Ashoka: Raja Bindusara Cemas, Ashoka Berhadapan Dengan ‘Iblis’, Berhasil Lolos


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Raja Hutan yang sudah berjanji pada teman-temannya di kandang kuda untuk membawakan makanan istana, akhirnya berhasil, walau sebelumnya sempat dituduh mencuri makanan istana, menolong Balgovind & Ashoka di culik iblis sesaat setelah mengantarkan teman-temannya dari hutan datang mengunjunginya. Ashoka sempat disiksa si ‘iblis’.

Ashoka episode #15 (11C+12A) 00

Sinopsis serial Ashoka episode #15 (11C+12A), pagi hari, Cahanakya sedang menulis di ruangannya, ketika dari jendelanya, di kejauahan, diatas bukit berbatu, singa sedang menatap ke arahnya. Chanakya mendekat ke jendela, memperhatikan singa yang dia percaya sebagai jelmaan Chandragupta. Wajah Chanakya mengernyit begitu melihat wajah singa, ia bergumam, “luka?, *melihat dibawah mata kiri singa ada luka memanjang*, Apakah artinya Raja Chandragupta, jangan-jangan akan ada musibah”.

Radhagupt mucul, langsung bicara, “Acharya, Yang Mulia Bindusara juga ingin kau hadir dalam pertemuan nanti. Kelihatannya masalahnya cukup serius”. Setelah menoleh ke Radhagupt, Chanakya menoleh lagi ke arah singa. Tiba-tiba Chanakya seperti ingat sesuatu.

Ashoka episode #15 (11C+12A) 02

Di kandang kuda, anak-anak penjaga kuda yang masih tergolek dilantai memejamkan mata sambil mengernyitkan wajah, menutup kuping mendengar ringkikan Khulbusan. Anak yang bersorban kuning muda bersuara, “Sepanjang malam menjerit begini terus, dia tidak membiarkan kita tidur! Biarlah Raja datang dan membawa dia, baru kita bisa tenang”.

Anak yang memakai lilitan kain merah dikepalanya berkata, “Hei, di Pathaliputra ada rasa takut yang mencekam tentang iblis, aku rasa Raja tidak mau membuang-buang waktu lagi di kota”. Anak yang memakai lilitan kain krem ikut bicara, “memikirkan keadaan Balgovind saja membuatku takut. Aku sudah bilang pada Ashoka dia diculik oleh iblis, tapi dia tidak percaya”.

Anak-anak itu kemudian duduk, kemudian saling heran, “Ngomong-ngomong mana Ashoka”. Belum sempat berpikir kemana Ashokan, seorang anak melihat kedatangan Chanakya, “Acharya”, mereka pun bergegas bangun, keluar dan berdiri rapi, “Salam Acharya”. Chanakya memperhatikan mereka, “Diantara kalian ada satu anak yang tidak keliahtan”.

Anak yang tinggi kurus, berselepang warna ungu tua menjawab, “Raja hutan tidak disini. Mungkin dia mau mencari iblis”. Chanakya dan Radhagupt menunjukkan wajah tegang. Anak yang berselempang ungu muda menambahkan informasi, “Sejak malam aku tidak melihat dia”. Khulbusan meringkik. Chanakya heran, “Apa yang terjadi dengan Khulbusan”. Anak yang berselempang kuning yang menjawab, “Aku tidak tau Acharya, sejak semalam dia begitu terus”.

Chanakya berpikir kemudian melangkah mendekat ke tempat Khulbusan diikat. Khulbusan meringkik ga jelas lagi. Anak yang berselempang ungu muda melihat gelang Ashoka tergelat di jerami tak jauh dari situ, ia mengambilnya sambil berteriak, “Acharya!”. Chanakya mendekat, memperhatikan gelang tersebut, memperhatikan sekeliling, ia melihat ember tidak pada posisinya, tempat rumput juga dalam posisi terguling. Chanakya memperhatikan pintu yang terbuka dengan jerami yang acak-acakan sampai kesitu. Wajah Chanakya berubah kaku.

Ashoka episode #15 (11C+12A) 04

Di ruang pengobatan, Dharma sedang merawat Balgovind, ia menyentuh pipi Balgovind, “sudah tidak sakit lagikan”. Balgovind terbayang penyiksaan yang dilakukan si iblis padanya, ia pun berteriak-teriak, “Jangan pukul aku, jangan pukul aku. Wuaaakkkkk!!!”. Dharma memegang pipinya, “Disini tidak ada siapa-siapa, kau tidak perlu takut, kau aman disini”.

Seorang prajurit masuk, “Yang Mulia, ingin dia hadir dipertemuan”. Dharma mencoba menjelaskan, “Dalam keadaan seperti ini? Itu tidak mungkin”. Prajurit menjawab, “Ini perintah Yang Mulia”. Dharma hanya bisa terpana dan harus ikut.

Ashoka episode #15 (11C+12A) 05

Di ruang pertemuan, Raja Bindusara bertanya, “Boleh aku tau, kenapa hal sebesar ini dirahasiakan dari ku”. Khorasan menjelaskan, “Yang Mulia, saat peristiwa itu terjadi, saat itu kita berada di Ujjayani. Kau terluka dan kau juga mengalami penyerangan. *Jusntin, Helena dan Siyamak mendengarkan serius*, Dalam keadaan itu, kabar ini menjadi kurang penting. Ketika aku mengetahui tentang hal ini, akupun memutuskan untuk tidak mengganggumu dengan kabar ini. Akulah yang mengambil tanggung jawab untuk mencari iblis ini”.

Raja minta penjelasana, “Sekarang aku ingin mengetahui, apa kau sudah berhasil menjaga keamanan anak-anak di Pathaliputra, *Calata, Justin, Khorasan tercenung*, Karena yang kutau, iblis itu sudah menculik Balgovind di ashram anak-anak. Kalau di dalam istana saja tidak aman, bagaimana rakyat kita bisa aman”. Anggota sidang semakin memperlihatkan wajah serius dengan pernyataan Raja tersebut.

Sushima masuk ruang pertemuan, memberi hormat pada Raja. Helena memperhatikan dengan tatapan tajamnya. Siyamak yang sudah duduk ruang pertemuan dari tadi, menatap kakak tirinya itu dengan dada membusung. Raja menegur putra sulungnya itu, “Sushima, meskipun kau putraku, tapi hadir dalam pertemuan sewaktu-waktu tanpa memperhatikan waktu, adalah bertolak belakang dari peraturan! Aku akan senang kalau kau hadir dipertemuan sejak awal pertemuan diadakan”. Sushima mendelikkan matanya, kemudian duduk. Raja menarik nafas melihat kelakuan putra sulung nya itu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Raja Bindusara Cemas, Ashoka Berhadapan Dengan ‘Iblis’, Berhasil Lolos

  1. Ping-balik: Ashoka: Bertemu Ibu, Mendapatkan Kebebasan Dari Yang Mulia Bindusara | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.