Ashoka: Pertanda Bahaya Lewat Mimpi, Musuh Kerajaan & Kelahiran Ashoka


Chanakya memberi sikap salam, “Sekarang terserah padamu”. Helena mengangkat dagunya. Khorasan menunggu keputusan Raja. Justin bersuara, “Apakah kau masih percaya kalau dia benar. Apa menurutmu Acharya tidak bersalah, semua itu terserah kepadamu, kami pasti akan menerima semua keputusan yang kau berikan”. Anggota sidang menunggu. Raja tetap diam dengan wajah yang terlihat suntuk.

Helena yang bicara, “Kejahatan tetaplah kejahatan. Hukum harus ditegakkan secara merata”. Raja melihat ke Helena, kemudian menatap Chanakya, tapi kemudian menunduk lagi. Chanakya yang terus menatap Raja berkata, “Ekspresi tidak menentu seperti itu bukanlah cerita seorang Raja. Sebaiknya kau ketahui, aku telah mengabdikan hidupku untuk kelangsungan kerajaan ini, dan di dalam kerajaan itu, seandainya niatku, integritasku dan juga tujuanku, masih saja dipertanyakan olehmu! Maka itu adalah bukti, bahwa aku tidak pantas untuk tinggal di Magadh”. Raja tetap terlihat bingung. Charumitra tetap dengan wajah mengernyitnya. Helena mengangkat dagu. Amartya rasa percaya dirinya kembali pulih.

Chanakya dengan wajah dan sikap tegasnya berkata, “Aku bersedia untuk meninggalkan Pataliputra, *Wajah Raja terkejut, Helena dan Justin senang, memang itu yang diinginkannya*, Ijinkan aku pergi”, memberi sikap salam.

Chanakya yang tak melepaskan pandangannya menatap Raja, “Yang Mulia, aku mungkin meninggalkan Pataliputra, tapi, tidak seorangpun bisa meninggalkan Magadh dari diriku. Dan aku selalu mendoakan yang terbaik untuk Magadh. Kapanpun, Magadh membutuhkan aku, demi melindungi bangsa Arya, dan demi kemakmuran kerajaan ini. Aku pasti akan kembali”. Raja tetap dengan sikap diamnya. Justin sedikit agak bimbang mendengar ucapan Chanakya terakhir. Khorasan tak menyangkan akhirnya seperti ini, tapi dia juga diuntungkan dengan keputusan Acahya. Chanakya membalikkan badan, meninggalkan ruangan tersebut diikuti rombongannya. Anggota sidang memberi sikap salam. Helena tersenyum.

Ashoka episode 1, 2, 3,  81

Sementara pengumuman di sampaikan kepada seluruh Magadh oleh petugas dengan juru bicara yang membawa gendang, “Perhatian, perhatian semuanya, Magadh masih tetap bertahan! Berita kematian Raja Bindusara ternyata palsu, tidak benaaar. Kita harus selamatkan Magadh, Raja kita sudah kembali, *Rakyat yang mendengar berteriak senang*, Raja akan mengalahkan musuhnya. Raja telah meminta agar rakyatnya menjaga perdamainan diantara kalian. Dan setelah pengumuman ini, siapapun yang menyebarkan berita palsu, maka orang itu akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Mereka yang bisa memberitau kami tentang prajurit musuh, maka dia akan mendapatkan hadiah dari raja kita, yaitu Raja Bindusara”.

Sementara di tempat lain, ada sekelompok orang yang lari dengan ketakutan karena dikejar pasukan rombongan berkuda yang bicara, “Mulai hari ini semua orang harus membayar pajaknya pada anak buahku, bukan pada Kerajaan Magadh”. Terlihat Raja Khorasan membelalakkan mata diatas kudanya dengan wajah sangat marah.

Ashoka episode 1, 2, 3,  83

Di hutan, di perkampungan pinggir sungai, Dharma baru memasuki halaman rumah pondoknya, ia disambut ayahnya, “Mari kita beritau Raja”. Dharma menjawab, “Tidak ayah, saat ini Magadh lebih membutuhkan dia daripada aku. Kalau Raja sampai mengetahui bahwa saat ini aku sedang mengandung anaknya, dia pasti akan terganggu dalam mencapai tujuannya ayah. Dia sudah berjanji pada ku, bahwa dia pasti akan datang”. Ayahnya tersenyum.

Sementara itu, Raja sibuk dengan tugasnya mengunjungi daerah di kerajaannya, sambil dielu-elukan rakyat, “Hidup Raja Bindusara!”, “Hidup!”. Menangkap pemberotak.

Kehamilan Dharma sudah semakin besar, ia tersenyum memagang perutnya. Tapi wajahnya menunjukkan kalau dia sudah mulai berharap kehadiran Raja untuk mendampinginya. Dia menatap jalan yang tak ada siapa-siapa yang lewat di depan rumahnya. Menatap cincin yang sebelumnya diberikan raja dengan wajah tersenyum.

Hari-hari berikutnya, Dharma mulai menjalankan aktifitasnya mengaduk makanan di wajan dengan wajah melamun, sambil membayangkan pernikahannya, sambil mengelus perutnya yang semakin membesar. Ingat ucapan Raja akan janjinya untuk kembali padanya. Air matanya jatuh dipipi. Ia mendengar suara derap kuda mendekat. Ada senyum di wajahnya, berdiri, bergegas mendekat ke pagar, melihat siapa penunggang kuda. Kuda dan penunggangnya hanya lewat, bukan orang yang dinantikannya. Dharma hanya bisa berdiri memegang tiang kayu pagar, dengan menyandarkan wajah sedihnya.

Ashoka episode 1, 2, 3,  84

Sementara itu, Raja Bindusara kembali dielu-elukan rakyatnya saat melakukan pernikahan dengan Noor Khorasan. Raja melangkah dengan wajah tegang, seperti tak bersemangat, hanya menunaikan sebuah janji. Teriakan-teriakan, “Hidup Raja Bindusara!”, “Hidup!”, tak memberikan pengaruh padanya. Ia tetap melangkah dengan tatap kosong.

Noor Khorasan diantarkan ke kamar pengantinnya oleh beberapa pelayang yang memegang ujung gaun pengantinnya yang panjang. Bindusara dibelakangnya juga memasuki kamar. Setelah pelayan keluar, ia tetap tertegun di pintu kamar. Terbayang pernikahan yang dilakukannya dengan Dharma. Ia tersentak kaget saat pelayan menutup pintu kamar.

Noor sudah menunggunya diranjang pengantin. Bindusara datang mendekat, duduk di tempat tidur menatap Noor. Noor dengan tertunduk bicara, “Hatiku sudah ku serahkan padamu dalam pertandingan waktu itu Yang Mulia, *Raja senyum*, Hari ini,,, “. Raja tersentak saat Noor memegang bahunya, yang terbayang dimatanya pernikahannya dengan Dharma. Noor ikut duduk dengan wajah menahan kecewa, “Ada apa Yang Mulia, dan kenangan siapakah yang membuatmu menjauh dariku seperti ini”.

Ashoka episode 1, 2, 3,  85

Bindusara menjawab sambil tercenung, “Dia adalah wanita yang membuatku sadar akan kewajibanku. Dia wanita yang telah memberiku inspirasi untuk bekerja demi kebaikan Magadh, *Noor menahan kesal*, Aku belum menceritakan hal ini pada Ratu Charumitra, kaulah orang pertama yang mengetahuinya. Ini rahasia diantara kita. Aku takkan bisa mencintaimu seperti yang kau inginkan”. Noor menatap Raja dengan tatap mengandung kecewa sekaligus marah.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Satu respons untuk “Ashoka: Pertanda Bahaya Lewat Mimpi, Musuh Kerajaan & Kelahiran Ashoka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.