Shakuntala: Pernikahan Dengan Dushyant, Cincin Tanda Cinta Sekaligus Perpisahan


Shakuntala episode 86 #85 16

Di ruangannya, Rishi Satanand ditemani Gautami tak hentinya menunjukkan wajah senyum. Gautami mulai bicara, “Akhirnya Shakuntala dan Pangeran Dushyant menikah juga”. Rishi Satanand merespon, “Ya, bagus. Semua usaha kita selama ini, hari ini terjadi. Semalam Shakuntala tidak menyadari pernikahannya, bukan pernikahan, tapi kehancurannya. Hari ini, aku benar-benar bahagia”.

Gautami mengiyakan, “hari ini hatiku menjadi lebih lega, setelah sekian lama, aku bisa tidur dengan nyenyak”. Rishi Satanand menunjukkan wajah serius, “Kau hanya menantikan hasil kesalahan ramalan Shakuntala. Dan ramalan itu nantinya, akan segera bisa terlihat, dan kisah kehancuran Shakuntala akan dimulai”. Gautami menambahkan, “Kak,pengaruh buruk itu sudah terlihat dari pernikahannya. Sekarang dalam kehidupan Shakuntala hanya ada kegelapan”.

Shakuntala episode 86 #85 17

Rishi Satanand mengangguk-anggukkan kepalanya. Seorang murid anak laki-laki ashram masuk, “Rishi, ada Permaisuri Hastinapura”. Rishi Satanand terkejut, “Permaisuri Hastinapura? Ia disini?”. Si anak menjawab, “Sekarang dia menunggu diluar”. Rishi seperti membenarkan selendangnya, “Kau pergi saja dulu, aku akan menyusul”. Si anak keluar ruangan. Gautami langsung bicara, “Kakak, kelihatannya pengaruh ramalan, mulai berjalan”. Rishi seperti berpikir, kemudian melangkah keluar. Gautami berdiri dengan tersenyum.

Rishi Satanand melangkah menuju gerbang ashram, menemui peramisuri yang terlihat gelisah. Permaisuri langsung memberi salam. Rishi membalas dengan sikap salam dan ucapan semoga panjang umur. Permaisuri langsung bertanya dimana Dushyant. Rishi Satanand mencoba berbasa basi menyambut tamunya, “Permaisuri, anda datang jauh-jauh, ayo masuk dulu, kita bicara dengan tenang”.

Permaisuri tetap dengan wajah cemas, “Tapi katakan dulu, Pangeran Dushyant, ada di ashramkan”. Rishi menjawab, “Iya Permaisuri, baru tadi pagi Pangeran Dushyant kembali ke ashram, dan langsung sibuk dengan pekerjaannya. Silahkan masuk dulu, kita bicara di dalam, aku mau membicarakan hal penting denganmu”. Permaisuri menolak, “Ma’af Rishi, tapi saat ini aku buru-buru. Aku datang untuk mengajak Pangeran Dushyant pulang ke istana. Tolong cepat panggilka dia, dan aku akan menunggu disini”. Rishi Satanand mengangguk, “Aku akan menyampaikan padanya”.

Shakuntala episode 86 #85 19

Di depan kamar pengantin, Dushyant Shakuntala baru berdiri, mau masuk ke kamar saat Rishi Satanand memanggil, “Pangeran Dushyant”. Dushyant berdiri menunggu. Rishi Satanand bergegas mendekat, “Pangeran Dushyant, Permaisuri datang untuk menemuimu”.

Dushyant menatap Shakuntala yang wajahnya langsung terlihat cemas. Dushyant menoleh ke Rishi Satanand dengan wajah mengernyit, “Ibu? Dia datang ke ashram”. Rishi Satanand mengiyakan, “Dia diluar sekali”. Dushyant mengangguk pada Shakuntala, kemudian melangkah dengan bergegas.

Shakuntala dengan wajah cemas bertanya, “Ada apa Rishi, semuanya baik-baik sajakan”. Rishi memberitau, “Iya, hanya mendadak Yang Mulia jatuh sakit. Jadi dia datang menjemput Pangeran. Shakuntala, kau juga harus segera berkemas dan ikut ke istana bersama Pangeran Dushyant. Ayo cepat”. Shakuntala terlihat cemas.

Shakuntala episode 86 #85 20

Di gerbang, Permaisuri menunggu dengan gelisah. Dushyant muncul, langsung menyentuh kaki ibunya. Kemudian memberi salam, “Salam ibu”. Dan langsung bertanya, “Kenapa ibu repot-repot kesini, harusnya ibu memanggilku”. Permaisuri memberitau, “Ibu sudah kirimkan kabar, tapi kau tidak datang, karena itu, ibu sendiri yang datang”.

Dushyant terlihat bingung, “Kabar apa, aku tidak menerima kabar apapun. Ibu bicara tentang kabar ini, dan kenapa ibu kelihatan gelisah”. Permaisuri menyampaikan, “Yang Mulia mendadak sakit keras. Dan kau, harus ikut ibu pulang sekarang. Kau taukan, pernikahan Gauri, terjadi diluar persetujuannya, *Dushyant tertunduk*, dan ini membuatnya syok berat. Dan ayahmu berkali-kali,,, dan sekarang, kau harus ikut ibu ke istana. Dalam keadaan seperti ini, ibu sampai meninggalkannya seorang diri. Ayo cepat”.

Dushyant berusaha tenang, “Jangan khawatir Bu, aku akan ikut dengan ibu, hanya saja, aku harus mengajak seseorang bersamaku. Tunggu sebentar”. Dushyant langsung membalikkan badan menuju ke dalam ashram. Permaisuri menunjukkan wajah gelisah.

Shakuntala episode 86 #85 21

Shakunatala menuju ke taman ashram, wajahnya melongok mencari. Dushyant muncul dengan wajah tegang, melangkah mendekat ke Shakuntala, “Aku tidak pernah melihat, ibuku secemas ini. Shamuntala, sekarang cepatlah kau berkemas, kau harus ikut denganku ke istana”. Shakuntala bersuara dengan terbata, “Apakah, kau, sudah menceritakan pada ibumu tentang pernikahan kita?”. Dushyant ikut tertunduk, “Masih belum, nanti kita beritau dia dijalan. Ayolah”.

Shakuntala mengambil keputusan, “Tidak. Tidak baik saat ini, menceritakan hal itu kepada ibumu. Yang Mulia sedang sakit keras. Pernikahan Gauri juga terjadi tanpa persetujuannya, dan kalau sekarang dia tau tentang pernikahan kita, jangan-jangan kesehatannya akan semakin memburuk. Jadi aku rasa, sampai dia sembuh, kita tidak boleh menceritakan hal ini kepadanya. Jadi, kau pergi saja sendirian”.

Dushyant menjawab cepat, “Apa yang kau katakan Shakuntala, aku tidak mau meninggalkanmu disini. Kau harus ikut denganku ke istana”. Shakuntala menjelaskan, “Saat ini kita harus memikirkan kesehatan Yang Mulia. *Menunjukkan wajah malu-malu*. Lagi pula, aku kan ada sini, aku mau pergi kemana, aku akan menunggu kau disini”.

Shakuntala episode 86 #85 22

Dushyant mulai tenang, menatap Shakuntala, menggenggam tangannya, “Karena itula aku mencintaimu. Hatimu sangat lembut. Lebih daripada dirimu sendiri, kau lebih memperhatikan orang lain. Jadi bagaimana aku bisa hidup tanpamu”. Shakuntala tersenyum lembut, “Hanya beberapa hari sajakan”. Dushyant tertunduk.

Dushyant melihat cincin dijarinya, melepaskannya. Memperhatikan cincin, meraih tangan kiri Shakuntala, memasangkan cincin dijari manis Shakuntala, memberitau, “Ini adalah cincin kerajaan, ini tanda cinta kita. Kau jagalah baik-baik. Kalau kau teringat padaku, lihatlah cincin ini, kau akan merasa aku selalu bersamamu”. Sambil terus memegang tangan Shakunta yang dipasangkan cincin, Dushyant Shakuntala terus saling tatap lama. Bulan kembali menyaksikan tahapan cinta dua anak manusia tersebut.

Iklan