Serial Ashoka

Ashoka: Pertanda Bahaya Lewat Mimpi, Musuh Kerajaan & Kelahiran Ashoka


Bindusara memacu kudanya, meraih target ditangan penunggang bercadar. Mereka saling rebut. Si penunggang melihat ke arah Bindusara, mata cantiknya menatap tajam. Bindusara tak terpengaruh, justru semakin fokus dengan bendera tanda akhir pertandingan. Yang menonton menunjukkan wajah tegang. Bindusara dan penunggang kuda perempuan saling mempertahankan pegangan mereka pada target pertandingan. Bindusara menyentakkan tangannya dengan kuat, target berpindah ke tangannya, memacu kudanya menuju bendera akhir .
Si penunggang bercadar menggelengkan kepalanya kaget, cadarnya terlepas, menatap Bindusara. Bindusara mengangkat target perlombaan tinggi-tinggi. Helena, Charumitra tersenyum. Raja Khorasan juga tersenyum. Justin melihat ke penunggang perempuan cantik di sebelahnya. Mata si penunggang terus melihat ke arah Bindusara, ia membuka sorban yang menutup kepalanya, rambut panjangnya tergerai. Justin terpana.

Ashoka episode 1, 2, 3,  06

Bindusara membawa target pertandingan ke panggung penonton. Si penunggang cantik menatapnya. Helena berdiri, Charumitra menyerahkan putranya pada pelayan, ikut berdiri. Bindusara menaroh target pertandingan di kaki Helena, kemudian berdiri. Helena tersenyum. Justin melirik penunggang cantik yang terlihat menarik nafas dalam menatap Bindusara di panggung.

Justin bersuara, dari tempatnya berdiri, “Adikku, aku merasa senang sekali kau menang, kalau tidak, rasanya tidak pantas bagi Raja Magadh dan juga keturunan Maurya kalah dari seorang wanita cantik”. Bindusara yang menoleh, tersenyum tipis. Ia bukan melihat ke Justin, tapi ke penunggang cantik yang menatapnya, melirik penuh arti.

Helena berkata, “Aku bangga, karena kau memperlakukanku seperti ibumu sendiri Bindusara”. Bindusara menjawab tenang, “Aku merasa sangat beruntung karena mendengarku pantas untuk mendapat perhatian dan kasih sayang ibu. Setelah kematian ibuku yang terlalu cepat, kaulah yang membuatku tidak merasakan kepergiannya dengan kasih sayang ibu padaku. Dan karena alasan itulah aku sama sekali tidak ada keraguan untuk mengorbankan nyawaku untukmu ibu”. Justrin ikut tersenyum mendengarnya. Si penunggang cantik, masih menarik nafas dalam. Helena berkata, “Kalau begitu, maka aku, sudah bisa memenuhi tugasku sebagai seorang ibu”. Charumitra tersenyum. Bindusara tersenyum.

Ashoka episode 1, 2, 3,  07

Khorasan datang memberi selamat pada Bindusara. Khorasan berbicara pada hadirin, “Hari ini, ditempat kalian semua, aku Khorasan mengumumkan, bahwa pasukanku, persenjataanku, dan kekayaanku semuanya, juga kesejahteraanku, juga putri tersayangku, *Tunjuk penunggang cantik*, Putri Noor yang kusayangi, kini jadi milik Raja dari Magadh, Bindusara”.

Charumitra terlihat terkejut dengan pengumuman itu. Justin juga terlihat kaget. Helena tetap menunjukkan senyumnya. Rakyat bersuara kompak, “Hidup Raja Bindusara! Hidup!, Hidup Raja Bindusara! Hidup!”. Bindusara tersenyum, tertunduk. Justin melirik ke Putri Noor yang masih berdiri disebelahnya yang masih terus menatap Bindusara.

Kakaknya Noor, menghampiri Noor, “Luar biasa, aku tidak pernah membayangkan kalau kau akan menjadi Ratu untuk Magadh”. Noor menjawab cepat, “Bukan Ratu saudaraku. Tapi Yang Mulia Ratu Noor Maurya, aku bukan hanya jadi Ratu bagi kerajaannya saja, tapi juga Ratu dihati Raja Bindusara”. Justin terlihat sangat kesal.

Ashoka episode 1, 2, 3,  08

Kakak laki-lakinya Noor mengajak Noor untuk naik ke panggung. Raja Khorasan menghampiri putrinya, menaroh tangannya di kepala putri kesayangannya, “Selamat Noor. Kuucapkan selamat dari hatiku”. Helena tersenyum melihatnya. Charumitra menahan kesedihannya. Helena berkata padanya, “Noor Khorasan sangat cantik, tapi itu bukannya satu-satunya alasan kenapa Bindusara menyetujui penyatuan ini. Penyatuan ini menguntungkan bagi Kerajaan Magadh, daerah paling tangguh dari 500 daerah lainnya. Akan memberikan kekayaan, dan pasukannya untuk Magadh. Yang aku katakan memang benarkan Amartya Ugrasena”.

Amartya menjawab, “Kau memang benar. Seorang Raja, bisa mempunyai banyak permaisuri, tapi hanya satu saja yang cukup beruntung untuk menjadi Ratu Utama danibu dari pewarisnya. Jadi tidak diragukan lagi, Yang Mulia Ratu Charumitra kau sangat beruntung sekali, karena kau adalah ibu dari anak tertua Raja Bindusara, yaitu Pangeran Sushima. Kau beruntung sekali”. Amartya mengucapkan semua kata-katanya dengan tersenyum. Charumitra mendengarkan dengan dada sesak.

Komando dukungan terus terdengar, “Hidup Raja Bindusara! Hidup! Hidup Raja Bindusara! Hidup!”. Bindusara mengangkat tangannya tinggi-tinggi pada rakyat yang menyuarakan dukungannya.

Ashoka episode 1, 2, 3,  09

Chanakya menutup plakat yang baru dibacanya dengan wajah tegang. Radhagupt bertanya, “Ada apa Acharya”. Chanakya memberitau, “Seorang anggota dari keluarga Khorasan, sekarang akan menjadi bagian dari Kerajaan Maurya”. Radhagupt bingung, “Artinya, Raja Bindusara akan melakukan upacara suci”.

Chanakya memberi isyarat iya lewat matanya, “Khorasan telah memutuskan memberikan pasukannya, persenjataanya, harta istananya, dan juga putrinya untuk nikah dengan Bindusara”. Radhagupt menyimpulkan, “Itu kan menguntungkan untuk Kerajaan Magadh. Khorasan itu, adalah negara yang makmur dan pasukannya juga bersenjata lengkap. Jadi, kalau Magadh,,”.

Chanakya memotong ucapan Radhagupt, “Cobalah untuk melihat hal yang tersembunyi lain Radhagupt. Khorasan, adalah orang yang jahat, dia ingin mengambil alih Kerajaan Magadh. Dia mau mengambil alih Kerajaan Magadh dengan menggunakan putrinya sebagai pionnya”. Radhagupt tercenung. Chanakya memegang tangan dibelakangpunggungnya, mengenang, “Pertama adalah Bangsa Yunani, dan sekarang Bangsa Persia”. Biksu lain mendengar serius.

Chanakya masih bicara, “Jika pernikahan ini sampai terjadi, maka Khorasan, akan bisa menguasai pasukan Bindusara, hartanya dan juga tahtanya”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu tanggapan untuk “Ashoka: Pertanda Bahaya Lewat Mimpi, Musuh Kerajaan & Kelahiran Ashoka”

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.