Ashoka: Perayaan Keselamatan Raja Bindusara, Pertarungan Pangeran Sushima & Siyamak


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka menerima tantangan bertanding lari dengan Sushima & naik kuda bersama Raja Bindusara setelah pertandingan usai. Ashoka menang, tapi kakinya terluka, yang membuat Raja Bindusara merasa bersalah, meminta tabib yang merawatnya (Dharma) untuk mengobati luka Ashoka, di kamar pribadinya. Perayaan atas kesembuhan Raja akan diadakan, semua bersiap, termasuk Raja Bindusara, tapi Helena justru datang menemuinya, tidak akan menghadiri perayaan tersebut.

Ashoka episode #13 (10B+11A) 00

Sinopsis serial Ashoka episode #13 (10B+11A), Semua pelayan istana berbenah, menghias setiap sudut istana. Bagian dapur memasak berbagai jenis makanan, menata dan menghidangkan di meja-meja yang sudah disiapkan.

Di kamarnya, Raja Bindusara yang ditemui Helena menjawab pernyataan Helena dengan kaget, “Apa yang ibu bicarakan”. Raja Bindusara meminta semua pelayan di kamarnya untuk pergi, tapi Helena langsung mencegahnya, “Tidak, biarkan saja. Aku tidak malu meminta ma’af dihadapan semua orang”. Dharma yang ikut mendengar terlihat agak kaget, dia konsentrasi mengikuti pembicaraan itu sambil menyiapkan obat.

Ashoka episode #13 (10B+11A) 02

Bindusara merespon ucapan Helena, “Aku tidak mengerti, kenapa ibu menyakiti hati dengan minta ma’af padaku, dan untuk apa pula ibu minta ma’af padaku”. Ratu Helena menunjukkan wajah sedih dengan memalingkan wajahnya, “Atas apa yang ku katakan malam itu, maka untuk itulah”. Wajah Bindusara mengernyit, ia terbayang ucapan ibunya menjelekkan Acharya Chanakya, ‘kau masih belum mengerti tentang Acharya Chanakya, dia ibaratkan pedang bermata dua, tidak bisa tau dia akan diserang dari arah mana, dan bayangannya lebih gelap daripada malam’. Tatapan Bindusara tertunduk.

Helena bicara, “Aku tau aku telah menyakiti hatimu, kau pasti sudah sangat tersinggung. Seharusnya, aku tidak mengatakan semua itu”, wajah Helena kayak mau menangis. Bindusara tak sampai hati, “Kenapa ibu membuat aku malu, apa kau tidak tau bahwa ibu sangat mencemaskan aku. Apa ibu pikir aku tidak tau bagi ibu kebaikanku, keamananku, keselamatanku, adalah hal yang penting. Kemaren pun aku mengatakan bahwa dalam kehidupanku peran ibu sangat penting. Hari ini aku ulangi dihadapan semua orang, seperti Krisna mendapatkan ibu Yasoda, maka seperti itulah, ibu adalah ibuku. Walaupun ibu mengaharapkan yang buruk bagiku, itupun aku tau, pasti untuk kebaikan. Jadi jika hari ini ibu tidak ikut dalam perayaan ini, maka perayaan ini tidak akan ada artinya bagiku. Akan ku buktikan sekarang juga”, wajah Bindusara terlihat agak marah.

Helena yang sudah merasa cukup meyakinkan Bindusara dengan sikapnya, langsung merespon, “Tidak Nak, tidak. Di Pathaliputra semua menantikan perayaan ini. Atas perayaan ini rakyatmu pun punya hak yang sama seperti kau dan aku. Perayaan ini pasti akan diadakan. Hanya sekali saja, katakan kau mema’afkanku. Aku hanya ingin mendengarnya Nak, bahwa kau mema’afkanku”, sambil mendongak menatap Bindusara.

Ashoka episode #13 (10B+11A) 04

Bindusara menunjukkan wajah kurang senang dengan apa yang diucapkan ibu tirinya itu, “Jika kata-kata seperti itu keluar dari mulutku maka lidahku ini, aku potong!”. Helena langsung menutup mulut Bindusara dengan kedua tangannya. Dharma yang mendengar, mengernyitkan wajahnya. Helena kemudian menyatukan kedua tangannya di depan jidatnya sebagai tanda minta ampun, Bindusara jangan marah lagi. Wajah Bindusara tersenyum, menggenggam tangan Helena. Helena menundukkan wajahnya, menarik nafas dalam, mendongak memperlihatkan senyum terpaksa yang tak terbaca Bindusara.

Helena kemudian mengambil mahkota yang disodorkan nampannya oleh pelayan. Helena menatap nanar mahkota ditangannya, terbayang prosesi penobatan Justin, putra kandungnya yang setengah jalan. Kemudian dengan menunjukkan senyum saat menatap mahkota ditangannya, Helena memasangkannya di kepala Bindusara. Bindusara berkata lembut, “Ibu segeralah bersiap-siap, karena aku menantikan ibu”. Helena merendahkan sedikit badannya, “Yang Mulia”. Bindusara membalasnya dengan kedua tangan tertutup di depan wajah dan kepala sedikit tertunduk. Helena melangkah keluar ruangan.

Ashoka episode #13 (10B+11A) 05

Dharma menoleh dari tempatnya berdiri. Setelah Helena benar-benar keluar, ia mengambil ramuan obat yang sudah siap dari tadi, melangkah mendekati Raja, menyerahkan ke tangan Bindusara, kemudian berdiri membelakang layaknya pelayan. Bindusara menerimanya, bicara, “Apa kau tau, kedatanganmu ke kerajaan ini untuk mengobati aku, melalui Acharya Chanakya, telah berhasil karena restu dari ibuku itu”. Dharma menunjukkan wajah agak kaget di balik selendangnya.

Raja Bindusara menoleh ke arah wanita yang merawatnya itu, “Rupanya aku selalu dilindungi oleh banyak kemujuran, Karena kau sudah mengobati aku, *Dharma tersenyum*, Hari ini pun bagi para pelayan sudah disediakan makanan yang istimewa, jadi aku mohon, agar kau pun bisa menikmati makanannya”. Bindusara meminum obatnya.

Dharma membuat sikap hormat. Bindusara meninggalkan ruangan di ikuti pelayan lainnya. Dharma masih berdiri sambil memperlihatkan wajah sedih dan membathin, ‘Bagaimana aku bisa menikmati makanan istana, jika aku tidak tau, apakah putraku sudah makan, atau belum”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Perayaan Keselamatan Raja Bindusara, Pertarungan Pangeran Sushima & Siyamak

  1. Ping-balik: Ashoka: Mencuri Makanan Istana, Menolong Balgovind & Diculik ‘Iblis’ | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s