Ashoka: Chanakya Membuktikan Ashoka Tidak Bersalah Dihadapan Raja Bindusara


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Raja Bindusara mulai sadar, sidang Ashoka ditunda, cinta ibu pada anaknya, membuat Dharma mencari cara melindungi anaknya. Dharma menguping pembicaraan ratu pada Bindusara yang ingin melawan Chanakya dan Ashoka. Chanakya menjanjikan perlindungan atas keselamatan Ashoka asal diberi kebebasan penuh oleh Dharma untuk mendidik anak itu. Dharma tidak punya pilihan lain.

Ashoka episode #8 (7B) 00

Sinopsis serial Ashoka episode #8 (7B), Pagi hari, Raja Bindusara di bimbing Ratu Helena dan bertopang bahu Justin memasuki ruang sidang dengan langkah pelan. Yang hadir diruang sidang mengelukannya, “Hidup Raja Bindusara!”, Hidup!”. Begitu berulang-ulang. Khorasan tersenyum melihat kemunculan rekan, sekaligus menantunya itu. Chanakya tersenyum lega menatap Bindusara. Anggota sidang yang hadir terus mengelukan.

Sesampainya di undakan menuju tahta, Bindusara melepaskan tangannya dari bahu Justin dan pegangan Helena, ia menaiki tangga dengan bertongkat pedang yang tersarung. Helena menuju ke tempat duduknya di samping kiri singgasana, Justin menuju tempat duduk di sisi kanan.

Ashoka episode #8 (7B) 01

Bindusara duduk di Singgasananya dengan pesona kharismatik. Chanakya tersenyum lega melihat usahanya membuat Raja tetap hidup membuahkan hasil.

Raja Bindusara memerintahkan, “Hadirkan anak itu dipersidangan sekarang”. Ashoka dengan kaki dan tangan masih dirantai, dikawal empat prajurit, melangkah penuh keyakinan memasuki ruang sidang. Bindusara dari singgasana menatapnya.

Ashoka, saat dekat Chanakya menatapnya, ia berdiri ditengah, antara Chanakya dan Calata pimpinan sidang, garis lurus dihadapan Raja. Ashoka menatap tajam Raja Bindusara yang duduk di tahta. Melihat itu, Khorasan langsung berdiri dari duduknya, “Apa kau tidak tau sopan santun saat berdiri dihadapan seorang Raja”. Ashoka langsung mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada, menundukkan kepalanya.

Ashoka episode #8 (7B) 03

Raja memulai komunikasi, “Siapa namamu”. Ashoka menatap tajam Raja Bindusara dengan mata singanya, merentangkan tangannya, “Pembebas mereka yang kehilangan Ashoka”. Helena, Justin, Khorasan, menatap Ashoka dengan tatapan serius.

Raja Bindusara berkata, “Kau telah dituduh sebagai pengkhianat, dan sudah berusaha untuk membunuhku, aku tidak tau bagaimana cara memperlakukanmu nak”. Ashoka menjawab mantap, “Dengan cara seorang Raja yang sedang bicara dengan Raja yang lainnya”. Helena mengernyitkan wajah, mendengar ucapan bocah yang membuatnya gondok itu.

Raja Bindusara minta kejelasan, “Apa katamu?”. Ashoka menjelaskan dengan intonasi pelan, “Bersikaplah seperti seorang Raja, di depan Raja yang lainnya”. Bindusara tersenyum, “Jadi, ternyata kau seorang Raja. Dimana kau berkuasa”. Ashoka dengan yakinnya menjelaskan, “Aku berkuasa di hutan. Raja dari hutan”, sambil membuka tangannya yang terantai dengan lebar. Bindusara menatapnya dengan tatap senyum. Helena agak sedikit meringis. Justin, Khorasan, Ugrasena, Calata dengan tatap serius. Chanakya tersenyum.

Raja Bindusara melanjutka mencari informasi, “Dari bangsa mana kau berasal, siapa nama ayahmu nak”. Ashoka menjawab tegas, “Aku adalah putra ibuku”. Raja bertanya lagi, “Siapakah ibumu itu”. Ashoka menjelaskan ibunya, “Dia adalah segalanya bagiku di dunia ini”. Helena agak terpana. Justin mengernyitkan wajahnya. Raja Bindusara menyatakan kekagumannya, “luar biasa, itu pemikiran yang hebat. Tapi siapa nama ibumu itu”.

Ashoka episode #8 (7B) 04

Chanakya yang dari tadi tersenyum melihat tanya jawab Bindusara dan Ashoka, langsung mengambil alih situasi sebelum Ashoka menyebutkan nama ibunya, “Ma’af Yang Mulia, anak ini sangat pandai membuat orang bingung dengan kata-katanya yang manis. Sebelum dia mengalihkan permasalahannya, aku mau menjelaskan sesuatu lebih dulu. Memang benar anak ini nakal, tapi dia sama sekali tak bersalah”. Ashoka menganggukan kepalanya ke arah Raja.

Tapi Calata langsung bicara, “Ma’afkan aku Acharya, tapi, Yang Mulia Raja belum mengumumkan keputusannya, dan anak ini juga belum terbukti kalau dia tidak bersalah”. Chanakya menjawab, “Tidak ada bukti pula kalau benar dia ini bersalah”. Raja memperhatikan dua ahli itu saling tuntut dan bela. Chanakya menjelaskan, “Dan semua yang terjadi, hanya berdasarkan kecurigaan saja. Dan aku tau benar, bahwa tak seorang pun disini punya bukti bahwa dia bersalah”. Calata tertunduk. Justin, Helena, menunjukkan wajah ga sabar menunggu.

Ashoka bicara, “Kenapa kalian tidak ada yang percaya padaku. Malam itu aku melihat prajurit itu mengoleskan racun dipanahnya, *Helena, Justin, Tabib, gelisah*, tapi beberapa prajurit disana mengejarku, jadi aku sembunyi dipohon itu, untuk bersembunyi dari mereka. Aku ada disana semalaman. Aku terbangun saat pagi, dan melihat beberapa orang yang membawa Raja keluar sana. Ada seorang wanita disana, panggil dia, dia juga melihat semuanya. Dia adalah saksinya, tolong panggil dia”.

Ashoka episode #8 (7B) 07

Khorasan bicara, “Wanita itu tidak sempat memberikan pernyataannya kemarin, Hadirkan dia disini”. Chanakya melihat ke belakang, ke pintu, dimana wanita yang dimasud Ashoka, sedang diantarkan oleh dua orang pelayan wanita. Ashoka menunjukkan wajah senyum melihat wanita yang akan membantu memperkuat pernyataannya. Heelna dan Justin menatap tajam ke wanita tersebut. Raja Bindusara juga melihat ke wanita yang merawatnya yang selama ini wajahnya tertutup tabir selendang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan