Shakuntala: Bharata Minta Ma’af, Dushyant Melihat Cincin Tanda Mata Yang Hilang, Mulai Mencari ‘Cintanya’


Serial Shakuntala episode sebelumnya, ibu yang membantu Shakuntala selama beberapa tahun terakhir, kesehatannya menurun, sebelum meninggal dia memberitau, sudah saatnya Shakuntala juga meninggalkan tempat itu. Shakuntala tak paham maksud si ibu. Anaknya yang ditinggal digubuk sendiri, Bharata ingin menemui Dushyant, masa lalu muncul kembali di hadapan Shakuntala, ketika mencari Bharata, bertatapan lagi dengan Dushyant di kuil Shiwa. Tapi, Dushyant masih belum mengenalinya, Shakuntala kecewa, merasa Dewa mempermainkannya.

Shakuntala episode 101 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 101, Bharata keluar gubuk dengan wajah tertunduk sedih. Karan kebetulan melihatnya, ia tersenyum, kemudian menghampiri Bharata, meraih pundak bocah itu agar melihatnya, “Ada apa Bharata, kenapa kau kelihatan sedih”. Bharata memberitau, “Ibu tak mau bicara denganku, aku sudah minta ma’af atas kesalahanku. Tapi, ibuku tak mau bicara. Kau tau Paman Karan, ibu juga tidak mengijinkan aku untuk bertemu ayahku di kuil”.

Shakuntala episode 101 01

Karan berpikir cepat, “Ayo”, kemudian menggandeng tangan Bharata masuk pondok. Di dalam pondok, di atas bale-bale, Shakuntala duduk diam, meneteskan air mata.

Karan tidak mengusik Shakuntal, tetap dekat pintu, ia bicara pada Bharata, “Dengar Bharata, kau tidak boleh pergi tanpa memberitau seseorang. Kau tau, kalau ibumu sangat mencemaskanmu, *Bharata lirik ibunya, Shakuntala juga lirik Bharata*, Jangan kau ulangi lagi,mengerti”, sambil usap kepala Bharata.

Karan menambahkan ucapannya, “Dengar Bharata, kalau hari ibumu tidak mengijinkanmu untuk bertemu dengan Yang Mulia, maka itupun ada alasannya. Dan kau, belum bisa mengerti alasan itu karena kau masih kecil. Kalau sudah besar, kau pasti mengerti”. Bharata kembali melihat ibunya yang menangis terisak.

Bharata melangkah ke hadapan Shakuntala, “Ibu, ma’afkan aku bu, aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Dan aku akan selalu patuh”. Shakuntala makin terisak, berusaha tegar, Bharata menunggu respon ibunya, begitu juga dengan Karan. Shakuntala masih belum bisa menguasai kesedihannya. Bharata keluar pondok lagi. Shakuntala sambil menangis tertahan menatap Karan, meminta di mengerti. Kemudian terisak lagi.

Shakuntala episode 101 03

Anak nelayan yang mengambil cincin Dushyant yang disembunyikan ayahnya, sampai di depan gerbang istana, pengawal gerbang langsung menyilangkan tombaknya sebagai tanda tidak boleh melewati gerbang. Si anak bicara, “Aku ingin bertemu Yang Mulia, ini penting sekali”. Salah satu penjaga menjawab, “Tapi Yang Mulia tidak mau bertemu dengan seseorang begitu saja”.

Si anak tetap berusaha, “Begini, ijinkan aku bertemu Yang Mulia sekali saja, aku ada perlu penting dengan beliau”. Si penjaga menjawab, “Baiklah, kau datang saja besok, Yang Mulia tidak ada di istana saat ini”. Si anak aga kecewa, “Tidak ada di istana? Baiklah, aku akan datang besok”. Si anak membalikkan badannya, melangkah tertunduk.

Tiba-tiba dia mendengar langkah kuda mendekat. Ia menoleh, langsung tersenyum begitu melihat yang diatas kuda adalah Raja Dushyant. Si anak berbalik, memanggil, “Yang Mulia! Yang Mulia!”. Dushyant yang sepertinya banyak pikiran setelah dari kuil Shiwa tak mendengar panggilan si anak nelayan, ia terus memacu kudanya memasuki gerbang istana. Si anak dihadang lagi sama penjaga.

Shakuntala episode 101 04

Di hutan, Bharata yang sedih karena belum dapat ma’af dari ibunya, melangkah tertunduk ke rumpun bunga yang ditanamnya. Ia duduk bersimpuh, bicara pada bunga yang sedang mekar tersebut, “Ibu sangat marah. Kalau ibu marah, aku tidak senang sama sekali”. Karan yang mengikutinya, mendekati Bharata, ikut berjongkok di sebelahnya, “Ibumu sedang marah ya”. Bharata mengangguk sedih, “Iya”.

Karan memberi saran, “Kalau begitu kita harus bujuk dia”. Bharata antusias, “Iya, tapi bagaimana”. Karan berkata, “Paman tau caranya”. Bharata mulai agak tersenyum, “Sungguh Paman”. Karan meyakinkan, “Iya, Paman Karan mu ini bisa menyelesaikan semua masalah, mari”, membisikkan sesuatu ke telinga Bharata. Bharata mendengarkan dengan serius dan tersenyum.

Tak berapa lama, Karan diikuti Bharata yang membawa nampan berisi makanan masuk ke pondok. Mereka melihat Shakuntala yang sedang melipat pakaian dengan wajah tak bersemangat. Mereka melangkah mendekat. Karan bicara, “Lihatlah Shakuntala, Bharata dan aku, telah memasak makanan yang enak untukmu”. Shakuntala melihat ke arah nampan yang dibawa Bharata.

Bharata ikut bicara, “Iya bu, kami berdua sudah berusaha keras untuk memasak makanan untuk ibu”. Shakuntala tersenyum. Karan jadi tersenyum. Bharata senang, “Ibu, ibu sekarang tidak marah lagi padaku kan”. Shakuntala dengan mata berkaca haru bahagia berkata, “Sama sekali tidak”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Shakuntala: Bharata Minta Ma’af, Dushyant Melihat Cincin Tanda Mata Yang Hilang, Mulai Mencari ‘Cintanya’

  1. Ping-balik: Shakuntala: Akan Meninggalkan Hastinapura, Dushyant Bertemu Bharata & Menjemput Shakuntala (Episode Akhir) | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s