Serial Ashoka

Ashoka: Raja Bindusara Mengorbankan Dharma Demi Magadh. Aku Adalah Angin.


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Dharma mengobati Raja Bindusara yang lukanya masih basah. Raja merasa wanita yang merawat itu telah menyelamatkan nyawanya. Raja akan berikan apa saja sebagai imbalannya. Dharma hanya meminta Raja untuk berhenti berperang dan memilih jalan damai. Mendengar itu, Raja Bindusara terkenang wanita masa lalu, semantara Ashoka duduk di singgasana Magadh dan berlagak bak seorang Raja yang memimpin persidangan. Chanakya yang melihat itu, menyuruh prajurit untuk menangkapnya, Ashoka lari dari kejaran prajurit.

Ashoka episode #11 00

Sinopsis cerita serial Ashoka episode #11 (9B), Ashoka yang sedang melarikan diri dari kejaran prajurit, merapat ke dinding. Tiba-tiba telinganya mendengar orang bicara dari dalam ruangan yang pintunya terbuka, “Kau masih belum mengerti tentang Acharya Chanakya”. Helena dilihatnya sedang berusaha mempengaruhi Raja Bindusara dengan kata-katanya, “Dia ibaratnya pedang bermata dua. Tidak bisa tau dia akan diserang dari arahmana”. Ashoka yang terdesak dari prajurit yang mengejarnya, melintas, pindah ke dinding sebelahnya dengan cepat.

Ashoka episode #11 01

Raja Bindusara yang sedang mendengar Helena dengan duduk diujung tempat tidur dan melihat ke arah pintu, melihat sekelabat bayangan Ashoka yang berpindah itu, tapi ga begitu jelas, Raja langsung mengejar ke pintu, “Siapa, muncullah kehadapanku”. Melihat tak ada siapa-siapa, Bindusara kembali mendekat ke tempat Helena masih berdiri, “Ibu, sekalipun ibu bisa melihat niat Acharya, aku sudah menahan bayangannya hingga sejak 14 tahun itu”.

Helena si ibu tiri langsung menjawab, “Bayangannya lebih gelap dari malam. Entah sudah berapa banyak yang sudah diserang. Aku sama sekali tidak percaya padanya, setelah sekian tahun, tiba-tiba dia kembali kesini. Dibalik itu pasti ada alasan besar”. Bindusara tak membantah hal itu, “Ada alasannya, masalah-masalah yang timbul dalam kehidupanku, itulah yang membawa Acharya datang”.

Helena menghasut, “Dan juga, dia merasa bahwa kau tidak layak untuk menjadi seorang Raja. Dan dia sudah memikirkan untuk menggantikanmu dengan orang lain, seperti yang pernah dia lakukan dulu”. Raja Bindusara menanggapi emosi wanita di depannya itu dengan tenang, “Aku tidak mencurigainya, justru aku percaya padanya”.

Helena menunjukkan sikap ngambek mengancam, “Kau lebih percaya Acharya daripada pada ibumu. Kau punya kekuatan dan senjata, akan dimiliki oleh Acharya. Dan aku hanyalah seorang ibu dan tugasku hanyalah mencemaskan dan berdoa untuk putraku, karena itulah aku telah mengumumkan memberikan hadiah kepada orang yang bisa menangkap siapa penyerangmu. Karena itulah besok, aku telah mengadakan pesta dan jamuan di istana untuk menyambutmu. Hanya itulah kepentinganku dalam kehidupan dirimu”.

Ashoka episode #11 03

Helena melangkah membelakang Bindusara sambil menunjukkn wajah sedih, “Kalau aku adalah ibu kandungmu, mungkin kau akan menghargai semua ucapanku ini”. Raja Bindusara melangkah mendekat, “Bu, ibu sudah membesarkan aku dengan banyak kasih sayang melebihi ibu kandungku sendiri. *Helena tersenyum penuh maksud*, Ibu tidak pernah membiarkan aku merasa bahwa ibu adalah ibu tiriku, kepentingan ibu di dalam kehidupanku ini adalah yang utama, lebih dari ibu yang melahirkanku”.

Helena membalikkan badan, merasa sandiwara tipuannya akan mempengaruhi Bindusara. Bindusara menghaturkan sikap hormat dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada, “Tapi aku memohon satu hal, jangan pernah menyuruhku memilih antara ibu dan Acharya. Karena aku sangat membutuhkannya. Tapi bukan hanya aku, Magadh juga membutuhkan Acharya Chanakya. Dimana dia sudah menyelamatkan aku”. Dharma dan pembantu pengobatan masuk, “Ma’af Yang Mulia, sudah saatnya untuk minum obat”.

Bindusara melirik ke arah Helena. Helena sedikit membungkukkan badannya, “Yang Mulia”. Bindusara membalasnya hormat, “Ibu”. Helena melangkah menuju pintu, saat melewati Dharma, ia berujar, “Pengobatanmu diakui Acharya dan Yang Mulia, jangan sampai keyakinan mereka hancur”. Dharma menundukkan wajah. Helena melangkah meninggalkan ruangan tersebut. Bindusara sudah duduk kembali diujung tempat tidurnya.

Di kandang kuda, Balgovind muncul dengan wajah tegang melihat kesekeliling yang sepi. Dia terbelalak saat melihat bayangan berpenutup kepala yang selama ini diidentikkan dengan bayangan setan. Balgovid sampai terjatuh menabrak tumpukan jerami saking kaget dan ketakutannya. Tiba-tiba dia diseret oleh bayangan yang dilihatnya.

Ashoka episode #11 05

Di kamarnya, Bindusara melamun menatap bulan lewat teralis jendela. Ia terbayang saat di sungai pertama kali meminta Dharma untuk membuka hati untuknya. Terbayang saat melakukan ritual pernikahan dengan Dharma. Terbayang lirikan mata Dharma saat dikamar pengantin, selesai ritual pernikahan mereka. Dharma memperhatikan Raja yang sedang melamun, dia menegurnya, “Yang Mulia”. Raja kembali ke realita sekarang. Agak sungkan tertangkap melamun oleh wanita yang mengobatinya sekarang.

Dengan tertunduk, Raja Bindusara melangkah ke tempat tidurnya, duduk diujung tempat tidur, merebahkan badan untuk menerima pengobatan. Dharma mendekat, ikut duduk dipinggir tempat tidur. Menekan bagian luka diperut Bindusara, berdarah, Bindusara mengerang kesakitan. Dharma panik, sambil melakukan perawatan, “Lukanya tidak mau sembuh, darahnya masih terus mengalir”, smabil menekannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Raja Bindusara Mengorbankan Dharma Demi Magadh. Aku Adalah Angin.”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.