Shakuntala: Surat Dushyant-Akan Datang, Beritau Tentang Pernikahannya Pada Rishi Kanva


Serial Shakuntala episode sebelumnya, Dushyant sudah di istana, ternyata kondisi kesehatan ayahnya tak memungkinkannya untuk memberitaukan pernikahannya. Shakuntala terima surat rindu Dushyant, Rishi Kanva kembali ke ashram, disambut Shakuntala, Karan dan murid-murid ashram lainnya.

Shakuntala episode 88 #87 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 88 #87, Shakuntala yang ingin mengatakan sesuatu pada Rishi Kanva, setelah diijinkan, malah melirik Karan. Karan menelan ludah, wajahnya agak pucat, melihat ke Rishi Kanva yang menunggu apa yang akan dikatakan putrinya. Shakuntala mau membuka mulut, ketika Karan bersuara, “Shakuntala, nanti saja kita bicarakan soal ini. Kau kan tau, Rishi baru pulang dari perjalanan jauh”. Shakuntala hanya menelan ludah dengan gelisah.

Karan melihat ke Rishi dihadapannya, “Rishi Kanva, silahkan sekarang, kau istirahat dulu. Nanti saat makan malam, kami akan menceritakan banyak hal”. Rishi Kanva tersenyum, melangkah menuju pondoknya. Murid-murid lain pun bubar.

Shakuntala episode 88 #87 01

Shakuntala bicara pada sahabatnya, “Karan aku tidak bisa melakukan ini, aku tidak akan bisa menceritakan yang sebenarnya”. Karan menenangkan, “Sabar dulu Shakuntala, nanti saat makan malam, kita akan ceritakan semuanya kepada Rishi Kanva

Waktu makan malam pun tiba. Shakuntala melayani Rishi Kanva makan, ditemani Karan dan Pryamvada. Shakuntala duduk di dekat Rishi Kanva. Karan di seberangnya, di sisi lain Rishi Kanva. Karan memberi isyarat pada Shakuntala untuk mulai bercerita. Shakuntala bersuara, “Ayah, ayah belum makan apa-apa, pasti diluar sana, ayah tidak makan dengan teratur”. Rishi Kanva tersenyum, “Makan bagaimana, kau kan tidak disana menyajikan makan”.

Shakuntala tersenyum, lirik Karan lagi. Karan mulai mengisyaratkan lewat dagunya. Shakuntala hanya menatapnya. Karan mulai bicara, “Ketika pergi dari sini, banyak hal yang terjadi, yang sebelumnya tidak pernah anda duga”. Shakuntala mulai terlihat serius. Pryamvada yang duduk disebah Karan, melihat Karan dengan wajah serius, ia agak aneh melihat sikap Karan dan Shakuntala beberapa waktu ini. Rishi Kanva merespon ucapan Karan, “Ohya, seperti apa misalnya”.

Karan terdiam, melihat ke Shakuntala yang langsung mengangkat alisnya sebagai tanda agar Karan melanjutkan ceritanya. Rishi Kanva menegur, “Karan, apa ada sesuatu yang mau kau ceritakan”. Karan kaget, “Misalnya, misalnya, *Shakuntala udah tersenyum tipis*, soal,, sapi hitam,, yang melahirkan anaknya”. Rishi Kanva tersenyum. Shakuntala melihat Karan dengan wajah serius. Pryamvada terlihat bingung.

Shakuntala episode 88 #87 02

Karan melanjutkan ceritanya yang aneh itu, “Padahal sapi itu sangat takal, mereka menghancurkan sarang tawon yang ada dipohon asam dan kambing-kambing di ashram. Dannn, juga mereka makan daun-daun dan juga sayuran yang ada dilingkungan ashram ini. Hanya itu, yang ingin ku katakan”. Rishi Kanva tertawa. Pryamvada tersenyum aneh melihat sikap Karan. Shakuntala menunjukkan wajah merengut. Karan menundukkan wajahnya.

Rishi Kanva bicara pada Shakuntala, “Nak, besok kita akan pergi ke tepi sungai, sudah lama ayah tidak makan jeruk yang ada disana. Kita akan petik jeruk itu, seperti kalian suka petik waktu kalian kecil dulu”. Shakuntala tersenyum mengangguk. Karan dan Pryamvada pun tersenyum. Rishi Kanva membathin, ‘Nak, besok saat kita ditepi sungai, akan kuceritakan kenapa aku pergi bertapa”. Shakuntala melihat ke arah Karan, satu kesempatan bercerita lewat lagi. Karan menunduk.

Rishi Kanva bangkit dari duduknya, meninggalkan ruangan makan. Pryamvada ikut bangkit setelah Rishi keluar. Karan bicara pada Shakuntala, “Jangan khawatir, besok pagi aku akan pergi bersamamu. Kau dan aku, akan ceritakan semuanya pada Rishi”. Shakuntala menggerakkan lehernya seeprti menggeleng yang artinya ‘baiklah’.

Shakuntala episode 88 #87 03

Esok paginya, Karan dan Shakuntala sudah semangat memilih jeruk dan memasukkan ke keranjang yang mereka bawa. Rishi Kanva tersenyum melihatnya. Tiba-tiba Shakuntala mengaduh, tangannya tertusuk dan berdarah. Karan yang memilih jeruk sambil jongkok, langsung berdiri. Rishi Kanva mengingatkan, “Nak, hati-hatilah”. Rishi bergegas mengambil daun untuk dijadikan obat, menghaluskan dengan telapaktangannya, meneteskannya di jari Shakuntala yang terluka.

Shakuntala tersneyum, “Tidak apa-apa ayah. Biarkan saja, aku cuma kena duri, aku tidak apa-apa. Ayah jangan khawatir”. Rishi Kanva menjawab, “Bagaimana tidak khawatir, kau adalah jiwa ayah, kau adalah nyawa ayah. Tentu saja ayah khawatir”. Karan tersenyum. Shakuntala menatap Rishi Kanva, “Kalau begitu, kenapa ayah pergi lama sekali dan jauh meninggalkan aku ayah. Andaikan saja ayah ada disini”. Karan melihat kesempatan untuk mulai bicara.

Rishi Kanva menatap Shakuntala, “Nak, kalau bukan karena sesuatu yang sangat penting. Ayah tidak akan pergi meninggalkanmu”. Shakuntala dan Karan yang berdiri bersebelahan, serentak bersuara “Kami ingin mengatakan sesuatu”, Shakuntala ada ujung ucapannya, “Pada Ayah”. Rishi Kanva tersenyum, “Ayah juga ingin mengatakan sesuatu”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Shakuntala: Surat Dushyant-Akan Datang, Beritau Tentang Pernikahannya Pada Rishi Kanva

  1. Ping-balik: Shakuntala: Telah Melakukan Kesalahan Besar, Dushyant Tidak Datang | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s