Shakuntala: Telah Melakukan Kesalahan Besar, Dushyant Tidak Datang


Serial Shakuntala episode sebelumnya, Shakuntala kebingungan cara menyampaikan berita pernikahannya pada ayahnya Rishi Kanva. Apalagi setelah tau bahwa kepergian ayahnya bertapa untuk memperbaiki ramalan perbintangannya. Karan mengusulkan untuk mengirim surat ke Dushyant. Dalam balasan Surat Dushyant, akan datang, beritau tentang pernikahannya pada Rishi Kanva.

Shakuntala episode 89 #88 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 89 #88, Rishi Kanva yang membaca surat Dushyant yang ditemukannya dikeranjang bunga, sambil berdiri, langsung terduduk, “Pangeran Dushyant?”. Rishi Kanva bergegas mencari Shakuntala dan memanggil dengan marah, “Shakuntala!”, menatap putrinya itu dengan tajam, menyodorkan gulungan surat, “Apa ini, katakan nak, apa kau dan Pangeran Dushyant sudah menikah?”.

Shakuntal dengan wajah takut bicara, “Ayah, aku,,”. Rishi Kanva ga sabar, “Cepat! Jawab pertanyaan Ayah! Apa kalian berdua sudah menikah?”. Shakuntala tertunduk, mengangguk, “Iya Ayah”. Rishi Kanva terpana sesaat, tak percaya pada apa yang baru saja di dengarnya, kemudian menyelidiki lebih lanjut, “Kapan. Kapan kalian menikah. Shakuntala jawab, kapan kalian menikah!”. Dengan takut dan wajah bersalah Shakuntala memberitau, “Kemarin malam, sebelum rembulan terbenam”.

Shakuntala episode 89 #88 01

Rishi Kanva yang menatap tajam Shakuntala, semakin terpana, tertunduk dengan wajah kaget, syok atas kenyataan itu. Shakuntala berkata dengan rasa semakin bersalah, “Aku, aku sebenarnya ingin sekali menunggu ayah. Tapi ada keadaan, yang sudah memaksa kami untuk menikah. Kami melakukan kesalahan ayah. Ma’afkan aku”.

Rishi Kanva yang terlanjur panik dengan kabar itu tak bisa ‘mendengar’ alasan Shakuntala, “Celaka! Ada malapetaka. Malapetaka yang besar. Untuk menyelamatkan perbintanganmu, ayah melakukan pertapaan yang keras, supaya kau baik-baik saja Nak. Tapi, justru kau malah mengundang penderitaanmu. Sekarang bagaimana dengan masa depanmu”.

Shakuntala menangis, “Ayah, aku tidak tau ada kesalahan dalam perbintanganku, kalau tidak, aku tidak mungkin mengambil langkah seperti ini”. Rishi Kanva berkata, “Yang ayah takutkan justru malah terjadi, setelah semua usaha ayah kerahkan. Nasib buruk tetap saja berhasil menjeratmu nak. Sekarang bagaimana lagi Shakuntala”, dengan suara setengah menangis kecewa.

Shakuntala episode 89 #88 02

Shakuntala meyakinkan, “Ayah, malam ini Dushyant akan datang menemui Ayah”. Rishi Kanva menjawab, “Untuk apa lagi bertemu Nak, yang tidak boleh terjadi, sudah terjadi. Pangeran Dushyant, kelak akan menjadi Raja Hastinapura, sedangkan kau siapa? Hanya anak Rishi. Kau pikir apa? Dia akan datang menjemputmu? Kau, tidak mengenal bagaimana sifat para Raja. Bagi mereka, cinta dan pernikahan, sama sekali tidak berarti dan hanya main-main”.

Shakuntala dengan bercucuran air mata berkata, “Tidak ayah. Dushyant bukan orang seperti itu. Dia, dia pasti akan datang menjemput aku, dan dia telah berjanji padaku dan tidak akan mengingkari janjinya”. Rishi Kanva bukannya menenangkan Shakuntala, malah memberitau apa yang dirasakannya saat ini, “Aku merasakan sesuatu yang buruk, telah terjadi bencana besar. Kau melakukan kesalahan besar Shakuntala. Kenapa, kenapa kau tidak menunggu sampai ayah kembali nak. Harusnya kau bertanya dulu pada ayah. Kau sudah menghancurkan semua harapan ayah Nak”, Rishi Kanva membalikkan badan.

Shakuntala berujar, dalam tangis, “Ayah”. Rishi Kanva melangkah, “Itu tidak ayah harapkan darimu Nak”. “Ma’afkan aku ayah”, Shakuntala terduduk menangis. Rishi Kanva terus melangkah, “Ayah tidak mengharapkan ini”.

Shakuntala episode 89 #88 04

Di istana, Dushyant langsung ke kamar ayahnya yang sudah duduk di bagian kepala tempat tidur, seperti menunggu. Dushyant bersuara, “Apa ayah memanggilku”.

Raja menjawab, “Ya, baru saja Panglima Chadravan membawa kabar, bahwa ada pemberontakan di desa Ranhpurt yang ada di Selatan. Sampai sekarang belum diketahui sebab kerusuhan disana. Keadaan disana sangat mengkhawatirkan. Sebelum pemberontakan itu mempengaruhi keamanan Hastinapura, kita harus mencegah pemberontakan itu. Ayah sendiri sebenarnya mau pergi, tapi,,”.

Dushyant sebagai anak yang baik, langsung menjawab, “Ayah jangan khawatir, ayah istirahat saja. Besok pagi aku akan berangkat ke desa Ranchpurt”. Raja langsung merespon, “Tidak. Jangan besok pagi. Kau harus pergi saat ini juga. Panglima Chandravan akan ikut bersamamu, dia tau benar bagaimana keadaan disana. Kau bersiap-siap untuk berangkat sekarang”. Dushyant yang tercenung dengan rencananya, tak punya pilihan, “Baiklah Ayah, aku akan berangkat sekarang”. Dushyant melihat ke Pnaglima yang dimaksud ayahnya, “Kau siapkan pasukannya Panglima, aku akan segera datang”. Panglima memberi sikap hormat, keluar ruangan.

Raja berkata lagi pada Dushyant, “Keadaan disan, cukup mengkhawatirkan anakku, kau harus bisa menjaga dirimu. Dan ingat, kau harus cepat pulang”. Dushyant meyakinkan, “Setelah semua ini selesai, aku akan segera kembali”. Dushyant kemudian keluar, diikuti Arnav. Raja terlihat menarik nafas, menundukkan pandangannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan