Shakuntala: Surat Rindu Dushyant, Rishi Kanva Kembali


Shakuntala episode sebelumnya, Shakuntala melangsungkan pernikahan dengan Dushyant, cincin tanda cinta sekaligus perpisahan di berikan Dushyant pada Shakuntala, karena dia di jemput permaisuri untuk kembali ke istana, Yang Mulia Raja mendadak sakit keras. Dushyant meminta Shakuntala untuk menjaga cincin tanda cinta itu, karena cincin itu, cincin kerajaan yang mewakili diri Dushyant, yang akan selalu menemaninya, walau mereka terpisah.

Shakuntala episode 87 #86 00

Sinopsis serial Shakuntala episode 87 #86, saat berpamitan tersebut, langit kembali memberikan tanda-tanda tak baik. Shakuntala Dushyant melihat langit. Dushyant meraih pundak Shakuntala, “Jangan takut, aku bersamamu, aku janji padamu bahwa aku akan segera menjemputmu. Jagalah dirimu”. Dushyant memeluk Shakuntala.

Sambil terus berpegangan tangan, Shakuntala berbicara dengan nada tenang, “Pergilah, Permaisuri pasti sedang menunggumu”. Mereka pelan-pelan saling melepaskan genggaman tangan. Dushyant melangkah mundur sambil terus menatap Shakuntala. Tapi, setelah lumayan jauh, ia berlari lagi memeluk Shakuntala yang meneteskan air mata. Kemudian melangkah mundur kembali sambil bicara, “Tunggu aku Shakuntala”.

Shakuntala sambil menahan tangis menjawab, “Akan ku tunggu selamanya”. Dushyant menatap Shakuntala, seakan tak mau beranjak pergi. Shakuntala menatapnya berkaca-kaca. Dushyant membalikkan badan, kemudian berbalik menghadap Shakuntala lagi, berjalan mundur lagi, akhirnya memantapkan diri melangkah menuju istana.

Shakuntala episode 87 #86 02

Di kamarnya, Shakuntala menangis. Karan masuk, ia kaget melihat Shakuntala terisak-isak menangis duduk dipinggir dipan. Karan menutup pintu, “Shakuntala”. Gantian Shakuntala yang kaget menyadari kehadiran Karan. Shakuntala langsung menghapus air matanya.

Karan bicara, “Begitu besarkah cintamu. Pangeran Dushyant, sungguh bernasib mujur, kau hanya ditinggalkan dua hari, dan kau menangis tanpa henti, jadi, hebat sekali Shakuntala, hanya orang yang bernasib mujur yang mendapatkan cinta seperti itu”. Shakuntala bertanya, “Kau masih belum tidur Karan”.

Karan duduk di hadapan Shakuntala, “Boleh aku tanya, kenapa kau masih belum tidur. Apa kau akan menunggu Pangeran Dushyant selama dua hari dengan duduk disini. Baiklah, aku juga bersamamu disini”. Shakuntala hanya menatap Karan dengan tatap dan wajah sedih.

Shakuntala episode 87 #86 03

Karan berdiri, menaroh tangannya dijidat, seperti melihat ke kejauhan dengan gaya ‘melambai’ dan suara gemulai, “Hai, entah kapan kau akan pulang suamiku, aku sudah lelah menunggumu disini, *Shakuntala senyum*, Tanpamu, aku tidak bisa minum atau tersenyum, ya, tapi aku sedikit lapar, *Shakuntala tertawa*, Cepatlah pulang suamiku”. Shakuntala tertawa melihat ulah Karan.

Karan senang, “Kau harus tertawa seperti ini. Pangeran Dushyant akan segera kembali, dan kita, akan mengadakan perayaan yang meriah. Sementara itu Rishi Kanva juga sudah kembali, kalian berdua, akan mendapatkan restu”. Shakuntala berdiri, “Karan, aku merasa khawatir, memikirkan tentang kepulangan ayah. Besok pagi ayah akan pulang, dan, tanpa Pangeran Dushyant, bagaimana aku akan menceritakan tentang pernikahanku”.

Karan menenangkan, “Kau jangan khawatir. Bukankah Rishi Satanand dan Kak Gautami, pasti akan bicara”. Shakuntala tersenyum, “Ya, pernikahan ini terjadi atas restu mereka. Aku sampai melupakan itu”. Shakuntala dan Karan tersenyum

Shakuntala episode 87 #86 04

Sementara itu, Rishi Satanand yang duduk disebelah Gautami tertawa puas, “Shakuntala mengira kita mengaharapkan kebahagiaan baginya, tapi dia tidak tau, kita ingin dia menderita”. Gautami tertawa mendengarnya. Rishi Satanand bicara lagi, “Kita akan menodai masa depannya, Gautami. Sehingga tidak ada yang bisa menghapusnya. Kita pasti akan berhasil mencapai tujuan kita”.

Gautami yang tak hentinya tertawa, berdiri, “Apa yang sudah kupikirkan, telah terjadi lebih buruk dari itu. Pada hari pernikahan, Pangeran Dushyant meninggalkan dia dan pergi ke Hastinapura. Kelihatannya, hari-hari buruk Shakuntala sudah dimulai”. Mereka tertawa. Rishi Satanand ikut berdiri, “Ya, kehidupannya berjalan terus, akan menjadi lebih buruk lagi. Dia akan mengalami penderitaan yang tidak terpikirkan”.

Tiba-tiba, wajah Gautami berubah tegang, ia membalikkan badannya menatap Rishi Satanand, “Tapi, Kak. Besok Rishi Kanva akan pulang. Kau sudah pikirkan apa yang akan kau jawab padanya”. Rishi Satanand tak menunjukkan wajah peduli ataupun khawatir, “Biarkan saja. Biarkan saja Rishi datang kesini, permainan ini akan seru, bila dia kembali. Kau tidak perlu khawatir, aku sudah pikirkan semua dan sudah merencanakan semuanya”.

Gautami masih menunjukkan wajah khawatir, “Rencana? rencana apa yang kakak perbuat”, lihat kiri kanan, “Ceritakan padaku Kak”. Rishi Satanand tertawa.

Shakuntala episode 87 #86 07

Di istana, Dushyant, didampingi Permaisuri memasuki kamar dimana Raja terbaring lemah. Dushyant duduk disamping Raja, menatap Raja yang memejamkan mata, menggenggam tanganya. Raja menunjukkan kegelisahannya. Dushyant bersuara, “Ayah, *Raja membuka matanya*, Aku sudah datang ayah”. Raja memastikan penglihatannya benar, ia melepaskan tangannya dari tangan Dushyant, balik menggenggam tangan Dushyant. Dushyant meyakinkan, “Iya ayah, aku disini, dekat dengan ayah”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Shakuntala: Surat Rindu Dushyant, Rishi Kanva Kembali

  1. Ping-balik: Shakuntala: Surat Dushyant-Akan Datang, Beritau Tentang Pernikahannya Pada Rishi Kanva | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.