Ashoka: Sejarah Terulang, Bindusara Terluka, Kualitas Raja Penerus Magadh Versi Chanakya & Pertemuan Dengan Ashoka


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Chanakya bermimpi Raja Chandragupta Maurya muncul dalam wujud singa. Radhagupt mengartikan itu sebagai pertanda bahaya lewat mimpi, musuh kerajaan & kalahiran Ashoka, yang diharapkan ibunya, Dharma, sebagai penyingkir semua penderitaan.

Ashoka episode #2 (3A) 00

Sinopsis serial Ashoka episode #2 3A ANTV, Chanakya berdiri dengan tongkatnya menatap ke arah Magadh dari tempatnya berada, jauh di ketinggian perbukitan. Chanakya menulis di buku catatannya, ia berdialog dengan dirinya sendiri, “Sudah 14 tahun sejak aku melarang masuk ke Magadh. Aku sudah menghabiskan setiap saat dalam hidupku selama ini, hanya demi kesejahteraan Magadh saja. bersama dengan perubahan yang telah tejadi di Magadh, rasa takutpun mulai muncul, seiring dengan berlalunya masa, dimana semuanya, yang mana aku dan Raja Chandragupta telah tinggalkan dimasa lalu”. Chanakya menghentakkan tongkatnya ke batu tempat dia berpijak di ketinggian, sambil memandang ke kejauahan, dimana istana kerajaan berdiri.

Ashoka episode #2 (3A) 01a

Di padepokannya, Radhagupt datang menghadap Chanakya yang terlihat semakin gelisah, “Salam Acharya”. Chanakya mengangkat tangannya, “Diberkatilah kau, ada berita apa”. Radhagupt memberitau, “Saat ini Raja, Raja dari Magenth sudah memberontak Acharya”. Chanakya langsung tercenung mendengar kabar itu.

Di medan pertempuran, terlihat Khorasan dan Bindusara memimpin pasukan. Khorasan dari atas kudanya memberitau, “Satilas dan pasukannya belum ada yang terlihat juga, tapi beritanya sudah bisa dipastikan, ia pasti sedang bersembunyi”. Justin merespon, “Mir Khorasan, aku yakin dia pasti sudah tau kalau kita punya pasukan yang sangat besar, karena itulah aku rasa dia ketakutan dan kemudian dia pergi”.

Khorasan memberitau pendapatnya, “Tidak Justin, Tidak. Satilas sudah tau bahwa tidak akan mudah untuk bertempur melawan kita. Dia pasti sudah siap untuk,, “. Bindusara memotong, “Tidak Mir Khorasan, saudaraku Justin memang benar. Kita maju saja dan cari tau, bagaimana yang sebenarnya”.

Ashoka episode #2 (3A) 04

Di padepokannya, Chanakya bergumam, “Munchain adalah negara yang sangat penting, dan pemberontakan oleh Raja dari Munchain bisa berakibat fatal untuk Magadh”. Radhagupt berpendapat, “Tapi Acharya, aku takut ini akan mempengaruhi seluruh India dengan negatif”.

Chanaky menuju meja kecil, tempatnya menulis, “Demi melindungi kerajaan Magadh, dan bahkan untuk membuatnya menjadi lebih tangguh lagi. Aku telah menciptakan Hastasastra selama empat belas tahun, tapi sekarang, keraguanku muncul dalam keberadaan Magadh”, menaroh tangan diatas buku yang ditulisnya.

Radhagupt minta penjelasan, “Apa maksudmu”. Chankya membalikkan badan, menjauh dari tempatnya biasa mnulis, ia menjelaskan, “Sekarang dengan menjadikan Magadh lebih tangguh, dan bisa diandalkan, kita membutuhkan seorang Raja yang bahkan lebih hebat dan tangguh daripada Bindusara”.

Ashoka episode #2 (3A) 05

Di medan pertempuran, Bindusara memutar kuda melihat ke pasukannya, memberi perintah, “Beberapa dari kalian ikut kami dan pasukan yang lain tetap disini”. Bindusara, Khorasan, Justin dan beberapa orang pasukan memacu kudanya, melewati garis pertempuran, menuju ke daerah lawan. Belum berapa jauh, pasukan dibelakangnya, di kejutkan dengan munculnya api di sepanjang batas garis pertempuran yang ditinggalkan sebelumnya. Bindusara dan pasukan kecilnya terpisah dari pasukan yang lain.

Bindusara melihat ke pasukannya dengan wajah kaget. Tapi, belum sempat mengambil keputusan, dibelakang pasukan kecilnya, dari dalam tanah, muncul satu pasukan dengan pedang terhunus. Dari atas bukit, muncul pasukan musuh lainnya. Bindusara dan pasukan kecilnya terkepung. Bindusara, Khorasan dan Justin, berhasil memberikan perlawanan pada pasukan yang muncul dari dalam tanah. Mereka bertiga menatap pimpinan pasukan lawan yang berdiri diatas bukit dengan pasukan berkudanya.

Pimpinan musuh memerintahkan pasukannya, “Serang”, pasukannya bergerak. Bindusara memerintahkan pasukan kecilnya, “Seraaaaang!!!”, ia dan pasukan kecilnya berlari menyongsong musuh. Mereka berhadapan dengan lawan dan langsung saling serang. Pimpinan musuh memperhatikan pertempuran itu dari atas kudanya, di ketinggian.

Bindusara, Khorasan dan Justin, bertempur mengayunkan pedangnya membabat lawan. Si pemimpin musuh mengernyitkan wajahnya saat melihat pasukannya yang bertempur rubuh satu persatu. Ia menggenggam gagang pedangnya, menggenggam kuat, mencabutnya, melompat dari atas kuda, berlari turun ke arena pertempuran.

Pimpinan musuh berhadapan dengan Justin, mereka saling adu kecepatan mengayunkan pedang. Justin terjatuh. Musuh mengayunkan pedang dengan kekuatan penuh untuk menghabisi Justin, pedang Bindusara menahannya. Justin terpana menatap adiknya itu. B

indusara mengangkat pedangnya dengan kuat, mendorong dengan kekuatan penuh, membuat pedang lawan dan lawan sendiri berputar menjauh. Bindusara mengulurkan tangan ke Justin, menariknya bangun. Mereka melanjutkan pertempuran lagi. Khorasan bertempur dengan semangat.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

One response to “Ashoka: Sejarah Terulang, Bindusara Terluka, Kualitas Raja Penerus Magadh Versi Chanakya & Pertemuan Dengan Ashoka

  1. Ping-balik: Ashoka: Takdir Menjadi Raja, Jangan Menguasai Angin | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s