Shakuntala: Tidak Akan Kulepaskan Sampai Tujuh Kehidupan-Janji Dushyant.


Serial Shakuntala episode sebelumnya, tabib yang memeriksa memberitau, Shakuntala pingsan, dia akan menjadi seorang ibu. Mendengar hasil pemeriksaan tabib tersebut, Shakuntala terpana kemudian menangis, Rishi Kanva berusaha menyangkal, mungkin tabib salah. Tapi tabib meyakinkan tak ada kesalahan. Rishi Kanva syok berat.

Shakuntala episode 93 #92 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 93 #92, Shakuntala menangis memeluk lututnya. Pryamvada yang mendampingi sejak pemeriksaan, menghibur, “Sudahlah, hentikanlah tangismu, sampai kapan kau akan menangis, yang sudah terjadi ya sudahlah, hal itu sudah tidak bisa dirubah lagi. Hentikanlah, semua pasti akan membaik”.

Shakuntala tetap menangis, “Bagaimana Pryamvada. Bagaimana, aku tidak mengerti apa-apa”. Pryamvada menenangkan, “Kau jangan menangis begitu, kau dan Pangeran Dushyant sekarang sudah jadi suami istri. Bila Pangeran Dushyant datang kemari, dia bisa mengatasi masalah ini”. Shakuntala dengan tetap bercucuran air mata berkata, “Aku tau, aku tau sekarang, tapi kejadian ini terjadi dalam keadaan yang tidak terduga. Setelah kejadian ini, aku jadi malu. Aku jadi malu pada ayah, karena aku ayah harus menanggung derita seperti ini, penghinaan terhadapnya, rasa malu yang dirasakannya. Aku yang bertanggung jawab atas semua yang dirasakannya”. Shakuntala semakin menundukkan kepalanya sambil menangis.

Shakuntala episode 93 #92 01

Karan setelah melihat Rishi Kanva, kembali masuk ke kamar Shakuntala, “Jangan khawatir Shakuntala, semua akan baik-baik saja. Apapun yang terjadi, kau tidak melakukannya dengan sengajakan”. Shakuntala tetap cemas, “Tidak Karan, ayah tidaka akan mema’afkan aku. Dia tidak akan mema’afkan aku”. Karan tak tega melihat Shakuntala larut dalam tangisnya, “Jangan putus asa Shakuntala, anggap saja waktu yang buruk ini akan segera berlalu, dan semuanya akan baik kembali”.

Shakuntala tetap menangis dalam cemas, “Pergi bagaimana Karan”. Karan menyampaikan, “Kau tau dari istana bahwa Pangeran Dushyant pergi keluar untuk urusan yang penting. Aku akan cari tau secara diam-diam, aku sendiri yang akan mengajaknya kemari. Dan kalau Pangeran Dushyant datang kesini, semuanya pasti akan baik. Aku yakin, dia akan bisa membujuk Yang Mulia”. Shakuntala tak bisa memberikan pendapatnya, “Aku tidak tau, aku tidak tau Karan, aku takut sekali”.

Karan meyakinkan, “Kau jangan takut, kan ada aku. Aku akan pergi dan cari tau tentang Pangeran Dushyant. Tapi tolong, jangan ceritakan hal ini kepada orang lain, rahasiakan saja, aku akan mengajak Pangeran Dushyant kemari”. Lihat Pryamvada, dan berpesan, “Pryamvada, sampai aku kembali, kau jaga Shakuntala”. Pryamvada menjawab lewat isyarat mata. Karan keluar ruangan.

Shakuntala episode 93 #92 02

Di hutan, Dushyant menginterogasi orang yang berpura-pura jadi perampok dibawah ancaman pedangnya, “Siapa kau dan untuk siapa kau bekarja. Kenapa diam saja! Siapa kau, katakan!”. Si perampok dengan takut bersuara, “Aku disuruh”. Dushyant menarik baju orang tersebut agar berdiri, “Jawab pertanyaanku dengan benar, kalau tidak, aku terpaksa harus menggunakan pedangku ini, dan itu tidak baik bagimu. Atas suruhan siapa kau mempermainkan aku”.

Si perampok tak punya pilihan, harus memberitau, “Kami disuruh Yang Mulia”. Deg!!, Dushyant terkejut, terpana, tidak bisa langsung mencerna informasi tersebut. Dushyant menurunkan pedangnyak, “Disuruh oleh Yang Mulia? Apa yang kau katakan ini”. Si perampok menjawab yakin, “Inilah kenyataannya. Yang Mulia menyuruh kami menyibukkanmu di Ranhpurt, Pangerant”. Dushyant tak mengerti, “Tapi kenapa?”. Si perampok menjawab, “Aku tidak tau, kami hanya melaksanakan tugas kami”. Dushyant berpikir, tak menyangka sama sekali kalau ayahnyalah yang merencanakan semua, “tapi kenapa Yang Mulia melakukan ini?”. Dushyant bingung, tak mengerti dan ingin tau alasannya.

Shakuntala episode 93 #92 04

Di ashram, Pryamvada sedang meladeni Rishi Kanva dan Shakuntala. Rishi Kanva duduk menatap makanan dengan wajah melamun dan sedih. Shakuntala mentapnya dengan mata berkaca-kaca. Pryamvada berpindah kehadapan Shakuntala untuk menuangkan makanan, Shakuntala menolak, “Tidak Pryamvada, tidak usah, aku tidak lapar”. Pryamvada heran, “kenapa kau bisa tidak lapar. Kau harus makan sedikit, sejak kemaren kau belum makan. Kenapa kau marah pada makanan”.

Shakuntala menangis lagi melihat Rishi Kanva yang hanya diam tercenung, “Ayah, kalau ayah menghukum aku, hukum saja aku. Kenapa ayah menghukum diri sendiri. Aku melakukan kesalahan ini, ma’afkan aku ayah”. Rishi Kanva meneteskan air mata. Pryamvada ikut bersuara, “Rishi, ma’afkanlah Shakuntala”.

Shakuntala dengan menangis bicara, “Ayah, katakan sesuatu, aku tidak tahan melihat ayah membisu seperti ini”. Rishi Kanva tetap diam. Pryamvada jadi tercenung, karena yang dilayani tak ada yang makan. Shakuntala menghapus air matanya, berdiri, kemudian berlari keluar. Pryamvada menaroh tempat makanan, memanggil, “Shakuntala”. Rishi Kanva sempat melihat sesaat, tapi kemudian terdiam lagi.

Shakuntala berlari menuju gerbang keluar ashram, Pryamvada mengikuti sambil memanggil, “Shakuntala”. Shakuntala terus berlari sambil menangis. Pryamvada mengejar dibelakangnya, “Shakuntala tunggu! Shakuntala! Shakuntala tunggu! Shakuntala!”. Shakuntala semakin berlari kencang, ia tak mendengarkan teriakan Pryamvada, terus berlari memasuki hutan.

Sementara di tempat lain, Dushyant juga sedang memacu kudanya dengan kencang. Mereka berdua seperti berlari ketempat tujuannya masing-masing. Dushyant dengan semua tanya untuk apa yang telah direncanakan ayahnya, Shakuntala dengan semua sesal atas yang apa dirasakan ayahnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan