News

Shakuntala: Rishi Kanva ke Istana, Badai Di Hati Shakuntala


Serial Shakuntala episode sebelumnya, Rishi Kanva sangat kaget melihat kenyataan, putri yang sangat ingin dilihatnya bahagia dengan melakukan pertapaan keras, justru sudah melangsungkan pernikahan di hari sial perbintangannya. Rishi Kanva kecewa, Shakuntala telah melakukan kesalahan besar, Dushyant tidak datang ke ashram.Dushyant diperintahkan Raja untuk mengamankan daerah yang memberontak. Setelah tau yang menikahkan Shakuntala Dushyant adalah Rishi Satanand, Rishi Kanva mau menerima.

Shakuntala episode 90 #89 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 90 #89, Karan duduk di penggir dipan, dikamar Shakuntala, bicara pada sahabatnya itu, “Sekarang kau sudah senang, tadi kau merasa khawatir kalau Pangeran belum datang dan ayahmu sedang marah. Sekarang lihat saja, semuanya beres dan sekarang ayahmu sendiri yang akan pergi untuk menemui Pangeran Dushyant”.

Shakuntala menyampaikan apa yang dirasakannya, “Karan, aku tidak bisa mengutarakan, bahwa beban berat telah terangkat dari pundakku. Tadinya aku merasa ayah tidak akan mema’afkan aku”. Karan merespon, “Dia pasti akan mema’afkanmu, bukankah dia sangat sayang padamu. Bila Rishi sudah kembali setelah menemui Pangeran Dushyant, kami semua akan menghadiri acara perpisahan mu ini. Kau akan jadi permaisuri di istana Shakuntala, kau akan mendapatkan semua kebahagiaan”.

Shakuntala episode 90 #89 01

Shakuntala masih gelisah, “Semua itu benar Karan, tapi,, *Shakuntala berdiri*, ada satu masalah lain”. Karan heran, “Semuanya kan sudah membaik, ada apa lagi”.

Shakuntala menyampaikan satu hal, “Karan, aku senang ayah mau pergi ke istana, tapi yang jadi masalah, saat ini, Permaisuri dan Yang Mulia belum tau tentang pernikahan kami. Karena itu penting bagi ayah untuk bertemu Pangeran Dushyant lebih dulu dibanding Yang Mulia atau Permaisuri, karena itu juga sebaiknya kau pergilah bersamanya”.

Karan berpikir, “Kau berkata benar, aku akan ikut dengan Rishi, lihat saja, dia akan mengajak Pangeran Dushyant kemari”. Shakuntala tersenyum mendengar ucapan Karan.

Shakuntala episode 90 #89 02

Di desa yang sedang rusuh dan sedang diselidiki Dushyant, rakyatnya tiba-tiba berlari kocar kacir, dengan teriakan-teriakan, “Ayo lari, lari!”. Dushyant yang menyamar bersama Panglima Chandravan dengan berpakaian seperti penduduk setempat, kebingungan melihat kekacauan itu. Seorang penduduk desa yang akan menyelamatkan diri, menghampiri, “Kenapa kalian diam saja, rupanya kalian tidak sayang nyawa ya, kelihatannya kalian orang baru di desa ini. Cepat!”.

Dushyant menjawab, “Kami orang baru di desa ini”, sambil memperhatikan kekalutan penduduk dalam menyelamatkan diri sambil berteriak, “Ayo lari, cepat!”. Si lelaki itu langsung menarik lengan Dushyant, “Kalau begitu, ayo ikut aku. Kalau tidak, kalian bisa mati disini”.

Tak lama, dari ujung jalan desa, muncul beberapa orang berkuda yang mengejar seorang laki-laki yang terbirit lari berusaha menyelamatkan diri. Dushyant melihat dan mengawasi dari tempatnya bersembunyi diajak lelaki desa tadi. Salah satu orang yang diatas kuda mencengkram leher baju bagian belakang lelaki yang dikejarnya, ia berteriak, “Kami akan datang lagi besok. Dan besok, pacun yang harus membayar upeti”. Salah satu orang yang bersembunyi dekat Dushyant langsung berlari dengan wajah takut. Dushyant berdiri, berteriak, “Kau mau kemana. Ayo sini”, mau mengejar, di depannya banyak pohon-pohon katus berduri tajam.

Shakuntala episode 90 #89 03

Dushyant memutar arah lewat belakang, bergegas. Lelaki yang sebelumnya menariknya ke tempat persembunyian itu menghadangnya, “hei, kau mau kemana, jangan bertindak bodoh. Kau tidak mereka itu orang suruhan Raja Hastinapura, kalau kau melawan mereka kau pasti akan terbunuh”.

Dushyant kaget mendengar informasi tersebut, “Suruhan Raja Hastinapura?! Bagaimana kalian bisa yakin bahwa mereka itu adalah orang-orang suruhan dari Raja Hastinapura”. Salah satu penduduk berteriak menjawab, “Mereka sendiri yang mengatakannya! Karena itu mereka minta upeti”. Dushyant tercenung. Penduduk lain berteriak, “Apagunanya raja seperti itu, haus akan warganya. Kami tidak butuh Raja seperti itu”. Penduduk yang masih berkumpul setelah kocar-kacir menyelamatkan diri bersuara membenarkan apa yang diucapkan orang itu. Mereka berisik, “Ya, Benar. Apa gunanya Raja seperti itu. Kami tidak butuh Raja seperti itu”. Dushyant tercenung mendengar langsung ketidak sukaan penduduk desa pada Raja.

Shakuntala episode 90 #89 04

Di istana, Permaisuri yang sedang melakukan ritual pagi di ruangan istirahat Raja, berkata, “Semuanya membaik setelah kedatangan Dushyant. Kau juga keliahatan lebih sehat sekarang. Sebentar lagi, kau pasti akan sembuh”. Raja duduk, “Ya, Permaisuri, hari ini, setelah sekian lama, aku merasa senang. Aku, aku ingin segera sembuh, dan mengurus pekerjaan. Bahkan Dushyant juga tidak disini”.

Ratu merespon, “Percuma saja kau mencemaskan Dushyant. Aku sudah bilangkan, kalau Pangeran Dushyant tidak akan mundur dari kewajibannya. Lihat saja, ketika Yang Mulia perintahkan, dia langsung berangkat menghentikan pemberontakan di desa Ranhpurt”. Wajah senyum Permaisuri berubah sedih, “Tapi,, aku juga mencemaskannya. Bagaimana kalau dia terluka”. Raja menenangkan, “Kau jangan khawatir, tidak akan terjadi sesuatu padanya”, Raja tersenyum menatap Permaisuri.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Shakuntala: Rishi Kanva ke Istana, Badai Di Hati Shakuntala”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.