Ashoka: Raja Bindusara Terkenang Wanita Masalalu, Ashoka Duduk di Singgasana Magadh


Sinopsis singkat serial Ashoka sebelumnya, Raja merasa kebenaran dalam semua ucapan Ashoka tentang kualitas Raja yang baik. Ashoka ikut perintah ibu ke Pathaliputra dibawah asuhan dan bimbingan Chanakya. Radhagupt menempatka n Ashoka di bagian pemeliharaan kuda, termasuk kuda Raja yang sangat sulit ditalukkan. Ashoka yang mengaku Raja hutan diberi tugas pertama memberi makan kuda Raja yang pemilih majikan itu.

Ashoka episode #10 (8B+9A) 00

Sinopsis serial Ashoka episide #10 (8B+9A), Ashoka bangkit, menatap anak-anak di bangsal kuda yang tertawa, ia membalikkan badannya, menatap tajam dengan mata singanya ke kuda Raja yang tak mau dilayaninya itu, sambil memegang tempat makanan untuk kuda tersebut. Si kuda juga seprti melirik tajam padanya.

Si penanggung jawab bagian perawatan kuda yang ikut tersenyum bicara iseng pada Ashoka yang wajahnya kena kotoran kuda, “Kau mencium bau sesuatu Yang Mulia”. Ashoka kembali melangkah mendekati kuda dari belakang, kuda mulai menggerakkan kakinya, bersiaga. Ashoka bicara pada si kuda, “Khulbusan, kau tidak akan dapat kesempatan ini lagi, habiskan makananmu”. Sikuda kembali menggerakkan kakinya yang membuat Ashoka kembali terpental. Anak-anak yang melihat itu dan si penanggung jawab, kembali tertawa. Balgovind menunjukkan wajah prihatin.

Ashoka episode #10 (8B+9A) 01

Seorang anak bicara, “Tidak ada seorangpun yang bisa menyentuhnya, tidak juga Balgovind yang setiap hari memberikannya makan setiap hari”. Balgovind melirik temannya dengan wajah agak kecut. Satu anak lain ikutan nyahut, “Dia juga tidak akan mampu mengatasinya”. Yang lain memberitau, “Diyakini, hanya seorang Raja saja yang bisa mengendalikan Khulbusan”. Ashoka melihat ke arah si kuda.

Balgovind datang mengulurkan tangannya membantu Ashoka berdiri. Ashoka mengusap kotoran diwajahnya, mendatangi si kuda dari arah depan. Ia berdiri di depan si kuda dan mengajaknya bicara dengan wajah penuh senyum tulus, “Dengar teman, bahkan Raja sekalipun, nakalnya tidak sepertimu. Sebenarnya kau yang melayani Raja atau bahkan sebaliknya”. Kuda seperti merespon ucapan Ashoka dengan memundurkan kepalanya sambil menatap bocah di depannya. Ashoka mengartikan sikap si kuda, “Apa katamu? Jadi kau hanya patuh pada para Raja?”.

Balgovind melihat heran Ashoka yang bicara dengan kuda, seperti bicara pada seorang manusia. Ashoka masih bicara sambil menunjuk muka kuda, “Baiklah kalau begitu, tunggu dan lihat saja. Suatu hari nanti, aku pasti bisa menguasai dirimu. Ini adalah sumpahku, sumpah Raja Ashoka”, sambil mengepalkan tangan.

Ashoka episode #10 (8B+9A) 03

Raja Bindusara memasuki kamarnya, melepaskan mahkota, menyerahkan ke pelayan. Melepaskan selendang dari bahunya, dan juga menyerahkan kepelayan beserta pedang yang dipegangnya untuk ditaroh ditempatnya. Raja mau duduk di ujung tempat tidur, mau rebahan, tiba-tiba dia melenguh kesakitan sambil memegang bekas luka dibagian perut, bekas luka tusukan pedang musuh saat pertempuran yang membuatnya tak sadarkan diri cukup lama.

Dharma yang sedang menyiapkan obat, bergegas mendekat, “Yang Mulia, kau seharusnya,, lukamu belum cukup sembuh . Cepat berikan obatnya”, Dharma sigap merawat luka Raja dengan wajah cemas. Sebelum menempelkan ramuan obat, Dharma memberitau, “Ini akan sakit Yang Mulia, dan aku minta ma’af”. Dharma memberikan ramuan obat dan menekan luka. Raja Bindusara mengertakkan giginya sambil mengeluarkan suara menahan sakit, ia mencengkram tangan Dharma yang menempelkan obat kuat-kuat. Dharma meringis menahannya sambil terus memegang selendang, menututpi wajahnya dengan tangannya yang lain.

Rasa sakit yang dirasakan Raja berkurang, ia melepaskan cengkaramannya dari tangan Dharma, ada bekas-bekas merah di lengan Dharma. Wajah Bindusara perlahan tenang, Dharma menatapnya dari balik selendang. Raja bicara, “Ma’af membuatmu takut”. Dharma menjawab cepat, “Tidak, jangan minta ma’af padaku Yang Mulia”.

Ashoka episode #10 (8B+9A) 04

Raja sambil memejamkan matanya, menetralisir rasa sakit yang masih terasa, “Ini lebih baik, aku sekarang berhutang, kau sudah menyelamatkan hidupku, *Dharma terus memberi obat*, Tidaklah tepat bagi seorang Raja berhutang, karena itulah, aku minta, kau bisa minta apapun yang kau inginkan, supaya aku tidak punya hutang. Katakan”. Dharma menjawab, “Jangan berperang Yang Mulia”.

Mendengar ucapan wanita yang merawatnya, Raja Bindusara malah terbayang Dharma, wanita di masalalu dengan ucapannya, ‘Ketika dihadapi dengan kekerasan, akan bagaimana kah akhirnya’. Terdengar suara tabib disebelahnya, “Pilihlah jalan damai tanpa kekerasan”. Bindusara terbayang saat Dharma mengajar kitab pada Brahma-Brahma cilik, ‘jalan damai adalah jalan yang tersulit untuk dicapai, tapi itu menuju kebaikan”, sepotong kalimat, suara tabib di sampingnya lagi yang dia dengar. Bindusara seeprti bingung.

Raja Bindusara yang terbaring, melirik tabib yang mengobati lukanya, tapi wajahnya ditutup selendang tipis yang dipegang tangan, “Siapa kau, siapa namamu”. Dharma tertegun, matanya terbelalak, dibalik selendangnya. Bindusara memperhatikan, tapi tak mengenali wajah samar-samar itu. Dharma memberitau nama aslinya, “Subharadangi”. Raja tatap menerawang, “Rasanya agak aneh bagiku, seseorang yang pernah menyelamatkan nyawaku 14 tahun yang lalu, punya pandangan yang sama. Kau mengatakan hal yang sama dengannya”. Wajah Bindusara berhias senyum tipis.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Raja Bindusara Terkenang Wanita Masalalu, Ashoka Duduk di Singgasana Magadh

  1. Ping-balik: Ashoka: Raja Bindusara Mengorbankan Dharma Demi Magadh. Aku Adalah Angin. | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s