Shakuntala: Kelahiran Bharata, Penobatan Pangeran Dushyant Jadi Raja


Serial Shakuntala episode sebelumnya, karena Shakuntala kehilangan cincin tanda mata cintanya, Dushyant tak mengenalinya, Shakuntala pergi meninggalkan Rishi Kanva yang sedang tertidur saat istirahat dalam perjalanan pulang dari istana. Shakuntala masuk ke dalam hutan, ditolong oleh seorang wanita. Karan setelah mendapat informasi dari Rishi Kanva pergi mencari Shakuntala.

Shakuntala episode 99 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 99, Shakuntala dan ibu-ibu warga kampung ibu yang menolongnya sedang ikut mencari kayu. Shakuntala bersuara kaget, hampir terpeleset jatuh. Seorang ibu langsung mengingatkan, “Hati-hati nak”.

Karan sudah memasuki hutan, ia bergegas, berlari sambil memanggil, “Shakuntala”. Shakuntala mendengar panggilan itu, melihat ke arah datangnya suara. Tapi Karan sudah berlari ke arah lain, sehingga posisi Shakuntala ada di belakangnya, sementara Shakuntala melihat ke arah lain. Mata Karan melihat sekeliling, kemudian berpindah cepat ke arah lain. Shakuntala sempat berdiri tertegun.

Shakuntala episode 99 01

Ibu-ibu pencari kayu bakar sudah menuju arah perkampungan ke dalam hutan. Shakuntala ikut berjalan dibelakang sambil membawa ikatan kayu bakar yang dikumpulkannya.

Karan yang sedang mencari, tak jauh dibelakangnya sambil terus memanggil, “Shakuntala!”. Shakuntala tertegun, tapi tak yakin ada yang memanggilnya. Karan melihatnya, “Shakuntala! Berhenti”. Shakuntala berhenti, matanya bergerak cepat, ternyata memang benar ada yang memanggilnya.

Karan berteriak, “Shakuntala!”. Shakuntala membalikkan badannya, terkejut, beberapa langkah dihadapannya berdiri Karan. Mereka saling tatap, ikatan kayu yang dipegang Shakuntala terjatuh, “Karan?! Kau disini”. Karan meyakinkan, “Ya, ini aku”. Karan mendekat, “Apa yang kau lakukan, dengan kau menghilang seperti ini, aku takkan mencarimu? Kenapa Shakuntala, kenapa kau melakukannya. Shakuntala, bagaimana kau bisa meninggalkan kami begitu saja”. Shakuntala hanya diam, air mata mengalir di pipinya, tertunduk.

Karan dengan terus menatapnya terus bicara, “Kau tidak berpikir apa yang dialami oleh Rishi. Saat kau pergi seperti ini, apa yang dirasakannya, kau tidak boleh bertindak seeprti ini”. Karan jadi ikut tertunduk, sedih melihat Shakuntala hanya menangis, “Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Sekarang pulang, semua orang menantikanmu”.

Shakuntala episode 99 03

Shakuntala menghapus air mata dipipinya, menggeleng, “Tidak. Aku tidak mau kembali ke ashram. Aku telah membuat ayah menjadi sangat menderita. Aku tidak mau membuatnya menderita lagi, aku harus menghadapi masalah ini seorang diri. Lebih bagus aku jauh dari ashram dan ayah. Itu akan lebih baik untuknya”. Karan tak bisa memaksa, “Shakuntala, apa aku harus beritau pada ayahmu kalau kau ada disini”.

Shakuntala melarang dengan tegas, “Tidak. Kau tidak boleh bilang apa-apa pada ayah. Karan, kau harus berjanji padaku”. Karan tak punya pilihan, “Baiklah Shakuntala, terserah kau saja. Aku tidak akan bilang pada siapapun. Tapi,, tidak mudah menghadapi musibah seperti ini seorang diri. Mungkin kau tidak butuh bantuan orang lain, tapi aku, sahabatmu ini, akan selalu menemanimu dalam keadaan seperti ini”. Shakuntala ternganga mendengar tekad sahabatnya itu, “Tapi Karan”.

Karan menaroh telunjuknya di bibir, “Hussttt, apa pun yang kau katakan, aku akan tetap bersamamu”. Mata Shakuntala jadi berkaca-kaca. Karan tersenyum haru.

Shakuntala episode 99 04

Setelah sekian lama, Karan terlihat di luar gubuk, mondar mandir dengan gelisah, kadang tersenyum sendiri. Wanita yang menolong dan merawat Shakuntala, keluar menemui Karan, “Selamat Karan, Selamat. Shakuntala melahirkan anak laki-laki”. Karan antusias, “Benarkah, Shakuntala baik-baik saja”. Si wanita memberitau, “Iya, ibu dan anak dua-duanya sehat”.

Karan senang, “Kalau begitu akan kubagikan manisan keseluruh desa. Akan ku adakan acara tarian dan nyanyi!”. Si wanita menggerakkan kepalanya senang, “Baiklah, aku akan lihat dia dulu ya”. Si wanita masuk rumah. Karan tersenyum bahagia.

Shakuntala episode 99 06

Setelah rapi, si wanita berdiri di samping tempat tidur Shakuntala yang masih terbaring di sebelah bayinya, wanita penolong sedang mengajak becanda si bayi dengan bunyi suaranya. Karan masuk, jongkok di samping bayi Shakuntala, mengusap kepala si bayi yang tersenyum kepadany. Karan takjub, “Wah, dia langsung bisa mengenaliku. Lihat saja, dia tersenyum padaku”. Shakuntala ikut tersenyum disebelah bayinya yang menggemaskan, selalu tersenyum.

Karan mengingatkan, “Sekarang yang harus dipikirkan, untuk anak tampan yang seperti rembulan ini adalah namanya juga harus seindah seperti wajahnya”. Wanita penolong memegang bayi Shakuntala. Karan bertanya, “Siapa namanya”. Si wanita mengangkat anaknya Shakuntala, “Nama dia. Nama dia, Bharata”. Shakuntala tersenyum mendengarnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Shakuntala: Kelahiran Bharata, Penobatan Pangeran Dushyant Jadi Raja

  1. Ping-balik: Shakuntala: Bharata Ingin Menemui Dushyant, Masa Lalu Muncul Kembali | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s