Serial Ashoka

Ashoka: Pertanda Bahaya Lewat Mimpi, Musuh Kerajaan & Kelahiran Ashoka


Ashoka episode 1, 2, 3,  51

Benar, ia menemukan si lelaki sedang melangkah diatas bebatuan sungai. Ia berlari di belakangnya, “Sudah berhari-hari aku menunggu, agar kau segera pulih dan bisa bicara, lalu mendapatkan kembali kekuatanmu. Lalu setelah itu, aku ingin bertanya, siapa dirimu sebenarnya, dan bagaimana semuanya terjadi. Tapi kau bahkan tidak punya keinginan untuk berpamitan sebelum kau pergi. Kalau kau bilang dulu, aku pasti tidak akan mengijinkan, karena selama ini aku yang bertanggung jawab untuk memberikan perawatan. Sudah menjadi tugasku untuk mengobatimu”. Langkah Bindusara yang terhenti begitu mendengar si gadis bicara dibelakangnya.

Bindusara menoleh, “Aku harus kembali secepatnya”, ia melangkah lagi. Si gadis bersuara, “Dalam kondisi seperti ini, tidakkah menurutmu, mereka yang menyerangmu pasti sedang mencarimu sekarang”. Bindusara menjawab, “Kali ini mereka berhasil, tapi berikutnya, akulah yang,,, “. Sigadis langsung memotong ucapan itu, “Jika mata dibalas mata, bagaimana kekerasan bisa dihilangkan”.

Ashoka episode 1, 2, 3,  53

Bindusara menoleh ke arah si gadis, “Jika kau berada diposisiku, pasti kau akan mengerti maksudku”. Bindusara mau melanjutkan langkah lagi. Si gadis bicara, “Aku tidak punya musuh, aku juga tidak punya luka-luka, aku tidak kenal lawan, selain itu aku juga tidak punya keinginan untuk balas dendam. Tidakkah kau ingin berada diposisiku Kesatria”. Bindusara tercenung. Si gadis mengulurkan tangan, tapi menahannya, “Kemarilah, ikutlah denganku. Aku mohon kembalilah ke tempatku dan istirahatlah”. Bindusara melamun, terbayang saat si gadis bercerita sebelumnya, terbayang saat ia mendapat perawatan dipinggir sungai, terbayang saat dia tersadar.

Si gadis bicara, “Selama kau belum pulih sepenuhnya, atau pendukungmu tidak datang untuk membawamu kembali, sudah menjadi tugasku untuk melayani dan melindungimu. Itu adalah tugasku, jadi aku mohon, ikutlah denganku”. Bindusara membalikkan badan, si gadis melangkah mau kembali.

Bindusara bertanya, “Siapakah kau. *langkah si gadis terhenti*. Kenapa aku mulai merasa begitu kuat, sejak kau temani aku beberapa waktu. Kenapa aku seperti bisa melihat kebenaran, dalam apapun yang kau lihat. Saat aku mendengarmu bicara tentang kitab, ku pikir kenapa ada wanita yang dilarang mengetahui tentang itu. Saat kau di dekatku, aku merasa bahwa apapun yang kumiliki sebelum bertemu denganmu, menjadi tidak berarti apa-apa. Kau sudah menyelamatkanku”. Si gadis tanpa menoleh menjawab, “Aku hanya menjalankan tugasku saja”.

Ashoka episode 1, 2, 3,  54

Bindusara bicara lagi, “Itulah yang kulakukan kini, kau menjalankan tugas, hingga karena itulah aku masih hidup sekarang”. Sigadis tersenyum. Bindusara melangkah mendekatinya, “Dan karena kau telah melakukan tugasmu dengan baik, terlepas dari apa, kau hanya dikenal sebagai Dharmaku”. Si gadis langsung membalikkan badannya, menatap lelaki yang memberinya nama baru itu.

Bindusara bicara, “Kau sudah memberiku hadiah kehidupan sebelumnya, dan memberiku tempat dirumahmu, sekarang, aku minta hadiah lain darimu. Ijinkan aku tetap tinggal dan hidup dalam hatimu”. Bindusara menyodorkan tangannya, terbuka ke atas. Si gadis menatapnya dengan dada turun naik, ia mendadak tak bisa berkata-kata. Bindusara tetap membuka tangannya di depan si gadis. Dharma tertunduk. Bindusara menatapnya tak berkedip, Dharma seperti tersihir, perlahan, tangannya terangkat, menarohnya diatas telapak tangan Bindusara. Bindusara tersenyum, menutup tangan si gadis dengan tangannya satu lagi, menggenggamnya. Dharma tertunduk, tersipu malu.

Ashoka episode 1, 2, 3,  55

Selanjutnya terjadi prosesi pernikahan Bindusara dan Dharma. Bindusara tersenyum. Dharma yang duduk di sebelahnya juga tersenyum manis. Mereka melakukan ritual pemakaian kalung bunga, dan berjalan melingkari api suci, disaksikan seluruh warga desa.

Paginya, Bindusara terbangun di tempat tidur pengantinnya, diiringi suara kicau burung. Ia melihat Dharma tidak ada di tempat tidur maupun didalam pondok. Tiba-tiba telinganya mendengar suara langkah kuda mendekat.

Khorasan turun dari kudanya, bersiap dengan pedangnya, mau masuk kedalam pondok, sambil memperhatikan sekitar.

Tiba-tiba dihadapannya muncul Bindusara menodongkan sebuah tongkat tepat di depan wajahnya. Khorasan ternganga, ia teringat ucapan Chandakya ‘dengar baik-baik, Raja Bindusara masih hiudp bagiku selama aku belum melihat sendiri jasadnya’. Khorasan mengangguk-angguk, “Ternyata dia benar, kau masih hidupa”. Bindusara tetap dengan sikap waspada menjawab, “Kenapa, kau tidak senang melihat ternyata aku masih hidup”.

Ashoka episode 1, 2, 3,  57

Khorasan menjawab, “Apa maksudmu. Aku sudah berjanji pada Noor, bahwa aku akan membawa pulang calon suaminya, dalam keadaan hidup”. Bindusara berkata, “Sekarang aku tidak percaya pada siapa-siapa lagi”. Khorasan mengernyitkan wajah, “Tidak percaya?! Yang Mulia, dalam penyerangan itu, aku telah kehilangan putraku dan pewaris bagi tahtaku. Putriku, dia seharusnya sudah menikah denganmu, tapi harus gagal. Dan kau bilang kau tidak percaya padaku”.

Bindusara menurunkan tongkatnya. Khorasan berkata, “Ikutlah denganku Yang Mulia, para musuh sudah mulai menyerang. Magadh terbakar demi menunggu Raja mereka. Bahkan Noor, sudah tidak sabar lagi melihat kembali calon suaminya”. Bindusara memberitau, “Aku tidak bisa lagi menikah dengan putrimu Noor”. Wajah Khorasan mengeras, “Yang Mulia Bindusara, aku bisa menanggung apapun, tapi tidak penghinaan. Kalau benar begitu, maka dari sekarang juga, jangan harapkan bantuan apapun dariku, dalam menyelamatkan Magadh dari serangan apapun”.

Bindusara menoleh ke arah Khorasan yang berteriak marah, “Tanah India yang sudah kau bangun, akan hancur begitu saja. Ada apa yang sebenarnya denganmu Yang Mulia! Kenapa kau tidak ingin menikahi Noor. Apa yang membuatmu sampai membatalkan janjimu sendiri”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Pertanda Bahaya Lewat Mimpi, Musuh Kerajaan & Kelahiran Ashoka”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.