Serial Ashoka

Ashoka: Takdir Menjadi Raja, Jangan Menguasai Angin


Cerita serial Ashoka sebelumnya, salah satu murid Chanakya menyampaikan kegelisahannya tentang kelangsungang kerajaan Magdh karena saat ini sejarah terulang, Raja Bindusara terluka. Kualitas Raja penerus Magadh versi Chanakya & pertemuan dengan Ashoka. Pertemuan itu mengingatkan Chanakya akan pertemuannya dulu dengan Raja Chandragupta Maurya. Begitu Chanakya melihat Ashoka memegang cincin kerajaan Magadh, ia langsung yakin kalau si anak adalah Raja Magadh berikutnya, ia memerintahkan Radhagupt untuk mencaritau semua informasi tentang Ashoka.

Ashoka #3 3B+4A 00

Sinopsis serial Ashoka episode #3 (3B + 4A), di dalam hutan, Satrujin yang berhasil melarikan diri bersama tiga temannya bicara, “Raja kita pernah ditawan selama awal-awal perjalanannya sendiri. Aku pikir, aku akan jadi mentrinya yang menaiki seekora gajah”. Satu temannya nyahut dengan nada cemas, “Bagaimana kalau pengawal itu menemukan kita. Aku pernah dengar bahwa hari-hari dipenjara sama dengan menyiksa para tahanan dan berakhir dengan cambukan”.

Satu temannya yang diatas pohon ikut bicara, “Mereka dibuat agar menyerah setiap hari”. Keempat anak itu menghentikan pembicaraan saat mendengar suara derap kudap. Mereka menoleh, di pelana kuda, duduk Ashoka Raja mereka. Begitu dekat, Ashoka langsung nyambung pembicaraan teman-temannya, “Kalau kau mimpi jadi Perdana Mentri lalu kenapa kau takut dipenjara”. Satrujin langsung berdiri, teman yang duduk di dahan pohon langsung lompat turun.

Ashoka #3 3B+4A 01

Ashoka pun turun dari kudanya dan bicara, “Penguasa itu, bukan untuk orang-orang yang lemah”, sambil mendorong temannya yang masih duduk dibatu yang membuat si teman tergolek, tapi langsung bangun kembali. Salah satu dari temannya bertanya, “Bagaimana kau bisa lolos dari prajurit ituu”. Ashoka menjawab dengan percaya diri, “Berapapun banyak prajurit disana, mereka takkan bisa menahanku”.

Temannya mengangguk. Ashoka mencari tau, “Ayo katakan, berapa banyak koin yang berhasil kita kumpulkan”. Satu temannya langsung memberi laporan, “Yang Mulia, saat ini kita dapat banyak sekali koin”. Teman yang tadi di dorong langsung membuka kain putih, menggelarnya di tanah, temannya satu persatu menjatuhkan koin yang berhasil mereka kumpulkan.

Ashoka jongkok di depan koin yang sudah terkumpul itu, “Ini adalah kepercayaan dan kehormatan dari seluruh rakyat terhadap raja mereka yang baru”. Teman-temannya langsung saling pandang dan mulai mengelukannya, “Hidup Raja Ashoka!”, “Hi,,,,”, sambil mengepalkan tangan dan langsung terhenti di udara dan ucapan yang diteruskan lagi.

Ashoka #3 3B+4A 02

Ashoka yang asyik mengumpulkan koin, melihat ke wajah teman-temannya yang terhenti mengelukannya, “Kenapa”. Teman-temannya malah menurunkan tangan dan menundukkan wajahnya. Ashoka semakin heran, “Kenapa tidak melanjutkan teriakan kalian tadi”. Temannya makin tertunduk. Ashoka berdiri dengan kesal menatap temannya, “Katakan kenapa, kalau tidak, ku hukum kalian semua”. Teman-temannya makin ciut.

Dari belakang Ashoka terdengar suara perempuan, “Hidup Raja Ashoka! Hidup Raja Ashoka”. Suara itu langsung membuat Ashoka tertunduk. Bayangan perempuan yang bersuara itu semakin mendekat. Ashoka perlahan menoleh ke belakang dengan wajah dibuat sememelas mungkin. Dharma menatap Ashoka tajam.

Ashoka membalikkan badan menatap ibunya dengan tangan masih dipenuhi koin. Ibunya ganti menatap koin-koin ditangan Ashoka. Ashokan tertunduk, koin-koin itu berjatuhan dari telapak tangannya. Teman-teman Ashoka semakin menunjukkan wajah ciut dengan tatap diam ibu Ashoka.

Ashoka #3 3B+4A 05

Ibu Ashoka mulai menyelidiki, “Darimana kau dapatkan semua koin-koin itu”. Ashoka tertunduk. Satu temannya nyahut, “O,, itu milik Raja. O, maksud ku adalah Ashoka membantu seseorang yang buta, untuk menyebrangi jembatan. Terkesan dengan kebaikannya, diapun, memberikan koin itu padanya”. Ashoka memperlihatkan wajah mengernyit. Dharma semakin menatap wajah putranya itu.

Satu teman Ashoka ikutan membela, “Lalu ada anak pedagang yang tenggelam disungai. Ashoka membantunya, tanpa memikirkan nyawanya sendiri. Pedagang itupun memberikan koin-koin itu pada Ashoka”. Ibu Ashoka belum menunjukkan tanda-tanda terkesan dengan alasan yang disebutkan. Teman yang tadi di dorong pun membuat alasan, “Dia begitu serius saat meditasi, maka Yang Kuasa pun terkesan, dan menyerahkan koin-koin itu padanya”. Ashoka semakin mengernyitkan wajahnya.

Dharma melangkah semakin mendekat, tak melepaskan tatapannya dari wajah Ashoka yang semakin tertunduk. Dharma memegang lengan putranya, Ashoka tak berani menatap mata ibunya. Dharama berbicara, “Lihatlah mataku dan katakan darimana kau dapatkan semua koin itu”.

Ashoka #3 3B+4A 06

Ashoka duduk ditunggul kayu di dekat koin-koin teronggok ditanah, mulai memberitau ibunya, “Empat koin ini, diberikan padaku oleh rakyatku, karena terkesan oleh keberanianku. Dan 12 koin ini, setelah aku kumpulkan dari rakyatku, itu ku lakukan sebagai pajak. Dan koin-koin ini, karena telah membantu para prajurit”. Teman Ashoka menunjukkan wajah ciut.

Dharma berkata tegas, “Kembalikan semua koin itu, pada siapapun kau mengambilnya. Karena itu, kau juga harus dihukum untuk kesalahan yang sudah kau perbuat”. Ashoka melirik ke belakang, kearah teman-temannya, betapa kagetnya dia, tak satu temannya yang terlihat. Ashoka membalikkan badan, mengedarkan pandangan ke sekeliling, bayangan teman-temannya pun tak ada, wajahnya menunjukkan kesedihan. Ashoka kembali menghadap ke arah ibunya, “Tidak bu, tidak. Ibu lebih memilih membuatku kelaparan, atau melakukan yang lain”.

Dharma tetap dengan wajah serius, “Bukankah seharusnya kau memikirkan itu terlebih dahulu”. Ashoka berteriak, “Tidak!”, dengan wajah tak bisa membayangkan hukuman apa yang akan diterimanya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Takdir Menjadi Raja, Jangan Menguasai Angin”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.