau begitu baiklah, ayo kita kesana”. Bharata dan teman-temannya pun bergegas menuju istana.

Shakuntala episode 102 103 104  03

Di gubuknya, Shakuntala sibuk mengumpulkan pakaian di atas bale-bale seperti terburu-buru. Karan yang baru muncul, melihat dengan heran, “Apa yang kau lakukan Shakuntala, kenapa kau berkemas”. Shakuntala menjawab tanpa melihat ke arah sahabatnya, “Karan, aku dan Bharata, akan pergi dari sini”.

Karan terkejut, “Kau mau kemana?”. Karan melangkah mendekat, “dan berapa hari, dan kapan kau,,,, akan kembali lagi kesini”. Shakuntala menghentikan sejenak membuntel pakaiannya, “Kami tidak akan kembali Karan, aku mau meninggalkan Hastinapura untuk selamanya”. Karan bingung, “Apa maksudmu Shakuntala, kenapa kau mendadak ingin meninggalkan Hastinapura?”.

Shakuntala menunjukkan wajah bingung, “aku juga tidak tau Karan, tapi, aku mau pergi jauh dari sini”. Karan mengingatkan, “Tapi Shakuntala, kau punya rumah disini, teman-teman Bharata disini, ada aku, dan sekarang, kenapa kau jadi ingin meninggalkan semuanya”.

Shakuntala menjelaskan, “Aku tau Karan, aku tau semua ada disini, kau ada disini, tapi, Dushyant juga ada disini, *Karan tercenung*, Aku harus membawa Bharata jauh dari sini, kalau tidak dia tidak akan bisa melupakan ayahnya. Dia akan berusaha menemui ayahnya lagi seperti kemaren. Dan aku tidak mau itu terjadi lagi, aku mesti bagaimana”. Karan paham alasan Shakuntala, “Aku bisa mengerti Shakuntala, tapi tolong kau pikirkan lagi, karena memulai segalanya dari awal di tempat yang baru, itu bukanlah hal yang mudah”.

Shakuntala beralasan, “Ya, aku juga tau hal itu Karan, tapi aku harus pergi dari sini”. Karan menarik nafas dalam, “Baiklah Shakuntala, kalau kau mau begitu, lakukanlah, tapi aku akan ikut bersamamu”. Shakuntala menatap Karan kaget, “tidak Karan, kami bisa pergi sendiri, kau tidak perlu ikut dengan kami”. Karan tegas dengan keputusannya, “Tidak, kalau kau sudah menemukan tempat yang baru, maka, aku baru akan kembali ke ashram lagi, aku tidak mau dengar apa-apa lagi”.

Shakuntala tak punya pilihan, Karan tersenyum, “Apa kau tidak akan membiarkan, sahabatmu ini membantumu”. Shakuntala menatap Karan dengan senyum haru, Karan tersenyum melihat Shakuntala tersenyum.

Shakuntala episode 102 103 104  05

Di istana, di kamarnya, sambil bersiap, Dushyant memberi perintah, “Panglima, cepat kirim prajurit ke empat penjuru, carilah disemua tempat, cari tau dimana Shakuntala. Sejauh yang aku tau, dia pasti ada di sekitar kuil Dewa Shiwa. Dan begitu ada kabar, segera beritaukan padaku”. Panglima paham, “Baik Yang Mulia, aku akan kirim prajurit kesana, bahkan aku sendiri yang pergi mencarinya”. Panglima menunduk hormat, keluar dari kamar Dushyant.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s