Shakuntala: Pernikahan Dengan Dushyant, Cincin Tanda Cinta Sekaligus Perpisahan


Shakuntala episode 86 #85 08

Di pertapaannya, Rishi Kanva menghadap gurunya. Si guru melihat ketegangan di wajah muridnya itu, “Ada apa Rishi, setelah menyelesaikan pertapaan yang keras ini, aku lihat, kau masih gelisah”.

Rishi Kanva menjawab dengan wajah sedih, “Guru sangat benar. Aku merasa terjadi hal buruk di ashram, oelh sebab itu aku sangat gelisah”. Si guru berkata, “Kenapa kau merasa khawatir, karena pertapaan mu ini, kehidupan Shakuntala akan selalu dipenuhi oleh kebaikan. Untuk itu, carikan suami untuknya, dan kau juga harus segera menyiapkan pernikahannya”.

Rishi Kanva sudah bisa tersenyum, “Baiklah guru. Untung kau melihat ramalan pada saat yang sangat tepat. Kalau dia menikah pada 6 bulan yang lalu. Entah apa yang akan terjadi”. Si guru langsung menjawab, “Kau tak perlu khawatir. Pergilah Rishi Kanva, putrimu sedang menantimu”. Rishi Kanva kembali terlihat gelisah.

Shakuntala episode 86 #85 10

Di ashram, Karan menemui Dushyant Shakuntala yang sedang berdiri di dalam sebuah ruangan dengan membawa senampan makanan, “Ini, makanlah manisan. Kalau tidak kau makan, nanti kau akan bilang kalau aku tidak menjamumu”.

Dushyant tersenyum, mengambil dan memasukkannya kemulut, belum sampai kedalam mulutnya, Karan bersuara, “heeehh, jangan dimakan semua, sisakan untuk Shakuntala. Katanya, kalau makan bekas pasangan, cintanya akan bertambah”.

Shakuntala tersenyum mendengar ucapan Karan. Dushyant menyuapkan sisa gigitan manisannya ke mulut Shakuntala. Karan tersenyum.

Selanjutnya, Karan mempersilahkan pengantin baru itu untuk bersila. Ia membawa nampan berisi cairan pewarna merah kehadapan mereka, memasukkan koin kedalam wadah berisi cairan tersebut. Dushyant bertanya lagi, “Apa ini”. Karan menjelaskan, “Ritual setelah menikah, kalian berdua harus menyelesaikan ini. Siapa diantara kalian bisa lebih dulu mengambil koin, maka akan lebih dominan, sepanjang hidup”.

Shakuntala episode 86 #85 11

Dushyant Shakuntala saling senyum. Shakuntala malah tersenyum lebar. Mereka berdua kemudian memasukkan tangan ke wadah, saling merebut mencari koin. Dushyant menatap Shakuntala, kemudian ia memilih memegang pinggir wadah, membiarkan tangan Shakuntala yang mencari koin. Shakuntala tersenyum senang menemukan koin dan tersipu, saat menatap Dushyant yang menatapnya dengan mata penuh cinta.

Permaisuri masih di atas kereta kuda. Wajahnya terlihat semakin letih, ia bertanya kembali, “Prajurit, masih berapa lama lagi ke ashram”. Si prajurit memberitau, “Kita sudah hampir sampai permaisuri, kita sudah hampir sampai, menuju ke ashram”. Permaisuri masih dengan wajah gelisah melihat dikajauhan gerbang ashram, “Baiklah, Ayo cepat”. Permaisuri kemudian membathin, ‘Pasti Dushyant sudah sampai ke ashram”.

Shakuntala episode 86 #85 14

Di ashram, Dushyant Shakuntala kembali mengikuti Karan yang memberitau, “Ini kamar kalian”. Dushyant melirik Shakuntala yang terlihat agak malu-malu cemas. Karan tersenyum, kemudian meninggalkan pengentin baru itu.

Dushyant sudah melangkah, tapi Shakuntala masih berdiri sambil memegang jari-jari tangannya. Dushyant menoleh kerahnya, membalikkan badan dengan tersenyum, “Apa kau takut padaku”. Shakuntala tertunduk, menggeleng, “Tidak, aku, tidak bilang begitu”. Dushyant terus tersenyum melihat pengantin wanitanya itu.

Shakuntala melangkah, duduk ditangga di depan kamar mereka. Dushyant ikut duduk disebelahnya, sambil terus menatap bidadari hatinya itu. Shakuntala menatap langit, “Malam ini, rembulannya keliahatan sangat indah kan”. Dushyant ikut melihat ke langit, tapi kemudian memilih menatap wajah Shakuntala lagi, “Tapi tidak lebih indah darimu, *Shakuntala tertunduk*, Sungguh, hari ini kau kelihatan seperti bidadari. Aku tidak bisa menghentikan pandanganku”. Shakuntala tersenyum malu-malu.

Shakuntala episode 86 #85 15

Dushyant menggenggam tangan Shakuntala, “Kau tidak tau Shakuntala, aku sangat mencintaimu, *Shakuntala tatap mata Dushyant*, Tapi aku berjanji padamu, aku takkan membiarkanmu menderita. Aku sudah memutuskan Shakuntala, jika nanti ayahmu pulang, maka kita akan menikah, untuk yang kedua kalinya”. Shakuntala tertawa tertahan, “Kau,, kau baik sekali”, sambil tertunduk malu.

Dushyant mulai jail ingin menggoda Shakuntala, “Sungguh?”. Shakuntala mengangguk. Dushyant menunjukkan wajah serius, “Tapi aku merasa, hidungku agak bengkok”. Shakuntala dengan wajah lugunya, melihat ke wajah Dushyant, memperhatikan, “Tidak, menurutku, hidungmu, bagus”. Dushyant masih belum puas, “Oya, dan mataku, aku sama sekali tidak senang pada mataku, satu besar, satu kecil”, sambil melebarkan matanya. Shakuntala meneliti mata Dushyant, “Tidak, matamu, sangat indah”.

Dushyant menunjukkan wajah merajuk, “Kau pasti hanya asal bicara, pasti hanya untuk menghiburku”. Shakuntala dengan lugunya buru-buru menjawab, “Tidak, tidak, sungguh, aku, menyukai, setiap hal pada dirimu”. Dushyant menatap Shakuntala dengan tatap senyum, “Benarkah?”. Shakuntala tersenyum malu, tertunduk lagi.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Shakuntala: Pernikahan Dengan Dushyant, Cincin Tanda Cinta Sekaligus Perpisahan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.