Ashoka: Tertangkap, Dituduh Memanah Raja, Berita Chanakya ‘Terbunuh’?


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka mencari ibunya, yakin kalau ibunya di istana ‘ditahan’ Acharya Chanakya. Ashoka penerus Magadh, menyusup ke istana, Dharma mulai merawat Raja sebagai barter atas keselamatan anaknya dengan Chanakya. Ashoka tertangkap, diikat diruangan Chanakya.

Ashoka episode #5 (5B) 00

Sinopsis serial Ashoka episode #5 (5B), tabib istana menyiapkan ramuan sambil terbayang dan ingat ucapan Helena ‘setiap penghinaan harus dibalas’, ucapan Justin ‘jika Bindusara mati saat dirawat oleh wanita itu, maka kau bisa balas dendam pada wanita itu dan juga pada Acharya’. Dharma juga sedang mempersiapkan ramuan obat, terbayang ucapan Chanakya ‘kau tidak hanya bertanggungjawab atas keselamatan putramu tapi juga keselamatan Raja, kerajaan Magadh’, wajah Dharma berkerut.

Di ruangan Chanakya, Ashoka berusaha melepaskan ikatan di tangannya, ia berhasil melonggarkan ikatan dan melepaskan diri sambil berucap dengan wajah penuh tekad, “Tali Magadh tidak punya kekuatan untuk menghentikan aku menemui ibuku”.

Ashoka berlari keluar ruangan, penjaga melihatnya, “Tangkap, dia lari!”. Ashoka pun kembali harus lari dari kejaran para prajurit, ia tertegun sejenak saat harus memilih arah yang harus dilaluinya. Setelah memilih arah yang menurutnya benar, ia menyelinap cepat, saat berpindah ke ruang lain, matanya melihat seorang prajurit disebuah ruangan, sedang serius mencelupkan anak panah kedalam ramuan berwarna hijau.

Ashoka episode #5 (5B) 01

Ashoka serius memperhatikan dari balik tirai tempatnya bersembunyi, si prajurit kemudian membakar anak panah yang sudah dicelup cairan. Ashoka mengendap masuk ruangan, sambil terus memperhatikan si prajurit, ia mengambil beberapa anak panah yang sudah jadi dan busur yang terletak tak jauh dari tempatnya mengintip pertama kali, ia bergumam, “Aku tidak tau cara menggunakannya, tapi aku bisa membuat para prajurit itu ketakutan”. Ashoka menyelinap keluar dengan cepat. Prajurit yang mencarinya melihat, “Dia disana, tangkap dia!”.

Di dalam ruangan prajurit mempersiapkan anak panah yang dilihat Ashoka, ternyata si prajurit tidak sendiri, di depannya, yang tak terlihat dari tempat Ashoka berdiri, duduk si tabib yang menyiapkan ramuan. Si tabib sempat tercenung dan bicar, “Ini bukanlah panah biasa, tapi penyebab kematian. Panah itu bisa membunuh siapapun”.

Ashoka berlari ke taman istana yang banyak pepohonannya, ia memanjat salah satu pohon. Prajurit kehilangan jejak. Salah satu prajurit bicara pada temannya, “Kita harus beritau Acharya secepatnya, bahwa anak itu telah lolos”. Temannya menjawab cepat, “Tidak, tidak, dia pasti akan membunuh kita. Kita harus bisa menangkap dia sebelum fajar tiba. Kita harus bisa menangkap dia!”.

Ashoka menyandarkan dirinya ke cabang pepohonan. Prajurit dibawahnya berpencar, menunjuk arah lain “Ayo, kita cari sana”. Ashoka tersenyum di atas pohon melihat prajurit menjauh. Ia kemudian memejamkan matanya, mengambil posisi istirahat di pertemuan cabang-cabang pohon besar tersebut.

Ashoka episode #5 (5B) 03

Saat fajar menyingsing, dibagian lain, Acharya bersiap untuk berendam di sungai, setelah menaroh tongkat dan selendangnya, ia melangkah menuruni tangga yang menuju sungai. Sementara di atas pohon, Ashoka yang sempat tertidur, terbangun oleh cericit suara burung. Tak jauh dari tempatnya, dibagian bawah pohon, ia melihat Raja sedang di bopong oleh beberapa orang. Beberapa pelayan mengikuti dari belakang. Prajurit menjaga tempat tersebut.

Ashoka memperhatikan kesibukan orang-orang tersebut dari atas pohon, ia bergumam, “O, jadi itu Raja Magadh yang sedang terluka”. Prajurit setelah menaroh Raja dipembaringan yang sudah dipersiapkan, beranjak dari samping Raja. Seorang wanita berselendang duduk disebelah Raja, ia mulai mempersiapkan obat. Seorang bangsawan terlihat mondar madir dibagian ujung arah kaki Raja, sambil terus memperhatikan Raja dan wanita yang menutup diri dengan selendang yang merawat Raja. Prajurit lain bersiaga ditempatnya masing-masing. Ashoka memperhatikan dari tempatnya berdiri, ia hanya melihat punggung wanita berselendang yang merawat Raja, juga punggung bangsawan tersebut. Tapi, dari tempatnya, wajah Raja terlihat jelas.

Dharma mempersiapkan obat untuk Raja, Khorasan mondar mandir mengawasi. Dharma sambil memperhatikan kondisi Raja, juga terus berusaha menutupi wajahnya dengan selendang agar tak terlihat Khorasan. I terus mempesiapkan obat.

Di sungai, Chanakya sudah memulai sikap semedinya dengan merendam badannya sampai pinggang. Tiba-tiba, dari dalam air, muncul empat orang yang mengepungnya. Orang-orang yang wajahnya hanya terlihat daerah bagian mata, menarik tangan Chanakya dikiri dan kanan.

Ashoka episode #5 (5B) 04

Sementara di hutan, dari atas pohon, orang dengan pakaian yang sama, berwarna hitam, menutup sebagian wajahnya dengan selendang hitam juga, kecuali bagian mata, menarik panah dibusurnya sambil teringat ucapan tabib’itu bukanlah panah biasa, tapi penjemput kematian’. Si pemanah memperhatikan Raja yang sedang dijemur, melepaskan panahnya. Ashoka diatas pohon yang lain terkejut, Dharma yang sedang merawat Raja, terbelalak. Khorasan kaget. Dada Raja kembali kena anak panah.

Di saat bersamaan, Chanakya dibenamkan oleh orang-orang yang mengepungnya ke dalam sungai.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan