Shakuntala episode 101 12

Dusyant menatap cincin ditangannya, menggelengkan kepalanya, “Shakuntala”. Menarik nafas sedih, bergegas ke arah lukisan yang dirasa tak pernah lengkap itu. Dushyant menatap cincin yang di pegangnya. Ia tau apa yang kurang dilukisan tersebut, Dushyant mendekatkan cincin yang dipegangnya ke jari manis gadis di lukisannya.

Dushyant kemudian menggenggam cincin dengan dua tangannya, menatap lukisannya , “Itu Shakuntala. Aku harus mencari Shakuntala”.

Dushyant kemudian menatap cincin ditangannya, bergegas mau keluar kamar. Matanya langsung kaget saat melihat ayahnya masuk, melangkah menatapnya tajam, terhenti. Dushyant yang sempat tertegun melangkah mendekat, begitu kesadarannya pulih, langsung teras ada jarak yang terbentang.

Dushyant menatap ayahnya, memberitau dengan nada biasa, tapi terlihat jelas tak bisa dihalangi, “Aku mau menjemput Shakuntala, *mata Raja membesar*, Kalau ayah mau, ayah boleh mengusirku dari kerajaan ini. Ayah juga boleh merampas hakku dalam warisan ayah. Aku tidak membutuhkan semua hal itu ayah”.

Raja masih diam dengan mata terpana. Dushyant berkata, “Yang kubutuhkan hanya Shakuntala. Apapun yang ayah katakan, tak peduli yang ayah lakukan, sekarang tidak ada yang bisa mengganggu keputusanku”. Dushyant menundukkan kepala, menunggu reaksi ayahnya yang hanya diam dengan mata melotot.

Shakuntala episode 101 13

Akhirnya raja bicara, “baiklah nak, Pergilah. *Dushyant kaget*. Hari ini, ayah tidak akan mencegahmu. Pergilah nak, ajak Shakuntala kesini”. Wajah Dushyant terlihat lega. Raja menganggukkan kepalanya, “Pada hari ayah kehilangan cintamu, ayah juga kehilangan putra ayah. Sekarang ayah sudah tau, bahwa Shakuntala adalah cintamu. Dan tanpa cintamu, kau, tidak lengkap. Pergilah, dan ajak Shakuntala ke istana ini”.

Dushyant lega, ia menyentuh kaki ayahnya, sebagai tanda restu. Raja memegang pundak Dushyant, membawanya berdiri dan memeluknya. Ayah dan anak itu sudah saling memahami tentang cinta. Raja melepaskan pelukannya, “Jangan tunda lagi Dushyant, memang ini sudah sangat terlambat. Tapi cepatlah ajak dia”. Dushyant tersenyum ke ayahnya, kemudian bergegas keluar. Raja menarik nafas sesal.

Shakuntala episode 101 15

Shakuntala yang ingin menenangkan diri sejenak, sudah berdiri di pelataran kuil Shiwa. Ia berdiri menatap simbol Shiwa itu, terbayang saat dulu dia dan Dushyant melakukan pemujaan disana. Shakuntala melangkah, membawa air suci, menuangkannya ke simbol Shiwa sampai habis, mencium wadah air suci dengan keningnya, menyampaikan permohonannya, ‘Ya Dewa, kenapa hal ini selalu terjadi padaku. Tapi aku mulai merasa tenang dengan masalah yang sudah terjadi, tapi lalu ada badai dan semuanyapun menjadi hancur”.

Shakuntala mengeluarkan air mata, memilih duduk bersimpuh, bicara pada simbol Shiwa dihadapannya, “Sekarang kau beritau aku, beritau aku jalan, apa yang harus ku lakukan, *terisak*, Aku harus kemana. Beberapa tahun yang lalu, ditempat ini aku mengharapkan cintaku padanya, tapi nasib menentukan lain. Aku telah kehilangan dia, orang yanga sangat aku sayangi, dan kini, ketika putraku merasa ingin bertemu dengan ayahnya, meskipun aku ingin, aku tidak bisa mempertemukan dia”.

Shakuntala terus bertanya ssmabil mengeluarkan air mata, “Cobaan yang bagaimana ini Dewa. Cobaan yang bagaimana lagi”. Shakuntala menunduk terisak. Kemudian menghapus air matanya, bergumam sendiri, “Aku harus pergi dari sini, sangat jauh. Aku harus pergi jauh dari Hastinapura. Jauh sekali”.

Shakuntala episode 101 16

Sementara itu, Dushyant sudah memacu kudanya dengan kencang. Ia sampai di depan ashram, melompat turn, bergegas masuk. Pryamvada yang sedang berjalan, menatap heran ke arah gerbang dan melihat Dushyant yang terlihat bergegas, “Yang Mulia Dushyant, ada disini?”. Dushyant langsung ke hadapan sahabat Shakuntala itu, “Pryamvada, dimana Shakuntala”. Pryamvada tertunduk.

Rishi Kanva membuka pintu pondoknya, bertanya, “Ada siapa Pryamvada”. Dushyant menoleh. Rishi Kanva yang melangkah keluar juga menatapnya, “Kau”. Rishi Kanva mendekat, “Setelah sekian lama kenapa kau datang kemari”. Pryamvada menatap cemas pada Rishi Kanva.

Dushyant menjelaskan, “Sekarang aku sudah ingat semuanya Rishi. Ketika melihat cincin itu, aku teringat semuanya. Sekarang aku datang, untuk mengajak Shakuntala ke istana. Aku tau, karena aku Shakuntala telah banyak menderita. Tapi sekarang aku sudah datang, dan aku akan menebus semuanya”. Rishi Kanva yang terlihat lelah, hanya menatap diam.

Dushyant bicara meyakinkan lagi, “Rishi Kanva, aku datang untuk mengajak Shakuntala ke istana”. Rishi Kanva dan Pryamvada hanya tertunduk diam. Dushyant heran dan cemas, “Kenapa, kalian berdua diam saja. Kenapa tak mau menjawabku”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :