Ashoka: Menjalani Persidangan, Penawaran Ratu, Chanakya Muncul Membela Keadilan & Kebenaran


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka yang bersembunyi diatas pohon, menghindar dari kejaran prajurit, melihat orang yang memanah Raja, tapi, oleh Khorasan yang panik, justru dia yang dia yang disuruh kejar olah prajurit. Ashoka tertangkap, dituduh memanah Raja, berita Chanakya terbunuh, bersamaan dengan terpanahnya Raja Bindusara, membuat Ashoka dan Dharma dalam situasi sulit. Ashoka dipenjara, Dharma harus merawat Raja melewati masa kritisnya.

Ashoka #6 00

Sinopsis serial Ashoka episode #6 (5B+6A) yang tayang tanggal 17 Mei, Justin yang bertemu Noor Khorasan, menenangkan Noor yang gelisah, “Selama kau bersama dengan Justin, tidak ada seorang pun yang bisa menyakitimu, ingat itu baik-baik”. Noor tetap khawatir, ia menatap ke dalam mata Justin, “Bagaimana kalau kau berubah nanti, dan bagaiman jika nanti tiba-tiba kau berhenti mencintaiku”.

Justin mengatakan keyakinannya, “Itu tidak pernah terjadi dalam dua belas tahun terakhir ini”. Noor melepaskan pegangan Justin dari pinggangnya, “Kadang aku merasa sangat tidak beruntung Justin”. Justin berbisik ditelinga Noor, “Bukannya kau yang tidak beruntung, tapi Bindusara yang tidak bisa mencintaimu seperti aku”. Justin mencium belakang telinga Noor. Noor tersenyum penuh maksud.

Ashoka #6 02

Di ruangan penahanan Ashoka, Helena masuk ia langsung bersuara tegas pada para prajurit, “Keluar kalian!”. Prajurit langsung nurut tanpa banyak tanya, “Baik Ratu”. Ashoka membuka matanya yang mencoba todur sambil berdiri dengan tangan dan kaki terikat. Helena menatapnya, “Musuh dari Kerajaan Magadh, sejak anak-anakpun sudah jadi pembunuh”. Ashoka menjawab, “Aku bukanlah pembunuh”.

Helena bicara, “Prajurit menangkapmu dengan senjatanya”. Ashoka tak gentar, “Ya, tapi mereka melepaskan penjahat yang sebenarnya. Aku sudah sempat melihat orang itu”. Helena terpana sesaat, ia memastikan, “Kau, apa kau benar-benar melihatnya”. Ashoka pun menjawab yakin, “Ya”. Helena mencari tau lagi, “Apa kau bisa mengenalinya”. Ashoka memberitau, “Aku bisa dengan mudah mengenalinya”. Helena tercenung dengan wajah tidak senang, berpikir, “Katakan itu disidang besok”.

Ashoka menjawab, “Tapi siapa yang akan percaya padaku”. Helena bicara, “Tinggal terserah padamu, membuktikan dirimu tidak bersalah”. Ashoka berkata, “Bagaiman aku bisa melakukan itu, tidak seorangpun yang amu percaya padaku. Apa kau percaya padaku”. Helena memberitau, “Semua berdasarkan buktinya, dan kau tidak punya buktinya”. Ashoka menyampaikan apa yang dipikirnya, “Tapi kau, kau seorang ibu Ratu. Kalau kau percaya padaku, maka,,”

Ashoka #6 03

Helena langsung memotong ucapan Ashoka, “Sidang istana tidak akan menyatakan kau tidak bersalah meskipun aku bantu. Tapi, ada cara lain, akui saja kejahatanmu disidang istana besok”. Ashoka kaget, “Apa?!”. Helena tak mengubris, “Kau akan diberikan hukuman, tapi tidak akan dihukum mati. Aku bisa memastikan itu”. Ashoka bertanya, “Tapi kenapa aku harus mengakui kejahatan yang sama sekali tidak kulakukan. Aku mengatakan yang sebenarnya. Kalau kau tidak percaya padaku, kau bisa tanya pada ibuku”.

Setelah mengucapkan kalimat itu, Ashoka terbayang permintaan ibunya ‘jangan beri taukan apapun tentang dirimu, tidak boleh ada yang tau siapa dirimu, dan darimana kau berasal, tidak boleh ada yang tau kalau kau anakku’. Ashoka menatap Helena dengan wajah yakin kembali. Helena langsung penasaran, “ibumu? Ibumu ada disini?”. Ashoka mengoreksi ucapannya sebelumnya, “Dia tidak ada disini, tapi dia tau aku tidak akan melakukan kejahatan itu. Dan dia juga tau bahwa aku tidak tau bagaimana cara memanah”.

Helena masih menawarkan sebuah kesempatan, “Akui itu perbuatanmu, aku akan menyelamatkanmu dari hukuman mati. Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi yang lebih untukmu. Apalagi, kau tidak punya cara lain untuk menyelamatkan dirimu. Bagaimanapun juga, kalau telah mencoba untuk membunuh Raja Bindusara. Waktumu hanya malam ini, pikirkan baik-baik”. Ashoka terbayang-bayang poin penting kedatangan ratu, ‘akui itu kejahatanmu, aku akan menyelamatkanmu dari hukuman mati. Waktumu hanya malam ini, pikirkan baik-baik’.

Ashoka #6 04

Pagi harinya, Dharma masuk ke ruang perawatan Raja. Ia menyuruh pengawal dan pelayan untuk keluar. Dharma melangkah kesamping tempat tidur Raja, duduk disampingnya, memegang lengannya dengan mengguncang halus, “Bangunlah Yang Mulia, aku mohon. Ashoka akan dijatuhi hukuman mati dan hanya kau yang bisa menyelamatkannya. Sadarlah. Ashoka tidak bersalah, dia tidak mungkin menyakiti siapapun, dia tidak mungkin mencoba untuk membunuhmu. Terlepas apapun keinginanku pada saat ini, aku tidak bisa membelanya pada saat sidang besok. Aku tidak pernah meminta apapun darimu. Tapi aku mohon selamatkan anakku. Aku mohon, selamatkan dia Yang Mulia. Aku mohon, bangunlah Yang Mulia, bangun. Ashoka sangat membutuhkanmu. Ashoka membutuhkan ayahnya sekarang. Bangunlah Yang Mulia”. Dharma menangis sesugukan disamping Raja.

Di ruang sidang semua sudah hadir. Helena berbicara, “Panggil tersangkanya ke pengadilan”. Justin duduk ditempatnya dengan wajah penuh senyum. Khorasan menunjukkan wajah serius. Ashoka muncul, dikawal prajurit. Amartya Ugrasena dan yang lain melihat ke arah Ashoka. Ashoka dengan tangan dan kaki dirantai, melangkah memasuki ruang sidang dengan menatap satu-satu pejabat istana Magadh yang hadir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Menjalani Persidangan, Penawaran Ratu, Chanakya Muncul Membela Keadilan & Kebenaran

  1. Ping-balik: Ashoka: Raja Mulai Sadar, Sidang Ditunda, Cinta Ibu Pada Anaknya | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s