Shakuntala: Pingsan, Akan Menjadi Seorang Ibu


Serial Shakuntala episode sebelumnya, Karan dan Rishi Kanva datang ke istana Hastinapura bermaksud menemui Dushyant untuk membicarakan pernikahan yang sudah dilaksanakannya. Dushyant tidak ada, mereka bertemu Raja dan mulia. Setelah dari istana, Karan bilang, “Shakuntala, lupakanlah Pangeran Dushyant untuk selamanya, Rishi Kanva dihina Raja“.

Shakuntala episode92 #91 00

Sinopsise serial Shakuntala episode 92 #91, Karan menjelaskan pada Shakuntala, “Yang Mulia telah menuduh Rishi yang bukan-bukan, dia merasa demi harta dia telah memainkan siasat ini, dan kau sengaja menjebak Pangeran Dushyant. Apa yang bisa kami lakukan dalam keadaan seperti ini. Jangankan dia bicara baik-baik pada Rishi, malah Rishi diperlakukan secara tidak hormat”. Shakuntala terduduk, dunianya seakan berputar cepat.

Di istana, dikamarnya, Raja masih terlihat kesal dan menyampaikannya pada Permaisuri, “Aku sudah curiga sejak semula, bahwa hal seperti ini pasti akan terjadi. Orang-orang ashram mulai menjalin hubungan akrab dengan Dushyant”. Permaisuri mengingatkan, “Tapi Yang mulia, kau tidak boleh bicara kasar pada Rishi Kanva”. Raja menjawab dengan mata melotot, “Apa, aku harus memeluk dia dan kemudian menerima dia sebagai besan?! Dia secara paksa menyerahkan putrinya pada kita. Jika saat itu, aku tidak mengingatkan dia pada kedudukannya, maka mereka menjadikan istana sebagai tempat tinggal mereka”.

Shakuntala episode92 #91 01

Permaisuri dengan sabar mengingatkan, “Tapi Rishi sudah menjelaskan, ini terjadi ketika beliau bepergian”. Raja tetap dengan pendiriannya, “Kau percaya dengan ucapannya, tapi aku tidak percaya. Mestinya kau bersyukur, aku mengirim Pangeran Dushyant keluar dari sini pada waktu yang tepat. Kalau Pangeran ada disini, tidak akan mudah menyelesaikan ini dengan Rishi itu. Sekarang selama masalah ini belum selesai, akau harus bisa, menyibukkan Pangeran di Ranhpurt. Selama aku hidup, Shakuntala tidak akan pernah memasuki kehidupan Pangeran”. Permaisuri menunjukkan wajahnya dengan gelisah melihat keteguhan Raja.

Di desa yang dipersiapkan untuk menyibukkan Pangeran, Dushyant menganalisa apa yang sudah diperbuatnya dengan Panglima yang mendampinginya. Dushyant bicara sambil membelakangi si Panglima, “Hari ini aku berhasil menyelamatkan Arjun, tapi untuk menghabisi mereka sampai ke akarnya, kita harus secara diam-diam menguntit mereka”.

Shakuntala episode92 #91 02

Dushyant membalikkan badan, “Pergilah dan cari tau dari warga, para perampok itu datang darimana dan pergi kemana. Aku yakin, pasti ada warga yang mengetahui tentang hal ini. Kau harus segera mencari tau, karena aku harus segera menghapus aib yang sudah mencoreng nama ayahku”. Si Panglima matanya terlihat agak cemas melihat keseriusan yang ditunjukkan Dushyan, “Baik Pangeran”.

Panglima Chandravan pergi ke satu tempat dikampung tersebut, memperhatikan sekitar, kemudian masuk dan langsung bicara pada lelaki yang ada disitu, “Hei dengar, bagaimana, apa ada kabar dari Yang mulia”. Orang tersebut memberitau, “Belum, sampai sekarang belum ada kabar”. Panglima terlihat tegang, “Ini gawat sekali, Pangeran Dushyant ingin mengejar para perampok itu”.

Si lelaki yang jadi penghubung ikutan cemas, “Kalau begitu, rahasia kita akan terbongkar”. Si Panglima mencoba mencari jalan keluar, “Aku juga takut akan hal ini, tapi selama belum ada kabar dari Yang Mulia, maka aku harus menyibukkan Pangeran disini”. Lawan bicaranya bertanya, “Tapi bagaimana caranya menjauhkan Pangeran agar tidak datang pada perampok”. Si Panglima berpikir, kemudian tersenyum, “Aku punya satu cara”.

Tak lama, Si Panglima sudah menemui Dushyant lagi untuk melaporkan hasil penyelidikannya, “Pangeran, informasi yang kau inginkan sudah kudapatkan. Ada warga yang melihat para perampok itu pergi ke arah Barat, kedekat sumur yang kering”. Dushyant merespon langsung, “Mereka pasti belum jauh, kita harus mengejarnya. Ayo”. Mereka pun menaiki kuda.

Shakuntala episode92 #91 04

Di ashram, Shakuntala duduk termenung dipinggir kolam. Terbayang ucapan Karan seeblumnya, ‘Yang Mulia berpegang erat pada keputusannya Shakuntala, dia tidak menerima pernikahan ini, karena itu lupakan dia. Kau harus melupakan Pangeran Dushyant’. Air mata Shakuntala mengalir dipipi, ia menarik nafas dalam sambil memejamkan mata.

Karan datang dan melihat Shakuntala menangis dalam diam sambil memejamkan matanya. Karan bersuara, “Shakuntala, kita tidak bisa menyerah hanya karena cobaan seperti itu, Rishi belum bertemu dengan Pangeran. Abaikan apa yang dikatakan Yang Mulia, tapi Pangeran tidak bisa melalaikan tanggung jawabnya, dia telah berjanji padamu”. Langit tiba-tiba ditutupi awan hitam dengan kilat dan petir. Karan kaget, menatap langit, kemudian menatap Shakuntala.

Shakuntala berdiri, melangkah melewati Karan, berdiri, terbayang lagi ucapan Karan yang memberitau apa yang dialami diistana, ‘Yang Mulia tetap dengan keputusannya, Rishi sudah berusaha menasehatinya, tapi Yang Mulia, tidak mau mendengarkannya. Bahkan karena marah, dia telah berani menghina Rishi’. Terbayang wajah ayahnya yang terhina.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Shakuntala: Pingsan, Akan Menjadi Seorang Ibu

  1. Ping-balik: Shakuntala: Tidak Akan Kulepaskan Sampai Tujuh Kehidupan-Janji Dushyant. | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s