Serial Ashoka

Ashoka: Pertanda Bahaya Lewat Mimpi, Musuh Kerajaan & Kelahiran Ashoka


Bindusara mulai melangkah menuruni tangga di dekat pintu menuju singgasananya. Semua anggota sidang berdiri memberi sikap hormat. Justin membuka tangannya sambil tersenyum. Helena juga bersuara dengan wajah dibuat tersneyum, “Yang Mulia”. Amatya memberi sikap hormat ditempatnya berdiri dengan sikap kaku. Bindusara melangkah dengan tenang. Helena mengembalikan mahkota ke nampan yang masih dipegang oleh salah satu anggota sidang dengan wajah kesal.

Helena membalikkan badan, tersenyum, menuruni tangga singgasana menyambut Bindusara, “Masa depan Magadh sudah aman sekarang, *Bindusara memberi hormat*, Sekarang Magadh tidak membutuhkan siapapun lagi”. Bindusara tersenyum. Charumitra juga tersenyum. Justin dan Amartya terpaksa ikut tersenyum.

Helena memberi perintah, “Buatlah pengumuman bahwa Raja Bindusara, dia masih hidup. Hidup Raja Bindusara!’. Yang hadir diruangan menyambutnya, “Hidup!”. “Hidup Raja Bindusara!”, “Hidup!”. Justin memperhatikan dari tempatnya berdiri dengan wajah kurang senang. Bindusara tersenyum. Charumitra menyerahkan putranya pada pengasuh, kemudian bergegas menuju Bindusara yang masih berdiri di tengah-tengah ruang sidang, “Yang Mulia, melihatmu masih hidup. Keyakinan ku pada Yang Maha Kuasa lebih kuat lagi. Aku sudah sangat yakin bahwa ayah dari pewaris Magadh, dia pasti akan kembali”. Bindusara tersenyum mengangguk. Justin tersenyum tawar mendengarnya. Helena tersenyum terpaksa.

Ashoka episode 1, 2, 3,  69

Salah satu anggota sidang kembali ada yang memimpin dengan meneriakkan, “Hidup Raja Bindusara!”, “Hidup!”. Bindusara melangkah ke singgasananya diapit Charumitra dan Helena. Justin yang masih berdiri diatas, tersenyum menyambutnya, “Aku sempat berpikir Magadh sudah kehilangan segalanya. Tapi ternyata tidak”. Justin memeluk Bindusara. Helena tertunduk kuyu melihat kenyataan itu. Khorasan memperhatikan lewat matanya yang tajam tanpa senyum.

Justin memberi isyarat pada Bindusara lewat gerakan kepala untuk terus ke singgasana, sementara ia sendiri turun, kembali ke posisi tempat duduknya selama ini. Helena menatap ke arah Justin dengan tatap kecewa. Ruangan masih dipenuhi oleh teriakan, “Hidup Raja Bindusara!”, “Hidup!”.

Bindusara sudah di depan tahtanya, ia berdiri menatap semua yang hadir. Mengangkat tangannya, duduk disinggasana. Helena melepaskan ikat kepala Bindusara, mengambil mahkota, memasangkan dikepala Bindusara. Ruangan kembali dipenuhi oleh suara, “Hidup Raja Bindusara!”, “Hidup!”, berkali-kali.

Bindusara menatap semuanya dengan tersenyum. Helena yang berdiri tak jauh darinya melirik dengan wajah kecut. Justin ditempatnya berdiri memperlihatkan wajah kurang senang. Amatya Ugrasena tertunduk. Bindusara mengangkat tangannya, bertanda ucapan semangat, sudah cukup.

Helena mulai memainkan perannya, dengan bicara, “Semua orang sudah merasa bahwa anakku, tidak akan kembali lagi. Tapi aku sama sekali tidak bisa menerima semua itu, dan aku, benar-benar merasa yakin, bahwa kau masih hidud. Dengan kembalinya kau, kau telah membuktikan bahwa doaku tidak akan sia-sia. Lihatlah, keadaan Magadh yang menyedihkan ini. Tapi sekarang, semua akan baik-baik kembali”. Charumitra tersenyum mendengarnya. Justin melihat agak heran pada ibunya itu. Amartya Ugrasena tersenyum.

Justin ikut memperkuat sandiwara ibunya, “Tapi kita harus mencari tau dulu, siapa yang sebenarnya telah menyerang Yang Mulia Raja saat itu. Siapa orang yang berani-beraninya menyerang Raja. Pelakuya pasti akan dibunuh”. Acharya Chanakya dan rombongannya, muncul dipintu ruangan. Semua yang hadir menoleh ke arahnya.

Ashoka episode 1, 2, 3,  72

Chanakya menatap Raja. Helena, Justin, menatap Chanakya dengan wajah kalut. Chanakya melangkah masuk, mendekat kehadapan Raja, semua yang hadir memberi sikap hormat. Raja berdiri, “Salam guru”. Helena, Justin, Charumitra ikut memberi sikap salam”. Chanakya mengangkat tangannya. Raja kembali duduk.

Chanakya berbicara sambil mengangkat telunjuknya, “membunuh orang itu adalah sia-sia saja. *Helena dan Justin terkejut*. Musuh kita sebenarnya adalah orang yang telah memerintahkan orang tersebut untuk membunuh Raja!”. Justin, Helena tertunduk. Amartya menatap dengan tatap was-was. Chanakya terus berkata, “Hanya dia yang mengatakan kebenarannya, tentang siapa yang ingin menyerang Raja dan punya niat untuk membunuhnya”. Raja memegang tongkatnya dengan genggaman lebih kuat. Helena menelan ludah. Amartya menundukkan pandangannya.

Chanakya memberi isyarat lewat tangannya, seperti menyuruh masuk. Prajurit membawa si pemanah raja masuk. Justin, Helena dan Amartya sangat terkejut. Raja terbayang saat ia terjatuh di jeram dan masih melihat orang tersebut membuka penutup wajahnya. Orang itu dihadapkan kehadapan Raja.

Helena langsung berakting, “Orang itulah yang telah menyerang Raja dari Magadh”. Justin terlihat berpikir mendengar pancingan ucapan dari ibunya itu. Chanakya menjawab, “Tanya padanya, dia akan mengatakan yang sebenarnya”. Helena bertanya, “Bicaralah prajurit”. Mata Justin bergerak cepat, ia memberikan shok dengan ucapannya, “Dasar pengkhianat. Siapa yang sudah menyuruhmu melakukan ini. *Amaty Helena, saling lirik*. Ayo bicara! Katakan siapa dalang dibalik konspirasi ini”.

Ashoka episode 1, 2, 3,  78

Si prajurit terlihat bingung, sekaligus mengerti kalau itu pertanda ancaman. Helena menambahkan, “Ingatlah baik-baik, kalau kau sampai berbohong, maka kau akan mati”. Prajurit yang disidang langsung mnejawab, “Aku tidak tau siapa orangnya”. Justin berteriak, “Kalau kau sampai berbohong, kau akan mati!”. Chanakya mengangkat tangannya pada Justin untuk tenang. Si prajurit menjawab, “Aku, aku mengatakan yang sebenarnya, aku tidak pernah melihat orangnya. Aku berani bersumpah”. Amartya melihatkan wajah lega.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Pertanda Bahaya Lewat Mimpi, Musuh Kerajaan & Kelahiran Ashoka”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.